Mohon tunggu...
Nadya Gotami Kusumahadi
Nadya Gotami Kusumahadi Mohon Tunggu... Jurnalis - Tidak ada

Menulis is writing.

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Resensi Buku "Dua Wajah: Cinta si Buruk Rupa"

13 Maret 2020   19:45 Diperbarui: 13 Maret 2020   19:43 501 0 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Judul Buku: Dua Wajah- Cinta si Buruk Rupa
Penulis: T. Sandi Situmorang
Tebal Buku: 124 halaman; 13x19 cm
Penerbit:  ANDI

Tahun Terbit: 2010

Percetakan: ANDI OFFSET

ISBN: 978 979 29 1589 1

Kategori Buku: Novel

Dua Wajah - Cinta si Buruk Rupa adalah sebuah buku karangan T. Sandi Situmorang, seorang pengarang buku asal Medan. Ia adalah seorang alumnus Institut Teknologi Medan jurusan teknik mesin, namun gemar menulis buku novel, buku anak-anak, dan juga kumpulan cerpen yang terdapat pada Sastra Koran Minggu  Buku ini diterbitkan pada tahun 2010 oleh penerbit ANDI di Yogyakarta.

Buku ini mengisahkan seorang siswa SMA bernama Han yang mempunyai wajah buruk rupa. Ia seorang lelaki pemalu, pendiam, dan hanya mempunyai seorang teman bernama Dodo, di mana wajah temannya itu juga dapat dikatakan buruk rupa. Ia memiliki tubuh yang tinggi, warna kulit yang putih, kurus, namun mempunyai hidung yang pesek dan lubang hidung yang besar. 

Sebenarnya tak ada yang salah perihal semua itu, sebab tak ada yang memedulikan dirinya di sekolah, bahkan mungkin kebanyakan tak menyadari kehadiran Han di sekolah. Namun apa yang terjadi ketika Han jatuh cinta dengan perempuan tercantik di sekolahnya? Bahkan sahabatnya sendiri pun mengatakan bahwa ia sudah gila, bahwa perasaannya tak akan mungkin terbalaskan sampai kapanpun.

Namun apakah Han menyerah begitu saja dan membiarkan cintanya pupus seiring berjalannya waktu? Tentu saja tidak. Malah ia memberanikan diri untuk menyatakan cintanya secara langsung ke pujaan hatinya tersebut. Apakah cintanya diterima oleh sang gadis? Ya, tentu saja tidak. Ia justru dipermalukan di hadapan banyak orang saat ia menyatakan perasaannya itu, dan yang lebih parah lagi ia dipermalukan oleh wanita yang ia cintai itu.

Han yang merasa sangat sakit hati langsung bangkit berdiri dan pergi dari kantin sekolah, tempat ia dipermalukkan. Sejak hari itu tak ada lagi yang pernah melihat batang hidungnya, bahkan sahabatnya tak tahu menahu mengenai keberadaan Han. Apakah ceritanya berakhir sampai sini? Bagaimana cerita ini akan berakhir? Apakah Han akan kembali dan apa yang akan terjadi?

Buku ini menyajikan sebuah kisah cinta yang miris, di mana perasaan cinta si karakter utama tak terbalaskan karena satu kondisi yang ia miliki, wajahnya. Ditulis dengan sudut pandang orang ketiga dan alur yang maju, dengan penokohan yang digambarkan melalui definisi sang penulis dalam dialognya. Contoh kalimatnya adalah "Kelakuan Dito, sama saja dengan wajahnya. Minus banget. Dia bangga banget bisa naksir sama Keke."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan