Mohon tunggu...
Nanang A.H
Nanang A.H Mohon Tunggu... Mengukir Pagi Merangkai Senja (Citizen Journalist)

Love For All Hatred For None

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

6 Tips agar Terhindar dari Pikun di Masa Pandemi Covid-19

15 September 2020   22:05 Diperbarui: 15 September 2020   22:06 106 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
6 Tips agar Terhindar dari Pikun di Masa Pandemi Covid-19
Foto: unsplash.com

Apakah penyakit pikun itu? apa  hubungannya penyakit pikun dengan kondisi di masa pandemi covid 19 ini?

Ini mungkin beberapa pertanyaan  setelah melihat judul pada awal artikel ini.

Pasti kita tentunya tidak mau mengalami kepikunan baik di masa muda atau dimasa tua. Karena penyakit ini akan merepotkan kita tentunya.

Banyak orang yang merasa cepat pikun atau dalam bahasa kedokterannya mengalami demensia.  

Pikun sebenarnya bukan penyakit, tetapi sebuah kondisi yang berkaitan dengan penurunan fungsi otak.

Penderita pikun biasanya mengalami penyusutan daya ingat, kemampuan berpikir, kesulitan memahami sesuatu, hingga menurunnya kecerdasan mental. Dan jika hal ini dibiarkan akan mengakibatkan penyakit Alzheimer.

Umumnya penderita pikun dialami lansia. Namun belakangan ini pikun juga banyak terjadi pada anak usia muda.

Beberapa penyebab kepikunan di usia muda adalah:

1. Beban kerja yang terlalu berat sehingga menimbulkan depresi

2. Adanya gangguan pada peredaran darah di otak

3. Pemakaian teknologi canggih seperti gadget yg berlebihan sehingga kemampuan otak jarang sekali untuk diasah

Selain itu faktor penyebab lainnya adalah pengobatan berlebihan atau dehidrasi juga penyalahgunaan obat obatan dan alkohol beresiko tinggi akan  mengalami kepikunan.

nah yang tak kalah pentingnya faktor yang menyebabkan kepikunan adalah karena faktor mager (malas gerak) artinya kurang olahraga, dan malkir (malas mikir)

Kurang olahraga juga mengakibatkan peredaran darah terutama ke otak tidak lancar. Sedangkan malas mikir disini juga mengakibatkan otak tidak terasah.  

Di masa pandemi covid 19 ini  dimana kegiatan sekolah dan bekerja melalui sistim daring maka harus diwaspadai biasanya untuk kegiatan olahraga terasa malas, maka sekarang harus bangkit keluar dari kemalasan itu. Begitu juga dengan proses berpikir kreatif kurang dilakukan , kalau ini dilakukan dalam jangka lama maka akan mengakibatkan kepikunan.

Apalagi pandemi covid 19 ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, bahkan menurut para ahli mikrobiologi diantaranya Dr Simon Clarke dari Universitas of reading mengatakan bahwa virus akan tetap ada, dan akan terus menghantui populasi dunia  bahkan setelah ditemukan vaksinnya.

Sependapat dengan Simon Clark, Ahli sejarah Dr Jeremy Greene dari Johns Hopkins University menyebut jawaban kapan berakhirnya corona kemungkinan ingin dilihat dari sisi sosial. Pandemi akan berakhir bukan dari sisi penyakitnya sudah musnah atau sudah hilang, melainkan orang orang sudah bosan dan ingin mencoba hidup berdampingan dengan covid 19.

Nah kembali ke gejala kepikunan. Bagaimana  Tips agar otak tetap tajam dan tidak gampang pikun di masa pandemi covid 19 ini berikut diantaranya:

1. Berolahraga.
Banyak penelitian yang menyatakan bahwa berolahraga memiliki manfaat kognitif, selain juga baik untuk fisik. Olahrag juga dapat melancarkan peredaran darah kesemua organ penting tubuh terutama ke otak.

2. Menjaga kepala dari benturan
Hati hati untuk melindungi kepala dari benturan. Terutama untuk lansia hati hati ketika beraktipitas, dan ketika mengendarai motor gunakan helm untuk menghindari benturan yang mengakibatkan kepikunan atau demensia

3. Biasakan Membaca dan menulis

Kedua aktifitas ini sangat efektif untuk melatih dan menstimulasi sel sel saraf otak.
Menurut sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Neurology, American Academy Neurology menyebutkan bahwa kegiatan Menulis dapat melibatkan peran otak dan membantu seseorang terhindar dari gangguan memori.

4. Aktifitas Spiritual

Aktipitas ibadah dipercaya memiliki peran yang cukup signipikan dalam menjaga dan meningkatkan fokus otak, serta menjaga kesehatan mental dan spiritual. Dan disarankan agar terlibat dalm berbagai kegiatan rohani agar kemampuan otaknya tidak menurun. Kegiatan berpuasa juga terbukti bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja sel sel otak.

5. Bersosialisasi

Aktif bersosialisasi juga merupakan kegiatan yang sangat baik untuk mencegah pikun. Seringlah berkomunikasi dengan anggota keluarga. Dan menghadiri kegiatan sosial dapat menjaga dan meningkatkan kemampuan otak. Tentunya dg tetap mengikuti protokol kesehatan.

6. Menerapkan gaya hidup sehat

Menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi minuman berakohol, dan mulai menerapkan kebiasaan baik selain olahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, dan tidur serta istirahat yang cukup.

Itulah 6 Tips agar terhindar dari pikun di masa pandemi covid 19.Semoga bermanfaat. Salam sehat.


Referensi:

1. www.halodoc.com › 7-cara-cegah-p...
7 Cara Cegah Pikun pada Lansia - Halodoc

2. health.kompas.com › Health
4 Cara Cegah Mudah Pikun Sejak Muda Halaman all - Kompas.com

3. http://detik.id/6XEXJZ

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x