Nayla alfaruq
Nayla alfaruq Wiraswasta

Ibu dari seorang anak lelaki, sebut saja Baby R. Ingin menyalurkan hobi menulis, juga berbagi pengalaman hidup. Semoga menginspirasi :)

Selanjutnya

Tutup

Wanita

Dilema Sekolah Paud

16 Mei 2018   15:12 Diperbarui: 16 Mei 2018   15:14 158 1 0

Sebagai ibu muda yang baru memiliki satu anak, tentu menjadi dilema tersendiri saat akan menyekolahkan sang anak.

terlebih banyak referensi yang menjadi acuan serta minat anak itu sendiri.


hmm.. saya galau pembaca :)

Anak saya satu bulan lagi berusia 3 tahun. Dia memang belum minta sekolah, tapi lingkungan saya kurang baik untuk tumbuh kembangnya (menurut saya sebagai ibunya) karena kami saat ini tinggal di ruko.

hampir tiap hari, 24 jamnya ijal (nama anak saya) menghabiskan waktu bermain dengan saya di dalam ruko yang sempit dan cukup engap ya hehe..

kita hanya keluar sesekali, saat ke pasar, ke stadion atau ke taman bermain anak-anak. Gak worth it dengan waktu main dia di dalam rumah.


nah.. dari situ.. kekhawatiran, atau boleh di bilang ketakutan saya muncul. 

takut dia anti sosial, takut dia nanti delay speech ya..  macem-macem lah pokoknya.

sampai pada suatu malam saya berdoa lirih "Ya Allah.. berikanlah yang terbaik untuk kami"

disitu, setelah membuat permohonan yang sangat khusyu.. saya tiba-tiba punya niat untuk menyekolahkan ijal.


Di sekolah, dia bisa bermain dengan banyak teman seumurannya, bertemu guru, dan paling penting dia dapat udara segar gak 'ngandang' terus di dalam ruko.


Masalah belum selesai, setelah saya menemukan sekolah yang tepat untuknya.

ndilalah ijal ini tipikal anak yang aktif. dia gak mau masuk kedalam kelas. gak mau duduk anteng seperti teman-temannya.

Oh My God !!! ekspektasi indah-indah saya luluh lantak karena ijal susah di rayu untuk masuk kelas.

tapi beruntungnya, disana, bu gurunya ngerti kalau tiap anak, beda karakter dan beda cara belajarnya. bahkan seumuran ijal ini emang belum full belajar sih di kombinasi aja bermain sambil belajar. Yahh seperti itulah.. ijal main prusutan sambil tanya jawab sama bu guru "Yang menciptakan matahari siapa?" ijal bisa jawab "Allah"


atau mewarnai gambar gunung sambil duduk di ayunan.


"Semangat lari-lari ya buk.." begitulah sambutan pak suami setiap saya datang dari sekolah.. hehe

liat aja ntar kalau ijal udah pintar, pasti tiap ditanya.. "uuhh pintarnya, anak siapa ini?" 

"Ayah"

ohh oke, saya tenggelam dalam butiran debu