Mohon tunggu...
Edukasi

Permasalahan Kemanusiaan di Bumi Pertiwi

14 Mei 2019   22:27 Diperbarui: 14 Mei 2019   22:48 0 1 0 Mohon Tunggu...
Permasalahan Kemanusiaan di Bumi Pertiwi
screenshot-20190514-223224-samsung-internet-5cdae28375065704e473ac33.jpg

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatnya, penulis diberi   kesehatan baik secara jasmani maupun rohani sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah Pendidikan Kewarganegaraan yang berjudul "Kemanusiaan di Bumi Pertiwi" ini dengan baik dan tepat waktu.

Makalah ini disusun dengan tujuan supaya mendapatkan nilai dalam penilaian Examen Pancasila Project II.

Penulis mengucapkan terima kasih khususnya kepada Frater Antonius Bagas, SJ. yang telah memberikan tugas ini kepada penulis dan KKL #69 lainnya, sehingga penulis dan KKL #69 dapat mengerti dan memahami tentang permasalahan kemanusiaan yang ada di Indonesia.

Makalah ini membahas mengenai tindak dan perilaku kemanusiaan yang terjadi di bumi Indonesia ini. Penulis menyertakan data mengenai korban pelecehan seksual, konflik kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, serta tanggapan penulis terhadap konflik tersebut.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk makalah ini. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.

Semarang, 9 Mei 2019

Penulis

PEMBAHASAN

Pelecehan atau kekerasan seksual merupakan salah satu masalah kemanusiaan yang tidak jarang terjadi di Indonesia. Pelecehan seksual terhadap perempuan, maupun anak kecil kerap kali kita dengar pada era sekarang ini. Menurut Komnas Perempuan, rata-rata 35 perempuan menjadi korban kekerasan seksual di Indonesia setiap harinya. Hampir 70 persen dari kasus kekerasan terhadap perempuan, baik fatal maupun nonfatal, dilakukan oleh anggota keluarga atau pasangan. Tetapi masih banyak orang yang menganggap enteng dan remeh tentang permasalahan ini. Bahkan, mungkin masih banyak orang yang tidak peduli dengan permasalahan seperti ini.

Tentunya, pelecehan seksual merupakan salah satu masalah yang serius, dan bila tidak ditangani dengan baik akan berdampak buruk pada perkembangan psikologis bagi korban yang dilecehkan. Korban bisa mengalami trauma secara fisik maupun mental. Meski konsekuensi dari setiap kejahatan dan pengalaman korban berbeda, ada bukti yang berkembang tentang hubungan antara korban kekerasan seksual dengan kesehatan mental dan fisik. Cedera fisik dan kematian adalah konsekuensi paling jelas dari kasus kekerasan.

Menurut informasi dari Komnas Perempuan, dikatakan bahwa pada tahun 2018 pengaduan mengenai kasus pelecehan seksual terhadap perempuan meningkat sebanyak 14 persen dibanding dari tahun sebelumnya. Hal itu mungkin disebabkan karena perempuan sekarang ini lebih berani untuk melaporkan kasus pelecehannya. Seperti tahun sebelumnya, wilayah tertinggi yang mencatat angka pengaduan kekerasan terhadap perempuan (termasuk anak perempuan), adalah Propinsi Jawa Tengah, Propinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Untuk kali ini, saya akan membahas salah satu permasalahan kemanusiaan di Indonesia yang juga masih terkait dengan pelecehan atau kekerasan seksual. Baru -- baru ini terdapat berita Pelaku Pedofilia Lecehkan 6 Anak di Kendari. Pedofilia sendiri berarti gangguan seksual yang berupa nafsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 14 tahun. Orang yang mengidap pedofilia disebut pedofil. Melihat dari judulnya saja sudah miris dan membuat penulis cukup prihatin dengan masalah kemanusiaan yang benar -- benar terjadi sekarang ini di Indonesia. Menurut berita -- berita yang ada, dikatakan bahwa pelaku pedofilia yang melecehkan 6 anak SD ini merupakan mantan anggota TNI. Pelaku menculik dan memperkosa 6 korban yang masih SD, modus yang digunakan untuk menculik korban adalah berpura-pura sebagai orang suruhan orangtua yang diutus untuk menjemput korban di sekolah. Lalu setelah berhasil membawa korban, pelaku akan mengajak korban ke hutan dan melakukan kekerasan seksual kepada korban.

Setelah membaca berita ini saya merasa lega karena ternyata pelaku sudah ditindak lanjuti dan ditangkap oleh kepolisian setempat. Saya merasa sangat kasihan terhadap korban, karena di usia mereka yang masih terhitung kecil mereka sudah menjadi korban pelecehan seksual. Tentunya hal itu akan membuat mereka trauma secara fisik maupun mentalnya. Maka kita selayaknya warga negara yang baik harus berusaha untuk memberantas kasus pelecehan seksual ini dengan cara yang paling mudah dahulu yaitu berani melaporkan tindak pelecehan yang terjadi baik terhadap diri kita sendiri maupun kerabat kita kepada pihak yang berwenang.

REFLEKSI

Dari permasalahan kemanusiaan yang saya sampaikan di bagian pembahasan mengenai pelecehan atau kekerasan seksual yang terjadi pada anak SD, saya merasa iba kepada para korban karena mereka masih terlalu kecil untuk dihadapkan kepada masalah berat seperti itu. Tapi di lain sisi, saya merasa sangat bersyukur karena Tuhan memberikan kehidupan yang indah kepada saya. Kehidupan yang tentram tanpa dibebani masalah berat seperti apa yang anak -- anak itu alami.

Disini saya menjadi sadar dan mengerti bahwa saya harus selalu bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada saya. Jika terkadang saya masih sering mengeluh, sekarang saya akan semakin paham dan mulai untuk selalu bersyukur mengenai apa yang saya alami karena ternyata masih banyak orang di luar sana yang memiliki kehidupan dan masalah yang lebih berat dari saya. Saya juga menjadi tersadarkan untuk bisa bercompassion atau bersimpati serta membantu teman - teman saya yang mengalami kesulitan

PENUTUP

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2