Mohon tunggu...
Nara Ahirullah
Nara Ahirullah Mohon Tunggu... Konsultan - @ Surabaya - Jawa Timur

Jurnalis | Pengelola Sampah | Ketua Yayasan Kelola Sampah Indonesia (YAKSINDO) | Tenaga Ahli Sekolah Sampah Nusantara (SSN) | Konsultan, Edukator dan Pendamping Program Pengelolaan Sampah Kawasan. Email: nurrahmadahirullah@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

Penerapan Sirkuler Ekonomi dalam Persampahan

9 Desember 2022   08:06 Diperbarui: 9 Desember 2022   18:08 398
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Keberadaan pemulung bergerak adalah bukti sirkuler ekonomi persampahan belum menyentuh substansi. (Dokumentasi pribadi)

Padahal, sangat jelas bahwa "benda utama" dalam pembahasan sirkuler ekonomi adalah sampah. Para akademisi maupun praktisinya mayoritas disibukkan dengan linier ekonomi. Sehingga urusan sampah masih dikelola secara sirkuler teknis.

Dalam sistem ekonomi semua hal harus bernilai ekonomis agar tidak diperlakukan
Dalam sistem ekonomi semua hal harus bernilai ekonomis agar tidak diperlakukan "buang" tapi diperlakukan pilah dan kumpulkan. (Dokumentasi pribadi)

Karena itu, sirkuler ekonomi dalam persampahan masih jauh dari subtansinya. Masalah sampah masih terbatas pada hal-hal teknis yang diselesaikan dengan peralatan dan mesin. Belakangan terbukti bahwa peralatan dan mesin tidak mampu mengimbangi volume "produksi" sampah setiap jam, hari, minggu, bulan dan tahun.

Sebagaimana revolusi industri yang merupakan implementasi dari linier ekonomi, pengelolaan sampah dengan konsep sirkuler ekonomi juga membutuhkan revolusi. Sumber daya yang dibutuhkan dalam penerapan sirkuler ekonomi akan sama bobotnya dengan revolusi industri.

Penerapan sirkuler ekonomi pada sampah selangkah lebih komplek dari sirkuler teknik. Dalam sirkuler ekonomi, sampah dikelola sejak dari perencanaan produk hingga akhir penggunaan produk. Di mulai dari produsen dan berakhir di produsennya juga.

Kendati berangkat dan berpulang pada produsennya, sirkuler ekonomi sampah tetap melibatkan semua pihak yang berada di antara proses produksi dan daur ulang. Konsumen dan pengelola sampah antara lain yang bakal terlibat dalam sistem sirkuler ekonomi sampah.

Sistem sirkuler teknis seperti yang sudah berjalan saat ini hanya perlu penambahan titik pengelolaan agar sampah sebagai sumber daya tak ada yang terbuang. Titik yang terutama harus dilibatkan adalah konsumen.

Pengguna akhir produk (konsumen) harus terlibat dalam tahap sorting (pemilahan). Agar sampah organik dan anorganik tidak tercampur. Setidaknya ada minimal dua jenis pemilahan sampah dilakukan. Kualitas pemilahan akan terus meningkat seiring kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah.

Syarat untuk membuat masyarakat terlibat dalam sirkuler ekonomi minimal ada enam aspek. Yakni, aspek regulasi, aspek kelembagaan, aspek teknologi, aspek pembiayaan, aspek partisipasi masyarakat, dan aspek bisnis. Seluruh aspek ini harus simultan. Sebab, antara satu dengan yang lain saling berkaitan, berhubungan, dan saling meniadakan jika tak simultan.

Telah banyak sekali bukti bahwa pengelolaan sampah akan macet dan berhenti jika enam aspek itu tak dijalankan simultan. Banyak sekali fasilitas pengelolaan sampah akhirnya mangkrak dan rusak tak terpakai karena hal itu. Akhirnya sampah kembali dibuang ke tempat pemrosesan/pembuangan akhir (TPA).

Penerapan sirkuler ekonomi tidak akan berjalan jika masih ada pihak yang tidak mendapatkan keuntungan ekonomi sama sekali. Bukan juga sirkuler ekonomi jika ada pihak yang mendapatkan untung berlipat-lipat dalam pengelolaan sampah, sementara ada pihak yang "buntung".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun