Mohon tunggu...
Naura Raihana Kalisha
Naura Raihana Kalisha Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa S1 Universitas Airlangga

Seorang mahasiswa di Universitas Airlangga

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Begadang?

5 Juli 2022   07:35 Diperbarui: 5 Juli 2022   07:37 207 5 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Begadang bukanlah kebiasaan yang terdengar asing bagi masyarakat. Menurut KBBI, pengertian dari begadang adalah berjaga tidak tidur sampai larut malam. Kebiasaan ini seringkali dijumpai pada masyarakat terutama untuk kalangan anak muda dengan berbagai alasan. Para pelajar atau mahasiswa sering kali melakukan hal tersebut dengan alasan menyelesaikan tugas, belajar hingga larut malam atau alasan lainnya. 

Apalagi menjelang waktu ujian dimana kita dapat memanfaatkan waktu untuk menguasai materi. Begadang dijadikan alasan bagi mereka yang merasa tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Ketika mereka mengorbankan waktu tidur maka mereka akan memiliki waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. 

Tidak jarang juga terlalu asyik bermain gim atau media sosial sehingga mengakibatkan pengguna menjadi lupa waktu. Meskipun demikian, begadang memberikan efek buruk bagi kesehatan baik secara fisik maupun psikis. Hal ini akan berdampak pada aktivitas sehari-hari karena tubuh kita juga perlu untuk beristirahat sehingga tidak dapat bekerja secara optimal.

Terdapat banyak dampak buruk yang sering dirasakan seseorang setelah begadang baik secara langsung maupun tidak langsung saat menjalani aktivitas sehari-hari. Dampak yang dirasakan secara langsung yaitu sulitnya berkonsentrasi dan mudah lelah saat siang hari. Sementara dampak negatif lainnya diantara lain adalah sebagai berikut.

1. Meningkatkan risiko diabetes

Kondisi kurang tidur akan mempengaruhi hormon tubuh diantaranya meningkatnya hormon ghrelin yang merangsang lapar dan menurunnya hormon leptin yang merangsang rasa kenyang. Selain itu kurang tidur juga akan menurunkan sensitivitas hormon insulin sehingga dapat meningkatkan gula darah.

2. Meningkatkan berat badan atau obesitas

Terpengaruhnya hormon ghrelin dan leptin saat kurang tidur dapat mengakibatkan terganggunya pola makan sehingga berpotensi untuk meningkatkan berat badan. Selain itu, kuang tidur juga akan mengganggu sistem metabolisme tubuh dan pembakaran kalori. Kurangnya tidur juga dapat mengurangi kemampuan untuk beraktivitas secara aktif pada siang hari.

3. Menurunnya sistem imun

Ketika kita tidur, protein sitokin yang berfungsi untuk melawan infeksi akan dilepaskan. Sehingga jika kita kekurangan tidur maka akan mengganggu produksi protein sitokin yang berperan penting dalam sistem imunitas tubuh.

4. Menurunnya daya ingat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan