Mohon tunggu...
Nanda Nuriyana SSiTMKM
Nanda Nuriyana SSiTMKM Mohon Tunggu... Tenaga Kesehatan - Praktisi dan Akademisi

BERTUGAS DI RUMAH SAKIT dr FAUZIAH BIREUEN BAGIAN KONSELOR HIV AIDS

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Sebuah Tekad Hidup di Antara Keganasan

28 Mei 2021   03:00 Diperbarui: 28 Mei 2021   03:07 204
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Terkadang ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Manis pahitnya kehidupan senantiasa mengikuti alur ketentuan Sang Pencipta. Selagi masih bernapas hal tersebut adalah mutlak akan kita hadapi sampai penghujung nyawa.

Beberapa fenomena ditemui dalam masyarakat terkait teknologi modern di era globalisasi ini. Kemajuan tersebut memudahkan relasi intens, demikian juga hubungan komunikasi antar personal semakin terjangkau aksesnya. 

Situasi ini diikuti oleh perkembangan sisi negatif lainnya, daya sensor yang minim menimbulkan perilaku berisiko di antara masyarakat komunitas tertentu. Sering kali kita melihat faktor menjamurnya PSK (Pekerja Seks Komersil) online, merupakan salah satu pintu masuk penyebaran penyakit HIV.

Menyongsong bonus demografi pada tahun 2030 mendatang, kita memiliki aset golongan usia muda,  hingga memperoleh benefit ketenagakerjaan produktif. 

Alih-alih kelemahan kontrol, menuai pertambahan jumlah Odha (orang dengan HIV-AIDS) pada usia remaja dan dewasa awal. Ada apa sih, di balik semua itu?

Sebuah fenomena gunung es siap meruntuhkan kekuatan dan menggambarkan kejadian yang sesungguhnya. Secara masif virus HIV melumpuhkan tekad anak bangsa. Jangan pernah menyerah selagi ada peluang bangkit berjuang meninggalkan keterpurukan. 

Beberapa istilah yang tiada asing lagi, HIV (Human immune virus), virus yang melemahkan kekebalan tubuh manusia. Aids (Acquired immune deficiency syndrom) melemahnya sistem kekebalan tubuh hingga timbulnya berbagai macam gejala penyakit infeksi opportunity pada Odha. 

Orang yang baru terpapar virus HIV, belum terdeteksinya virus pada hasil pemeriksaan darah kecuali memakai uji tes ELISA (Enzyme-linked immunosorbent assay) dengan sensivitas tinggi. 

Pengidap virus HIV selama tiga bulan pertama, keakurasian dengan pemeriksaan laboratorium belum cukup jelas, cenderung tanpa gejala, berpotensi menularkan pada individu lainnya. Masa ini disebut window periode. Hal yang paling dilarang pada periode jendela adalah ikut mendonorkan darah kepada pihak yang membutuhkan.

Lalu, siapa yang bisa terkena virus HIV tersebut?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun