Mohon tunggu...
Nana Marcecilia
Nana Marcecilia Mohon Tunggu... Menikmati berjalannya waktu

Mengekspresikan hati dan pikiran melalui tulisan | penikmatbudaya.id

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pendidikan Tidak Sekadar untuk Selembar Ijazah

30 September 2020   10:59 Diperbarui: 30 September 2020   11:32 154 18 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pendidikan Tidak Sekadar untuk Selembar Ijazah
Ilustrasi pendidikan tidak sekedar untuk selembar ijazah | Foto : Kompas.com

"Ngapain gue sekolahin lu tinggi-tinggi, Doel, sampe jual tanah berhektar-hektar, kalo lu malah jadi budak orang?! Gue mau lu jangan jadi orang susah kayak Babe Nyak lu!", cuplikan kalimat dari Babe Benyamin dalam sinetron Si Doel, Anak Sekolahan I. 

Tentu Anda penggemar Si Doel Anak Sekolahan ingat betul adegan betapa sang Babe sangat getol supaya anaknya jadi sarjana dan dapat kerja di gedongan, supaya bisa menjadi orang besar yang bisa membangun Betawi, karena Doel, anak Betawi asli.

Stigma "kelar sarjana harus dapat kerja kantoran dengan gaji besar" sepertinya sudah tertanam dalam kepala kita. Saya pun juga begitu dulunya. Lulus sekolah, ingin buru-buru dapat kerja. Ketika mau naik gaji, terpaksa lah saya kuliah demi selembar ijazah.

Setelah ijazah saya dapatkan, dan mendapatkan kenaikan gaji. Lalu??? 

Katanya supaya mendapatkan gaji lebih lagi, kita haruslah lulus S2. Tapi ada pengalaman teman yang lulus S2, sayangnya pengalaman kerjanya belum memenuhi syarat, maka sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan. Bisa itu gajinya terlalu rendah untuk lulusan S2, atau bisa juga perusahaan merasa terlalu tinggi menggaji karyawan sudah lulus S2, tapi pengalaman kerjanya sangat minim.

Saya merasa ironi sekali rasanya, kita sekolah tinggi-tinggi hanya demi mencari nafkah lebih, serta mendapatkan gengsi ketika mendapatkan jabatan tinggi. Tapi ujung-ujungnya, yaa, kita tetap bawahan orang. Apakah itu tujuan pendidikan? Hanya untuk mendapatkan kenyamanan hidup berupa uang?

Berbekal rasa cinta saya pada Batik dan sejarah, akhirnya saya terseret untuk menyukai seni budaya. Maudy Koesnaedi adalah salah satu publik figur yang membuat saya tertarik untuk menonton teater. Ya, saya sangat mengagumi beliau.

Dari teater yang diperankan Mpok Mod inilah akhirnya pikiran saya semakin terbuka, bahwa pendidikan tidak sekedar untuk selembar ijazah ataupun tiket untuk mendapatkan pekerjaan.

Izinkan saya menceritakan Teater Ronggeng Kulawu, yang diadakan pada Agustus 2018. Saya menontonnya di YouTube Indonesia Kaya.

Maesaroh merupakan gadis lugu dari dusun Kulawu. Mae panggilannya. Penari Ronggeng pekerjaannya. Pendidikannya terbatas, hanya bisa membaca dan menulis saja. Kata Abahnya (sapaan Ayah dalam Basa Sunda), tidak perlulah wanita sekolah tinggi-tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN