Mohon tunggu...
Naufal Luthfi Afif Habibullah
Naufal Luthfi Afif Habibullah Mohon Tunggu... Perangkai kata

Pemuda biasa yang ingin menjadi luar biasa dengan kerja keras

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Perkembangan Teknologi Informasi sebagai Pembelajaran Berbasis Online

24 April 2020   12:56 Diperbarui: 24 April 2020   13:15 571 1 0 Mohon Tunggu...

Pendidikan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan sangat  memiliki peranan penting dalam hal ini. Maka dari itu perlu peningkatan kualitas pendidikan yang hal itu dipengaruhi oleh sistem pendidikan. Dalam pendidikan terdapat proses belajar mengajar, yang pada hakikatnya adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari pendidik kepada peserta didik (Nasrudin, 2014).

Teknologi informasi (TI) mengalami perkembangan pesat yang bisa menjadi sebuah potensi dalam meningkatkan kualitas dari pendidikan. Internet menyimpan informasi tiada batas yang mampu digali untuk mengembangkan pendidikan. Dengan adanya internet, ruang lingkup belajar tidak ada yang bisa membatasi.

Pemanfaatan teknologi informasi bisa menjadi inovasi baru dalam penyampaian materi pembelajaran. Dengan adanya, teknologi informasi tersebut memungkinkan diselenggarakan pendidikan secara jarak jauh atau yang sering disebut dengan pembelajaran berbasis online. Namun, perlu untuk diingat bahwa penyampaian materi dalam pembelajaran penggunaan teknologi dapat dilakukan secara interaktif. Penyampaian materi  secara interaktif perlu dilakukan agar tujuan pembelajaran bisa tercapai secara efektif.

Mengidentifikasi keefektifan pembelajaran melalui perilaku atau tindakan, yaitu para dosen dan peserta didik yang bisa efektif dalam kelas, serta konteks pada proses pembelajaran yang berlangsung. Perilaku-perilaku pembelajar dapat sebagai acuan sebagai perilaku umum sebagai contoh pada ketepatan waktu, kecepatan dan saat penyampaian materi. Mahasiswa secara relatif memberikan anggapan bahwa beberapa perilaku umum dosen atau pengajar berhubungan mengenai hasil belajar tingkat lebih tinggi.

Pada lingkup lebih sempit , jaringan teknologi online dapat dilihat pada penggunaan online learning yang digunakan oleh para dosen. Dalam lingkungan belajar online (Henich, Molenda, Russel, dan Smaldino, 1999) mengungkapkan bahwa guru atau dosen atau pengajar lebih bertanggung jawab dalam membuat rancangan. Di samping itu, pengajar harus memahami tentang tujuan yang diharapkan kepada mereka berkenaan dengan berbagai respon terhadap stimulus yang dihadapinya.

Potensi belajar melalui online learning sedang mengalami perkembangan pesat. Pebelajar atau anak didik tidak perlu memiliki buku teks, dan buku yang tersimpan di perpustakaan. Dosen atau guru juga dapat memperoleh informasi bahan ajar dengan praktis. Sumber belajar yang dulu hanya sebuah impian, kini menjadi kenyataan.

Pengajar dan anak didik dapat bahu-membahu untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengakses informasi, membuka wawasan untuk lebih luas, dan pengajar dapat berdiskusi dengan pengajar lain secara online yang dapat membantu meningkatkan kualitas anak didiknya. 

Para pebelajar / anak didik dapat berpartisipasi secara aktif dalam belajar karena pengajaran dengan teknologi dapat menyediakan lingkungan belajar yang interaktif dan inovatif.

Ditambah lagi, pembelajaran memanfaatkan teknologi dapat menyajikan informasi dalam berbagai bentuk seperti tampilan visual video, dan rekaman suara. 

Dalam konteks belajar secara online, pebelajar dapat berhubungan secara cepat dengan teks, gambar, suara, data, video dua arah yang kemudian dapat menimbulkan perubahan peran dosen-guru dan pebelajar/anak didik/mahasiswa. 

Perubahan peran dapat nampak pada saat diaksesnya informasi pembelajaran yang tanpa menunggu kehadiran dosen-guru di kelas. Informasi tersebut dapat mengaksesnya tanpa mengenal waktu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN