Mohon tunggu...
Naomi Natasia
Naomi Natasia Mohon Tunggu... Blessed

Ordinary people

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Cerita Bersama Kereta Api

1 Juni 2019   13:35 Diperbarui: 1 Juni 2019   13:37 0 0 0 Mohon Tunggu...

Libur telah tiba .. libur telah tiba .. HORE! HORE! ..

Begitulah rasa senang yang muncul ketika menjelang hari libur. Hari raya lebaran identik dengan mudik atau pulang ke kampung halaman bertemu dengan keluarga. Liburan kali ini walaupun saya tidak ikut merayakan lebaran namun tetap ikut menikmati hari liburnya dan tujuan saya ialah Surabaya. Bukan kampung halaman, namun disitulah kedua orang tua saya berada.

Setelah dari surabaya rencananya akan menuju kota Malang dimana kami sebelumnya menetap. Tidak ada rencana khusus untuk berlibur kali ini, hanya untuk berkumpul bersama keluarga berbagi cerita, namun tidak menutup kemungkinan secara tiba-tiba akan langsung meluncur ke suatu tempat yang bisa dikatakan wisata liburan.

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang cukup cepat tanpa macet, harga terjangkau, fasilitas sudah cukup nyaman, serta disiplin dalam waktu, menjadi pilihan saya dalam perjalanan dari Jogja menuju Surabaya. Selalu setiap hendak liburan maupun kembali melanjutkan kuliah di Jogja, kereta api menjadi pilihan saya.

Dulu memang kereta api dikenal dengan ramai berdesakan, kotor, banyak copet, bau kurang sedap, sangat berbahaya apalagi untuk perempuan dan anak-anak. Namun beda dengan sekarang, kereta api sudah bersih, nyaman, aman, terjaga kualitasnya serta sudah tidak berbahaya lagi untuk perempuan dan anak-anak.

Sesuai dengan anjuran pemerintah mengharapkan masyarakat menggunakan moda transportasi umum saat mudik guna menghindari kemacetan yang semakin parah setiap tahunnya, kereta api tergolong familiar dan cukup banyak masyarakat yang memilih moda transportasi ini karena pembaharuan fasilitas dan pelayanan yang semakin baik setiap tahunnya. Mampu mengangkut cukup banyak penumpang dalam sekali jalan, memiliki jalur tersendiri tanpa menimbulkan serta terjebak dalam kemacetan, waktu tiba dan berangkat yang on time, cukup membantu pemerintah dalam menanggulangi permasalahan mudik.

Liburan yang menyenangkan tidak harus dengan berpergian ketempat-tempat mahal, kuliner makanan mahal, berbelanja barang ternama, namun sesungguhnya liburan dapat kita gunakan untuk beristirahat dari kepadatan aktifitas, berkumpul bersama orang-orang yang kita sayang dan rindukan, berbagi cerita pengalaman selama merantau, memberikan sukacita yang lebih kepada mereka. Pergi ke tempat mahal, makan dan belanja ditempat ternama itu hanyalah bonus dari Sang Pencipta. Gunakanlah waktu liburan secara bijak untuk membahagiakan orang yang kita sayang selagi masih ada kesempatan.

Selamat berlibur, hati-hati dijalan, Tuhan Yesus Memberkati!

KONTEN MENARIK LAINNYA
x