Mohon tunggu...
Natasha Desta
Natasha Desta Mohon Tunggu... Mahasiswi Sosiologi UIN Sunan Kalijaga

Sociology student | Social interest | Journalism enthusiasts

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Auguste Comte, Hukum Tiga Tahap, dan Kaitannya Dengan Realitas Masyarakat Indonesia

25 Oktober 2020   23:24 Diperbarui: 26 Oktober 2020   06:42 966 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Auguste Comte, Hukum Tiga Tahap, dan Kaitannya Dengan Realitas Masyarakat Indonesia
(sumber: id.wikipedia.org) 

Isidore Auguste Marie Francois Xavier Comte atau yang lebih dikenal dengan Auguste Comte merupakan salah seorang filsuf asal Perancis yang lahir di Montpellier sekitar 2 abad lalu, tepatnya pada 19 Januari 1798. Comte adalah anak seorang bangsawan yang berasal dari keluarga berdarah katolik. Dalam ebook berjudul Classical Sociological Theory karya George Ritzer dan Jefrrey Stepnisky, diterangkan bahwa Comte tidak pernah mendapat gelar sarjana sebab ia dan kelasnya diberhentikan dari Ecole Polytechnique akibat pemberontakan dan gagasan politik mereka. Dari sinilah Comte bertemu Henry de Saint Simon, seorang filsuf yang memengaruhinya untuk mulai mengembangkan pandangan terkait kajian positivisme atau dikenal juga dengan istilah filsafat positif.

Dalam perkembangannya, Auguste Comte dianggap sebagai bapak Sosiologi karena ia merupakan orang pertama yang mencetuskan istilah "Sosiologi" dan membedakan antara ruang lingkup dan isi sosiologi dari ruang lingkup dan isi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Adikaryanya yang fenomenal adalah "Cours de Philosophie Positive" yang terbit dalam enam jilid. 

Setelah berkenalan dengan sosok Auguste Comte, penulis akan mengajak kalian untuk membahas lebih jauh terkait teorinya yang cukup populer yakni "Law of Three Stage" atau teori evolusi hukum tiga tahap. Dikutip dari jurnal bertajuk "Kontribusi Pemikiran Auguste Comte (Positivisme) Terhadap Dasar Pengembangan Ilmu Dakwah" karya Ulfatun Hasanah, menurut Comte (dalam Cours de Philosophy Positive) perkembangan pemikiran manusia berlangsung dalam tiga tahap, yaitu tahap teologis, metafisis, dan positif. Perkembangan yang demikian itu berlaku baik bagi perkembangan pemikiran perorangan, maupun bagi perkembangan pemikiran seluruh umat manusia.  Berikut adalah penjelasan terkait tiga tahap perkembangan intelektualitas yang dimaksud: 

1. Tahap Teologis

Teologis merupakan tahap awal perkembangan pemikiran manusia yang diperkirakan muncul sebelum tahun 1300 M. Menurut Comte, pada tahap ini manusia masih beranggapan bahwa  semua benda di dunia ini memiliki kekuatan supranatural. 

2. Tahap Metafisis 

Ini adalah tahap menengah dari perkembangan pemikiran manusia yang diperkirakan muncul sekitar tahun 1300 sampai 1800 M. Pada tahap ini, pemikiran manusia mulai mengalami transisi dari tahap teologis ke positif yang ditandai dengan kepercayaan terhadap dewa dan kekuatan alam. 

3. Tahap Positif

Setelah tahun 1800 M muncul tahap positif (ilmiah), ditandai dengan masyarakat yang mulai meninggalkan kepercayaan supranatural dan mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menerangkan terjadinya gejala-gejala alam. Hal ini karena masyarakat mulai mengedepankan intelektualitas. 

Menurut pemahaman penulis, pemaparan di atas telah membuktikan bahwa teori hukum tiga tahap ini cukup relevan jika dikaitkan dengan realitas perkembangan masyarakat Indonesia hingga saat ini. Mari kita kaitkan tahapan pertama yakni teologis dengan kondisi masyarakat masa praaksara. Pada masa itu, kepercayaan manusia masih seputar animisme dan dinamisme. Masyarakat masih berpegang teguh pada segala bentuk kekuatan supranatural baik yang berasal dari benda maupun roh leluhur. Kemudian masuk pada tahap metafisis yang ditandai dengan merebaknya pengaruh Hindu-Budha dan kepercayaan lain yang diiringi dengan munculnya ilmu pengetahuan. Pada tahap ini masyarakat mulai mempercayai adanya dewa yang memengaruhi kehidupan mereka. Di sisi lain, mereka juga mulai mengembangkan pengetahuan melalui aktivitas niaga, pelayaran hingga penggunaan mata uang. Sementara masuknya kolonialisme dan imperialisme yang menguasai masyarakat justru merupakan implementasi tahap positif, hal tersebut ditandai dengan perkembangan teknologi yang mendorong masyarakat untuk terus maju dan berkembang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x