Tekno Pilihan

Trik Agar Postingan di Kompasiana Muncul pada Halaman Satu Google

14 April 2018   14:22 Diperbarui: 1 Mei 2018   05:51 1201 6 1
Trik Agar Postingan di Kompasiana Muncul pada Halaman Satu Google
Gambar 1 : Dokumentasi artikel tentang Banjir Ciledug Cirebon di Kompasiana yang ketika di kolom pencarian diketik

Sejak kali pertama dibuat yaitu pada tanggal 26 Februari 2018, artikel di Kompasiana yang memuat cerita dan informasi tentang banjir bandang di Ciledug Cirebon pada tanggal 23 Februari 2018 selalu pageone atau masuk halaman pertama Google Search bahkan di posisi teratas.

Setidaknya posisi pageone tersebut berlangsung hingga hari ini tanggal 15 April 2018, dimana pada hari ini saya mencoba memberikan sedikit pengalaman agar artikel yang kita tulis mampu teratas atau diatas artikel lain yang memuat content (informasi/berita/cerita/dan lainnya) yang sama temanya seperti artikel kita.

Artikel di Kompasiana yang saya tulis ini mengalahkan artikel dengan tema yang sama dari berbagai portal berita nasional. Sekedar mengingatkan, peristiwa banjir di Ciledug Cirebon (23/02/18) merupakan peristiwa bencana besar karena merendam lebih dari 7 Desa dengan ketinggian mencapai 3 meter lebih atau sampai seatap rumah warga.

Sesuai analisa pada saat artikel ini ditulis (15/04/18), saat kita ketik Banjir Ciledug Cirebon, maka yang akan muncul di posisi pertama adalah artikel dari kompasiana.com dengan judul "Banjir Ciledug Cirebon Sampai Seatap Rumah Warga (Situasi Terkini Tinjauang Langsung Dari Lokasi)", disusul posisi kedua yaitu artikel dengan judul "Terparah, Ribuan Rumah Tenggelam Akibat Banjir di Cirebon" (pikiran-rakyat.com).

Kemudian pada posisi ketiga ada artikel dengan judul "Tanggul Sungai Cisanggarung Jebol, Desa Ciledug Cirebon Terendam" (okezone.com). Disusul dibawahnya artikel dengan judul "Banjir Capai 2 Meter di Cirebon, 20 Ribu Rumah Warga Terendam" (news.detik.com). Kemudian ada juga dibawahnya lagi artikel dengan judul "Status Darurat Banjir Cirebon Timur Berlaku Hingga 8 Maret 2018" (liputan6.com). Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 : Daftar artikel bertema banjir Ciledug Cirebon yang berada di bawah posisi artikel bertema Banjir Ciledug Cirebon yang dimuat di kompasiana.com
Gambar 2 : Daftar artikel bertema banjir Ciledug Cirebon yang berada di bawah posisi artikel bertema Banjir Ciledug Cirebon yang dimuat di kompasiana.com

Mengapa artikel sebaiknya masuk di halaman pertama pencarian Google? Jawabannya akan lebih terasa dampaknya jika artikel yang dibuat adalah artikel yang berhubungan dengan bisnis/pemasaran produk atau jasa.

Apabila artikel yang dimuat bercerita tentang promosi produk kemudian muncul di halaman pertama Google Search, bahkan pada posisi di atas. Maka sangat besar kemungkinan berdampak pada peningkatan pengunjung atau pembaca yang mengenal produk kita. 

Harapannya tentu dimulai dari mengenal dan mengetahui informasi, ke depannya dapat berkembang menjadi menyukai apa yang ditawarkan oleh kita, untuk kemudian meningkat lagi menjadi mempercayai apa yang kita tawarkan.

Saya sendiri memajang nomor WA saya untuk penawarancetak spanduk termurah di KuninganJawa Barat. Bersyukur alhamdulillah, artikel ini tembus halaman pertama pencarian Google Search. Dan anda ingin tahu dampaknya?. 

Sungguh luar biasa! Di sela kesibukan dan rutinitas sehari-hari saya, ada selingan yang seringkali menghibur hati, yaitu order cetak spanduk via nomor WA saya. 

Yang kadang keuntungan dari cetak spanduk tersebut, bisa saya gunakan untuk beli kopi, gula, teh, dan aneka cemilan untuk menemani aktivitas, termasuk aktivitas menulis di Kompasiasana seperti ini.

Kalau ini didalami dan dikembangkan dengan baik, tentunya mengupayakan artikel yang kita posting menjadi masuk di halaman pertama Google Search akan dapat berpengaruh signifikan terhadap target pencapaian omset kita. Anda setuju?

Oh iya ada baiknya saya juga ceritakan di sini. Banjir Ciledug Cirebon(23/02/18) yang saya tulis di kompasiana kemarin merupakan kejutan yang luar biasa dari Tuhan. 

Di kompasiana saya juga menulis setidaknya pasca banjir ada 4 warga yang meninggal, warga lumpuh ekonominya dan membutuhkan pemulihan ekonomi pasca banjir, serta kebutuhan trauma healing juga menjadi hal utama bagi warga pasca banjir.

Nah, ada berkah bersama musibah. Artikel saya di Kompasiana tentang Banjir Ciledug Cirebondi Kompasiana, setidaknya menjadi jalan terhubungnya desa saya yang kena banjir bandang dengan salah satu lembaga amal berbasis zakat, infak, sedekah kelas nasional. Lembaga amal tersebut merupakan pengumpul zakat, infak, dan sedekahnya karyawan-karyawan salah satu bank terbesar di Indonesia.

Bersyukur alhamdulillah, dari sebuah tulisan di Kompasiana, kemudian berujung pada turunnya bantuan-bantuan dari lembaga amal tersebut, seperti bantuan 1 sepatu untuk 1 siswa di SD Ciledug Lor 1, bantuan pemulihan ekonomi pasca banjir untuk 10 pelaku usaha terpilih, sampai kepada bantauan-bantuan trauma healing.

Pertanyaannya, bagaimana agar artikel yang kita tulis di kompasiana bisa masuk di halaman pertama Google Search? Bahkan bisa mengalahkan artikel dengan tema serupa dari poral berita nasiona/media utama?

Kiranya 3 hal ini juga menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut. Pertama, buatlah artikel yang SEO Friendly. Artikel disebut SEO Friendly, apabila jumlahnya minimal 300 kata, orisinil atau artikel sebelumnya belum pernah tercatat di Google, Fokus pada kata kunci (melakukan pengulangan kata kunci minimal 3 kal pada artikel), dan lainnya.

Kedua, pelajari teknik-teknik SEO, salah satunya teknik backlink. Sisipkan artikel-artikel yang ada kaitannya dengan tulisan kita yang berasal dari situs-situs atau portal berita ternama pada artikel yang ingin kita naikan ke halaman pertama di Google Search.

Yang ketiga, Sebaiknya sering-sering bagikan link artikel kita ke media sosial, bagikan via WA, dan lainnya.