Mohon tunggu...
Nazhifa Ainan Rafifah
Nazhifa Ainan Rafifah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi saya menulis dan mendengarkan lagu.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Pola Konsumtif Masyarakat Urban pada Budaya Konsumen

8 September 2022   10:10 Diperbarui: 8 September 2022   10:19 194 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Masyarakat perkotaan atau urban kini menjadi penduduk yang paling banyak dalam mengonsumsi suatu produk. Berbeda dengan masyarakat pedesaan, masyarakat urban memiliki kemudahan dalam mengakses dan mengonsumsi berbagai bentuk-bentuk komoditas yang ditawarkan kapitalis. Dalam industri kapitalis dalam sistem produksi dan pendistribusian selalu dilakukan secara intens menerus sehingga tersebar secara menyeluruh  guna dalam pemenuhan kebutuhan suatu konsumen.  Dengan hadirnya arus kapitalisme budaya yang berkembang saat ini dapat menimbulkan isu dalam perilaku konsumsi masyarakat pada tiap-tiap individu mengalir secara alamiah.   

Perkembangan era saat ini nyatanya membentuk individu menjadi perilaku konsumsi yang mempertimbangkan suatu ideolgi dengan mendominasi atas perkembangan budaya konsumen di Indonesia melalui kemunculan budaya-budaya yang dapat melanggengkan naturalisasi budaya konsumsi. Meskipun pola konsumsi yang seharusnya terjadi untuk memenuhi kebutuhan setiap individu dalam kehidupan sehari-hari kini menjadi pola konsumsi yang berbeda. Masyarakat menjadi lebih mempertimbangkan aspek lain seperti adanya kepuasan, hasrat, pengakuan dalam memiliki produk tersebut meskipun mengesampingkan nila-nilai jual akan suatu kebutuhan yang harus dimiliki.

Gambaran umum yang dapat dilihat bahwa masuknya budaya lain seperti Budaya Barat dan budaya Korea yang ikut dalam arus budaya di Indonesia. Budaya-budaya tersebut menciptakan masyarakat yang diarahkan untuk mengonsumsi suatu produk yang dihadirkannya. Permisalan yang mudah ditemui yaitu pada pada tahun 2021, gemparnya produk restoran makanan yang berkolaborasi dengan idol Kpop (Korean Pop). 

Mcdonald's X Bts menghadirkan menu makanan yaitu BTS Meal yang membuat restoran ini kehabisan seri produk tersebut hingga tutupnya pelayanan online di gerai wilayah urban. Dengan adanya informasi  ini dapat menjadi gambaran bahwa hadirnya budaya Kpop membentuk pola konsumtif pada masyarakat urban di Indonesia.

Perilaku konsumtif merupakan aktivitas individu dalam pembelian barang atau produk dengan tidak mempertimbangkan beberapa aspek, sehingga individu membeli produk yang tidak dibutuhkan dan menciptakan sifat boros. Masyarakat urban di Indonesia menjadi para perilaku konsumtif dengan adanya budaya Kpop. Masyarakat tidak mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya (kebutuhan pengan) pada produk makanan tersebut (BTS Meal), tetapi lebih mengedepankan memenuhi hasrat dan keinginan dalam pembelian tersebut. Perilaku masyarakat ini memiliki pandangan bahwa materi adalah suatu alat dalam memuaskan kebutuhan terlebih adanya peran pengakuan terkait budaya yang hadir (budaya konsumen).

Gambaran lainnya dapat dilihat dengan arus Budaya Barat dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang umum apabila dilakukan di negara-negara Barat. Arus budaya yang terjadi dan sudah ikut dalam budaya Indonesia adalah adanya perbedaan dari cara penampilan, mengikuti trend,  gaya bahasa dalam berbicara, gaya hidup, dan mengkonsumsi suatu produk tanpa diselektif. Tidak jarang ditemui di kota-kota  besar kehadiran tempat clubbing dengan beberapa individu yang berpenampilan kepada Budaya Barat Peranan lingkungan sekitar memang sangat memperngaruhi, dengan begitu masyarakat urban akan semakin tergerus alir budaya-budaya lain dan tidak memikirkan naturalisasi budaya Indonesia yang seharusnya tetap dipertahankan.

Masyarakat Indonesia khususnya urban terkadang masih kurang memahami peranan penting dalma budaya konsumen. Masyarakat sering tidak memperhatikan bagaimana dalam melakukan pembelian secara objektif bukan karena subjektif pengaruh budaya luar. Meskipun suatu materi itu penting, tetapi tetap tidak dapat ditarik kesimpulan bahwa materi diatas segalanya dalam memuaskan kebutuhan dan eksistensi diri. Karena, pada hakikatnya suatu produk diciptakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga masyarakat dapat memilah dan memilih bentuk-bentuk produk mana yang perlu dikonsumsi sebaik mungkin tanpa adanya campur tangan budaya yang membentuk masyarakat menjadi individu yang berperilaku konsumtif.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan