Mohon tunggu...
Nadhilah Nur
Nadhilah Nur Mohon Tunggu... Mahasiswa - Learner

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Mahasiswa KKN-T IPB Ajak Masyarakat Desa Karangpatri untuk Lebih Peduli terhadap Lingkungan

16 Agustus 2022   22:05 Diperbarui: 16 Agustus 2022   22:06 147 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kelompok KKNT - IPB di Desa Karangpatri Kab. Bekasi saat lokakarya II (sumber: dokumentasi KKN-T IPB Desa Karangpatri)

Dalam rangkaian KKN-Tematik tahun 2022, mahasiswa IPB memberikan perhatian terhadap permasalahan sampah di Desa Karangpatri. Terdapat 4 program dari total 8 program kerja yang berfokus pada sampah. Kegiatan yang dilakukan berupa pengadaan tempat sampah komunal, pembuatan infografis mengenai pengolahan sampah dan larangan membuang sampah sembarangan (21/07/2022), dan sosialisasi pengolahan sampah organik dan anorganik (22/07/2022).

Pengadaan tempat sampah komunal dan infografis merupakan program kerja yang memiliki tujuan sebagai tindakan preventif agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Tempat sampah yang dibuat memanfaatkan drum minyak bekas 1000 L yang dipotong secara horizontal sama rata. Masing-masing potongan drum, kemudian dicat dan diberi kategori untuk sampah organik dan anorganik. Infografis yang dibuat merupakan sebuah banner yang memuat perbedaan kedua jenis sampah beserta peringatan mengenai peraturan daerah tentang sanksi buang sampah sembarangan. 

Pengadaan tempat sampah komunal ini diharapkan dapat menjadi contoh dan kedepannya tersedia di setiap RT/RW, agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Tempat sampah dan infografis diserahkan kepada perangkat desa secara simbolis untuk ditempatkan di lokasi strategis. 

Penyerahan simbolis tempat sampah komunal dan banner (sumber: dokumentasi KKN-T IPB Desa Karangpatri)
Penyerahan simbolis tempat sampah komunal dan banner (sumber: dokumentasi KKN-T IPB Desa Karangpatri)

Sosialisasi pengolahan sampah organik dan anorganik merupakan dua program kerja yang diharapkan memberikan solusi terkait pengolahan sampah sehingga dapat dijadikan produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Sosialisasi ini dihadiri ibu-ibu warga Kobak Pasir, Desa Karangpatri. Dalam sosialisasi tersebut, Mahasiswa KKN-T IPB memberikan informasi mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik. Tidak hanya itu saja, masyarakat juga diajarkan cara membuat pupuk kompos dengan memanfaatkan sampah organik atau limbah rumah tangga, seperti sayur, kulit buah, dan dedaunan kering. Selain itu, mahasiswa mengenalkan bahan-bahan yang digunakan untuk mempercepat proses pengomposan, yaitu EM4 dan gula merah. 

Proses pembuatan kompos dimulai dengan mencacah sampah sayuran dan sampah organik lainnya, kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang berisi sedikit tanah. Selanjutnya, larutan EM4 dan gula merah ditambahkan dan ditutup dengan tanah lagi. Akhirnya, wadah kompos ditutup rapat hingga matang. Dengan proses sederhana ini, pembuatan pupuk kompos dapat berlangsung selama 2-3 minggu. Mahasiswa KKN-T IPB juga membagikan selebaran berupa poster mengenai pembuatan pupuk kompos dan pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk organik untuk memudahkan ibu-ibu dalam mengingat dan memahami proses yang telah dijabarkan. 

Sosialisasi pengolahan sampah organik dan anorganik (sumber: dokumentasi KKN-T IPB Desa Karangpatri)
Sosialisasi pengolahan sampah organik dan anorganik (sumber: dokumentasi KKN-T IPB Desa Karangpatri)

Tidak ketinggalan, mahasiswa KKN-T IPB juga menjelaskan cara pengolahan sampah anorganik melalui demo pembuatan ecobrick. Ecobrick merupakan botol plastik yang diisi dengan limbah sampah anorganik, seperti kemasan makanan, kantong plastik, bungkus detergen, dan sejenisnya yang dipadatkan. 

Cara pembuatannya cukup sederhana, yaitu dengan mengumpulkan sampah-sampah plastik yang berserakan dan siapkan botol plastik bekas berukuran 600 ml atau 1500 ml. Kemudian, cuci dan keringkan botol dan sampah plastik yang sudah terkumpul. Jika sampah yang dikumpulkan sudah bersih, tidak berminyak, dan tidak berair, potong sampah-sampah tersebut menjadi ukuran kecil agar lebih mudah dimasukkan ke dalam botol. Selanjutnya, masukkan sampah yang telah dipotong kecil-kecil dan gunakan bantuan tongkat untuk memadatkan sampahnya agar isinya menjadi lebih banyak. Jika sudah terisi penuh dan padat, jadilah satu botol ecobrick. 

Dengan beberapa kali perulangan, botol-botol ecobrick yang telah dibuat dapat dikreasikan menjadi berbagai macam benda, seperti bangku, meja, tong sampah, dan rumah-rumahan, bahkan dapat menjadi alternatif bahan bangunan. Ecobrick ini menjadi salah satu cara ampuh untuk mengurangi sampah anorganik, karena 1 botol plastik dengan ukuran 600 ml dapat menampung 1-2 kantong plastik berisi sampah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan