Mohon tunggu...
Natalis Ransi
Natalis Ransi Mohon Tunggu... begini saja

Iman, pengharapan dan kasih...

Selanjutnya

Tutup

Digital

Pengantar Perancangan Basis Data Relasional

21 Januari 2020   11:44 Diperbarui: 21 Januari 2020   12:02 47 0 0 Mohon Tunggu...
Pengantar Perancangan Basis Data Relasional
Rancangan Basis Data (Dok. Pribadi)

Basis data relasional merupakan sebuah istilah yang dipakai untuk menyebut sekumpulan entitas yang saling berelasi pada sebuah skema basis data. Pada kasus spesifik, entitas dapat berupa tabel atau file. Penting sekali mahasiswa memahami dengan baik apa itu entitas. Kita akan membahas khusus tentang ini diartikel lain. Kali ini kita akan membahas salah satu tahapan penting pada desain basis data, yaitu normalisasi.

Tujuan utama sebuah basis data relasional perlu dilakukan normalisasi, lebih tepatnya diuji normalitasnya untuk 'membuktikan' bahwa basis data yang telah disusun dapat dikatakan 'baik'. Fatansyah (2012) menyatakan bahwa  agar sebuah basis data yang dibuat dapat dikategorikan 'baik' maka harus diawali dengan proses perancangan. Kita dapat menggunakan pemodelan basis data beorientasi objek (Utomo, 2010), normalisasi data (Fatansyah, 2012), atau The Entity Relationship Model (E-R Model) (Silberschatz, dkk. 2011) untuk memulai perancangan basis data.

Ketiga pendekatan tersebut pada intinya menyatakan bahwa diawal perancangan basis data sangat penting bagi kita untuk memahami betul proses bisnis terhadap objek sistem yang sedang kita susun. Kemampuan melakukan ekstrasi terhadap proses bisnis utama dan ekstrasi terhadap entitas dasar sangat menentukan kesuksesan kita dalam menghasilkan basis data yang baik. 

Tiga hal yang ditekankan adalah temukan entitas dasar,  tentukan hubungan antar entitas dasar (nilai kardinalitas) tentu saja berdasarkan proses bisnis yang sudah ditetapkan diawal, dan tentukan atribut setiap entitas dasar maupun atribut yang mungkin saja muncul akibat relasi dua buah entitas atau lebih.

Silberschatz, dkk. (2011) menyatakan bahwa ketika kita mengahasilkan Entity Relationship Diagram (ERD) yang dirancang menggunakan pendekatan E-R Model, maka skema basis yang dapat langsung ditranformasi secara langsung dari E-R Model tersebut. Hanya saja skema basis data yang dihasilkan akan sangat tergantung dari seberapa baiknya E-R Model kita. Fatansyah (2012) menggunakan istilah pada saat transformasi dari E-R model ke skema basis data sebaiknya dilakukan secara "hati-hati". 

Pada beberapa kasus di tugas akhir mahasiswa yang saya uji, kesan ini saya dapatkan, bahwa proses tranformasi E-R model yang dilakukan kebanyakan tidak berhasil dengan baik, mungkin karena kurang "hati-hati". Hal ini terlihat dari entitas yang terdapat dari E-R model tidak mencerminkan proses bisnis secara nyata di organisasi yang sedang dikaji. Misalnya, terdapat entitas dasar yang dianggap sebagai atribut akan entitas yang lain dalam ERD yang dihasilkan.

 Sebagai solusi, saya menyarankan untuk melakukan perancangan basis data kombinasi  antara E-R model dan penggunaan prinsip normalisasi sebagaimana disarankan oleh Fatansyah (2012) jika memang Anda belum terlalu memiliki pengetahuan yang mantap tentang perancangan basis data. Ransi (2019) telah memberikan salah satu contoh kasus penerapan ER-Model yang secara langsung ditranformasi dalam skema basis data.

Pustaka

Fatansyah, 2012, Basis Data Edisi Revisi, Informatika, Bandung.

Ransi, N., (2019) "Memahami Sistem Basis Data Relasional Melalui MySQLWokrbench". Kompasiana.

Silberschatz, A., Korth, H.F., Sudarshan, S., 2011, Database System Concept, Sixth Edition, McGraw-Hill, NY, USA

Utomo, W., H., 2010, Pemodelan Basis Data Berorientasi Objek, Penerbit ANDI, Yogyakarta.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x