Mohon tunggu...
Nasya Salsabila
Nasya Salsabila Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

Hobi saya mengambar

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Haru Biru

26 September 2022   09:09 Diperbarui: 26 September 2022   09:18 69 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

                    https://pin.it/43ktVwJ

Sepuluh tahun yang lalu lahirlah di RS Cahya kawaluyan seorang bayi laki-laki yang terlahir dari rahim ibuku. Ibuku melahirkan penuh dengan perjuangan dan kebahagiaan. Bayi laki-laki itu bernama Davin Ardani Aditiyan, dia merupakan adik laki-lakiku. Adikku lahir secara Caesar dan berat badan adikku kurang seperti bayi biasanya. Setelah ibuku dirawat beberapa hari di RS Cahya Kawaluyan karena masih masa pemulihan. Beberapa hari kemudian Ibuku dibolehkan dokter pulang karena ibuku sudah bisa berjalan dan pemulihan Caesar lebih cepat.

Setelah itu ibuku dijemput oleh ayahku di rumah sakit menggunakan mobil dan membawa bayi kecil di pangkuan ibuku, aku pun ikut pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah banyak orang yang menyambut adikku seperti saudara-saudara dan tetangga pun kedatangan. Banyak orang yang menjauh dan membawakan kado untuk adikku. Ada beberapa tetangga berkata adikku tidak mirip dengan kakaknya yaitu aku. 

Setelah beberapa hari pulang dari rumah sakit dan 3 hari kemudian sekeluarga mendapatkan kabar Kakekku yang ada di Ciamis telah meninggal, dan semua keluargaku sedih mendengar kabar duka ini. Posisinya aku sedang tidur dan terdengar tangisan dari Ayahku. Ibuku membangunkanku dan berkata 

"Teh bangun si Kakek meninggal"

Setelah mendengarkan berita itu aku pun menangis, ibuku pun menenangkanku dan menyuruh untuk siap-siap bergegas menyiapkan pakaian yang harus dibawa ke Ciamis. Adik kecil yang baru lahir seminggu sudah dibawa jauh. Baru saja aku bahagia karena adikku telah lahir tetapi mendengar kabar yang membuat sedih karena kakekku meninggal. Memang di saat ibuku sedang di rumah sakit, kakekku dirawat di rumah sakit Hasan Sadikin di bandung karena mempunyai penyakit jantung. Hatiku sangat sedih sekali karena aku tidak bisa bermain dan bercanda bersama Kakekku ketika aku berlibur ke Ciamis. Setelah beberapa jam di perjalanan kita sampai di Ciamis, adikku yang masih bayi untungnya tidak rewel pada saat di perjalanan.

Sesampainya di sana semua orang sedang menangis dan ayahku sangat sedih sekali karena ditinggal oleh orang tuanya. Semua orang sangat berduka, posisi sampai di sana itu malam hari oleh karena itu jenazah belum dimakamkan karena menunggu ayahku datang. Akhirnya jenazahnya dimakamkan pukul 08.30 malam karena sudah diwajibkan di sana harus dimakamkan hari itu walaupun malam hari. Seesok paginya aku semua sekeluarga dan saudara-saudara pergi ke makam karena tidak ikut menguburkan pada malam hari, pada waktu itu tidak diperbolehkan karena sudah malam hari jadi yang ikut menguburkan saudara yang cowok-cowok saja.

Suasana di sana sangat beda sekali sebelum Kakek meninggal aku sangat senang sekali ketika aku selalu diajak pergi ke sawah ataupun ke sungai. Aku sangat sedih sekali semuanya tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi. Suasana di sana masih berduka, semua saudara masih merasakan kesedihan, tetapi aku dan saudara-saudaraku harus ikhlas ketika seseorang yang telah pergi untuk selama-lamanya, aku mengeluh dan bercerita kepada ibuku, ibuku selalu berkata

"Nah Allah lebih sayang sama kakek, kamu harus mencoba ikhlas untuk kepergian kakek"

Karena ibuku berkata seperti itu aku malah tambah menangis lalu ibuku berkata lagi

"Nggak apa-apa nak kamu sekarang sedih, tetapi jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan, nanti kakek sedih melihat kamu selalu nangis"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan