Mohon tunggu...
Naufal Mafazi
Naufal Mafazi Mohon Tunggu... Jawaban masalah terikini

Positif Berkarya.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Psikologi Menjawab Krisis Regenerasi Petani

22 September 2019   00:19 Diperbarui: 22 September 2019   01:00 0 0 0 Mohon Tunggu...

Nyanyian lagu kolam susu milik Koes Plus mengingatkan betapa indahnya negeri Indonesia. Bisa dibayangkan betapa sejahteranya Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah. Banyak bukti yang menceritakan Indonesia adalah negara hebat dengan segala ciptaan yang diberikan Tuhan. Contoh saja dalam pertanian. Indonesia sempat dikenal sebagai lumbung pangan dunia. Sejarah mencatat Indonesia pernah memproduksi beras mencapai lebih dari 100.000 ton tahun 1986, hingga hasil panen tersebut disumbangkan secara sukarela pada FAO untuk petani miskin dunia. Bahkan ditengah krisis ekonomi 98, sektor pertanian mampu bertahan disbanding dengan sektor lainnya. ini cukup membuktikan bahwa Indonesia hebat dalam segi pertanian.   

Namun mungkin itu hanya soal cerita masa lalu. Kini pertanian tengah dirundung masalah. Salah satunya adalah regenerasi petani. Meskipun berbagai data menunjukkan pekerjaan petani mendominasi di negeri ini, tapi dapat dicermati di dalam data. Berapa banyak penurunan setiap tahun jumlah petani, berapa banyak petani yang semakin tua, dan berapa banyak professional di bidang petani sekarang.

Memang pemerintah sedang berupaya mementaskan persoalan regenerasi petani di negeri ini Seperti progam setiap presiden yang menjabat untuk pro-petani. Tidak hanya itu saja, keseriusan itu juga didukung dengan progam Badan Ketahanan Pangan Pertanian tentang regenerasi pertanian. Namun, entah mengapa selalu mengklaim bahwa telah berhasil menurunkan angka, menaikkan kualitas, memberikan hak-hak pada petani. Jika dilihat dari fakta, angka tersebut seperti ibarat kumpulan angka yang tak bermakna. Keseriusan pemerintah tentang ketahanan pangan dan mewujudkan nawacita harus benar-benar kuat dari hulu hingga hilir.  

Pemerintah harusnya mengajak banyak ahli untuk membicarakan persoalan krisis regenerasi petani ini. Persoalan krisis regenerasi petani tidak hanya berhenti pada keilmuan pertanian saja. Penekanan satu masalah harusnya dapat di diskusikan dengan berbagai pihak karena masalah petani tidak hanya sistem tapi juga terdapat perilaku manusia yang penting dicermati. Keilmuan yang membahas perilaku manusia adalah psikologi. Prinsip penting yang harus dipahami bahwa hama tidak hanya berasal dari hewan saja, akan tetapi justru perilaku manusia dapat menjadi hama dengan masalah sustainable agriculture.

Massalah seperti peran pengasuhan, trauma anak terhadap pertanian, bullying pada anak petani, urban para pemuda desa, pilihan karir, gender, deprivasi relatif petani bahkan media massa yang tak henti-hentinya memproduksi pesan tersirat bahwa petani adalah pekerjaan rendahan. Ini sudah menjadi bukti bahwa peran psikologi kususnya pertanian dapat menjadi solusi besar untuk membuat kebijakan skala kecil dan besar. Pemerintah harus berupaya menggandeng SDM ahli dalam psikologi kemudian mendiskusikannya sebagai pemecahan masalah. Namun, kembali lagi. Jika pemerintah serius menanggapi masalah krisis regenerasi petani.  

@naufal.mafazi