Mohon tunggu...
Nayla Wulan Sari
Nayla Wulan Sari Mohon Tunggu... Penulis

Nayla Wulan Sari

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Keluh Kesah Mahasiswa/i Melaksanakan Kuliah Daring

1 Juli 2020   07:52 Diperbarui: 1 Juli 2020   07:53 244 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Keluh Kesah Mahasiswa/i Melaksanakan Kuliah Daring
eddexlive.com

Yogyakarta -- Apa kabar para mahasiswa/i di Indonesia yang sampai saat ini sedang melaksanakan kuliah daring?

Kuliah menggunakan sistem daring memanglah tidak efektif. Kenapa? Karena, sebagian mahasiswa/i merasa kesulitan untuk menerima pelajaran jika tidak tatap muka langsung oleh dosen.

Terutama, jika mahasiswa/i yang mendapatkan mata kuliah praktikum dan harus dilaksanakan secara daring, itu membuat mereka semakin sulit untuk memahami mata kuliah tersebut.

Dan hasilnya kurang memuaskan jika tidak turun langsung ke lapangan. Akibat masih adanya pandemi Covid-19 ini, banyak kampus-kampus yang masih tutup saat ini dan menggunakan sistem kuliah daring.

Awal belajar menggunakan sistem daring ini sudah mulai dari bulan Maret dan muncul informasi bahwa kuliah daring diperpanjang hingga awal tahun 2021.

Memang butuh waktu yang cukup lama, 10 bulan mahasiswa/i harus belajar menggunakan sistem daring, untuk memutuskan rantai virus covid 19 ini agar angka pasien covid 19 yang positif tidak semakin meningkat.

Banyak sekali mahasiswa/i yang sudah merasakan resah dan mengeluh dengan kuliah yang menggunakan sistem daring ini.

Beberapa dari mereka memilih untuk mengambil cuti disemester selanjutnya, karena mereka beranggapan bahwa kalau mereka tetap melaksanakan belajar sistem daring ini disemester selanjutnya, mereka akan kesulitan untuk memahami materi-materi dan mereka semakin keberatan dengan tugas-tugas terutama tugas dimata kuliah yang harus dilaksanakannya secara praktikum.

sumber foto : osc.medcom.id
sumber foto : osc.medcom.id
Terdapat dampak negatif dan dampak positif mengenai sistem kuliah daring. Dampak negatif nya yaitu :
  • Mahasiswa kurang memahami mata kuliah
  • Mahasiswa merasa kesulitan ketika mendapatkan mata kuliah praktikum. Contoh nya mata kuliah praktikum membuat sebuah konten melalui aplikasi editing video. Bagi yang laptop nya mendukung, memanglah mudah untuk mengerjakannya. Tetapi, bagi yang memiliki laptop kurang mampu untuk membuka aplikasi tersebut, merasa sangat kesulitan dan keberatan.
  • Boros kuota, inilah yang membuat mahasiswa/i semakin keberatan dalam melaksanakan kuliah daring. Dalam sehari bisa saja satu mahasiswa/i menghabiskan lebih dari 10 sampai 25 GB, bahkan mungkin ada yang lebih dari ini.
  • Susah sinyal, dampak inilah yang membuat mahasiwa/i yang kesal dan kesulitan. Teruntuk mereka yang menggunakan wifi tentu saja mudah, tetapi bagi yang rumah nya tidak ada wifi dan jaringan nya kurang mendukung, mereka sangat kesulitan. Sering kali banyak mahasiswa/i yang ketinggalan dengan materi-materi yang sedang dijelaskan oleh dosen akibat minim nya kecepatan jaringan. Dari situ, mahasiswa/i kurang mendapatkan ilmu dan mereka beranggapan sia-sia mengikuti kuliah.

Adapun dampak positif yang terdapat pada sistem kuliah daring, yaitu :

  • Kuliah bisa dilakukan dimana saja, contohnya seperti dikamar.
  • Mahasiswa/i tidak perlu berpakaian rapih saat kuliah mulai, karena dosen pun tidak mengetahui mereka memakai baju apa.
  • Bagi mahasiswi mereka tidak boros make up. Karena, kuliah menggunakan sistem daring ini tidak dapat bertemu langsung oleh orang-orang kampus, jadi tidak perlu untuk bermake up.
  • Mahasiswa/i tidak boros uang jajan. Dengan kuliah menggunakan sistem daring ini mereka tidak mengeluarkan uang banyak untuk jajan.

Seperti itulah dampak negatif dan dampak positif mengenai sistem kuliah daring. Mau tidak mau tetap harus dilakukan dan harus menunggu hingga awal tahun 2021 untuk melaksanakan kuliah normal kembali dengan sistem tatap muka, walaupun masih harus tetap menerapkan sistem protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x