Mohon tunggu...
Naufal Taufiqul
Naufal Taufiqul Mohon Tunggu... Mahasiswa

Berusaha menjadi Mahasiswa yang berguna

Selanjutnya

Tutup

Diary

Gresik, dengan Budaya Kopinya

12 April 2021   09:29 Diperbarui: 12 April 2021   10:27 77 0 0 Mohon Tunggu...

Gresik, ibukota dari Kabupaten Gresik yang terletak tidak jauh dari Ibukota Jawa timur, dapat ditempuh hanya dalam waktu 30 menit saja jika melalui akses tol. Kota yang dikenal dengan sebutan "Kota Santri" ini menyimpan banyak sekali cerita. Mulai dari kisah persebaran agama Islam yang diinisiasi oleh Wali Songo, hingga berbagai macam hidangan yang menggugah selera. 

Ada yang menarik jika menyusuri jalanan Kota Gresik, terlihat banyak sekali berdiri warung-warung kopi di berbagai penjuru Kota Gresik. Ada yang berdiri dengan bangunan permanen, bahkan semi permanen. Tidak jelas siapa yang memulai "Tradisi" ini, atau yang membangun warung kopi pertama di Kota Gresik. 

Namun yang jelas, keberadaan warung kopi di Kota Gresik lambat laun menjadi sarana masyarakat Kota Gresik untuk berkumpul, saling bertukar aspirasi. Tidak hanya masyarakat kecil, masyarakat kaum menengan atau bahkan pejabat pun sering mampir hanya sekedar minum kopi atau mencari aspirasi masyarakat. 

Menariknya, banyak dijumpai warung kopi dengan memiliki ciri khas tertentu. Seperti yang disajikan di Warung Kopi Saring 'Cak Shodi' yang berlokasi di Desa Suci tersebut. Disini, kopi susu ataupun kopi hitam disajikan dengan metode "Kopi Kasar", yaitu kopi dengan ampas yang sangat banyak namun memiliki rasa yang sangat kuat. 

Uniknya, untuk menyingkirkan ampas kopi yang mengapung tersebut, pemilik warung menyediakan saringan kecil seukuran gelas kopi untuk menyaring kopi dari ampasnya. 

Sajian ini bisa dinikmati cukup dengan merogoh kocek Lima Ribu Rupiah saja. Tidak hanya kopi, warung kopi ini juga menyajikan minuman yang umum dijual seperti teh manis, dan minuman cepat saji lainnya. 

Kehadiran berbaagai warung kopi di Kota Gresik seakan menjadi sarana bagi masyarakat Kota Gresik untuk melepas penat setelah sehari penuh bekerja mencari nafkah. Ini menandakan bahwa ekonomi masyarakat Kota Gresik sudah berputar dengan baik dan solidaritas antar UMKM sangat tinggi. Karena jika melihat kilas balik sejarah, Kota Gresik dulunya merupakan Kota pelabuhan yang sangat ramai.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x