Mohon tunggu...
Nalurita Budiarti
Nalurita Budiarti Mohon Tunggu... Hai! aku hanya mencoba menulis saja disini, kebanyakan tugas kuliah

Just human being

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Hukum Humaniter Internasional di Palestina Selama Covid-19

13 Januari 2021   14:51 Diperbarui: 13 Januari 2021   15:44 64 2 0 Mohon Tunggu...

Pandemi Covid-19 semakin memperparah keadaan Palestina yang sekarang berada dalam jajahan Israel. Layanan kesehatan yang buruk dan juga sanitasi yang tidak baik semakin memperbesar peluang kematian akibat penularan virus ini. Sejatinya, hukum humaniter internasional hadir untuk membatasi timbulnya luka yang berlebihan penderitaan yang tidak perlu dalam situasi perang. Namun, peraturan tersebut tidak ditaati oleh militer dan Pemerintah Israel yang justru semakin gencar melancarkan serangan ke penduduk sipil Palestina selama pandemi ini.

Pelanggaran tersebut antara lain seperti menciptakan luka-luka yang berlebihan dan penderitaan yang tidak perlu, perusakan unit dan fasilitas medis, melukai penduduk sipil termasuk wanita dan anak-anak, dan menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan alam yang merupakan kejahatan perang. Artikel ini akan membahas asas, prinsip, dan juga peraturan hukum Humaniter Internasional terkait dihubungkan tindakan-tindakan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina selama masa Covid-19 ini.

Hukum Humaniter Internasional pada dasarnya memiliki fungsi utama yakni: Memberikan perlindungan terhadap kombatan maupun penduduk sipil dari penderitaan yang tidak perlu; menjamin hak asasi manusia yang fundamental bagi mereka yang jatuh ke tangan musuh; mencegah dilakukannya perang yang kejam tanpa pelanggaran atas hukum humaniter internasional ini salah satunya adalah kejahatan perang. Kejahatan perang adalah segala pelanggaran terhadap hukumhukum perang atau hukum humaniter internasional yang mendatangkan tanggung jawab kriminal individu. Pengadilan Militer Internasional di Nuremberg mendefinisikan kejahatan perang sebagai "pelanggaran terhadap Hukum atau kebiasaan hukum", termasuk pembunuhan, perlakuan buruk, atau Deportasi penduduk sipil dalam wilayah yang telah diduduki, pembunuhan atau Perlakuan buruk terhadap tahanan perang, pembunuhan sandera, perampasan barang-barang publik atau harta milik pribadi; perusakan tanpa alasan atas kota-kota; dan penghancuran tanpa kepentingan militer. 

Pengaturan hukum humaniter internasional terkait kejahatan perang ini juga berlaku dalam konflik antara Israel dan Palestina. Namun dalam pelaksanaanya, banyak peraturan, khususnya terkait kejahatan perang, yang dilanggar dalam okupasi Israel terhadap Palestina ini. Di tengah pandemi global Covid-19, Palestina menghadapi dua ancaman sekaligus, yaitu pendudukan Israel dan penyebaran virus corona. Kondisi layanan kesehatan dan sanitasi di Palestina, baik di Tepi Barat maupun Gaza juga sedemikian buruk sehingga penyebaran virus ini sangat mengkhawatirkan.

Selain itu, serangan militer Israel tahun 2014 telah menghancurkan banyak infrastruktur penting seperti pembangkit listrik, gedung sekolah, rumah sakit, dan rumah warga. Serangan tersebut kemudian memperparah keadaan Palestina khususnya di tengah meningkatnya penularan pandemi Covid-19 sekarang ini. 

Kesatuan-kesatuan kesehatan dilindungi dari segala bentuk penyerangan dan tanda-tanda yang dipergunakan sebagai lambang perlindungan yang diakui secara internasional adalah tanda Palang Merah atau Bulan Sabit Merah. Jika mereka jatuh ke tangan musuh maka mereka harus diperbolehkan untuk terus melanjutkan fungsi medisnya hingga penguasa mengambil alih tanggung jawab tersebut. Kesatuan-kesatuan kesehatan akan kehilangan perlindungannya apabila mereka ambil bagian dalam permusuhan.

 Tentara israel telah melakukan pelanggaran dan kejahatan perang yang merugikan obyek sipil dan warga sipil. Israel dengan sengaja menyerang gedung-gedung pemerintahan yang digunakan presiden atau menteri untuk mengadakan pertemuan, Israel juga dengan sengaja menyerang orang-orang dari otoritas Gaza termasuk polisi dan pos-pos polisi.

Israel menyerang secara sembarangan penduduk-penduduk sipil seperti anak kecil yang sedang melakukan aktivitas, dilakukan penembakan kepada penduduk sipil yang bermukim di perbatasan jalur Gaza. Sehingga banyak sekali anak-anak kecil yang melakukan perlawanan, tetapi tidak bisa mempunyai kekuatan dikarenakan jika anak kecil melempari batu-batu ke tank tentara Israel, tentara Israel melakukan serangan dengan menembak anak-anak kecil tersebut. 

Sekolah-sekolah juga dilakukan penyerangan pada saat anak-anak sedang belajar dengan menggunakan roket sehingga pelanggaran terhadap penduduk sipil tersebut sangatlah tidak proporsional. Tentara Israel melakukan serangan terhadap orang yang sedang berjalan kaki di pusat-pusat kota, dan juga melakukan penyerangan pada siang hari dipusat perbelanjaan.

Banyak sekali masyarakat yang meninggal dan mengalami cidera pada siang hari, serangan juga dilakukan ke dasar-dasar kehidupan sipil di Gaza yaitu kerusakan infrastruktur industri, produksi pangan, instalasi air, pengolahan limbah dan perumahan sehingga dengan perlahan penduduk tidak bisa berkerja dan sulit untuk mencari keuangan untuk menghidupi kehidupan mereka. Dengan produksi pangan yang diserang sehingga banyak penduduk sipil yang mati kelaparan karena bahan persediaan makanan sangatlah sedikit.

satu-satunya cara untuk mencapai keadilan dan perdamaian permanen, adalah membongkar rezim apartheid kolonial di Palestina dan pembentukan sistem politik baru berdasarkan kesetaraan sipil penuh, dan implementasi penuh pengungsi Palestina

VIDEO PILIHAN