Mohon tunggu...
Bahasa

Bahasa Jawa, Bahasa Mayoritas Indonesia yang Mendunia

3 Maret 2019   20:50 Diperbarui: 3 Maret 2019   21:02 0 0 0 Mohon Tunggu...

Disadari atau tidak, faktor yang paling berdampak dalam komunikasi masyarakat Indonesia adalah Bahasa. Bahasa merupakan faktor yang sangat berperan dalam komunikasi masyarakat, karena bahasa merupakan interpretasi dari apa yang akan disampaikan komunikator. Terutama Indonesia, yang memiliki berbagai macam suku dan bahasa. Bahasa sangat berpengaruh dalam komunikasi antar masyarakat.  Ada lebih dari 600 bahasa daerah yang dipakai di 34 provinsi, 8 bahasa sebagai bahasa ibu.

Di Indonesia sendiri, bahasa jawa adalah bahasa dengan jumlah pengguna terbanyak. Dengan logat  dan tata bahasa yang berbeda disetiap daerah penggunanya. Wilayah  di Indonesia  yang banyak menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa keseharian diantaranya adalah provinsi jawa tengah dan jawa timur. Selain itu, penduduk dibeberapa daerah di  provinsi banten, lampung, Sumatra Utara, Sumatra selatan, dan jawa barat juga menggunakan bahasa jawa.

Ada banyak jenis bahasa Jawa di Indonesia. Pengucapan dan tata bahasanya pun banyak jenisnya.  Di Jawa barat contohnya. Bahasa jawa mereka menggunakan bahasa yang lebih halus . yang mana bahasa itu dikenal dengan bahasa Sunda. Begitupun di jawa timur dan jawa tengah sendiri. Disana  terdapat jawa osing, jawa arekan yang digunakan disurabaya, bahasa madura, dan lain -- lainnya.

Selain karena sebagian besar penduduk Indonesia tinggal diwilayah Pulau Jawa, dan usianya yang sudah berusia ratusan tahun, faktor mudahnya pengucapan bahasa Jawa juga menjadi pengaruh mengapa bahasa Jawa banyak dipakai di Indonesia. Ciri khas bahasa Jawa sendiripun  juga menjadi keunikan tersendiri bagi bahasa ini.

 Ada beberapa faktor yang membuat unik bahasa ini  diantaranya : 1) Logat dan Dialeknya yang beragam. Ini disebabakan karena persebaran pemakai bahasa jawa di indonesia. Contohnya saja dialek bahasa jawa di Jawa timur dan Jawa Tengah. 2) Bahasa jawa memiliki levelisasi untuk menghormati lawan bicara. Ada empat tingkatan dalam pengucapan bahasa jawa yaitu ngoko, krama halus, dan krama inggil. Bahasa jawa ngoko digunakan jika lawan bicaranya sebaya. Krama inggil dan krama halus digunakan jika lawan bicaranya lebih tua. 3) Bahasa jawa bisa ditulis dengan Alpabhet, aksara  jawa, maupun arab ( Arab Pegon). Umumnya semua bahasa dapat ditulis dengan alpabhet, namun bahasa jawa dapat ditulis dengan bahasa arab. Yang biasa disebut dengan Jawa Pegon. 4) Bahasa Jawa memiliki banyak kosakata. Contohnya, untuk menyebut satu macam benda saja bahasa jawa dapat memberikan berbagai macam kata untuk menjelaskannya. Bahasa Jawa mempunyai ke khasan yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Seperti unggah ungguh yang terlihat dari pengungkapannya yang di levelisasikan untuk menghormati lawan bicara.

Ada fakta lain yang menjadi bukti unik dan hebatnya bahasa jawa. Ternyata, bukan hanya di Indonesia bahasa jawa menempati urutan pertama dengan pengguna terbanyak. Ada enam negara didunia  yang beberapa daerahnya menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa mereka sehari -- hari. Negara itu adalah Malaysia, Singapura, Belanda, Suriname, Kaledonia baru,  dan Kepulauan Cocos. Hebat bukan? Bahasa jawa bukan hanya bahasa lokal atau bahasa nasional. Bahasa jawa kini juga menjadi bahasa Internasional.  Malaysia pun mewajibkan pelajarnya untuk belajar bahasa Jawa. Juga di Belanda terdapat Universitas yang mengkaji sastra Jawa, yaitu Universitas Leiden. Universitas ini merupakan Universitas tertua di Belanda. Bahkan kini, bisa kita lihat di google translate telah ditambahkan bahasa Jawa untuk diterjemah kedalam bahasa lainnya.

Namun bahasa jawa yang terdapat dinegara tersebut, baik latar belakang maupun tata bahasanya berbeda dengan bahasa Jawa di Indonesia.  Di Kaledonia Baru, bahasa jawa masuk  dan menjadi bahasa harian karena adanya migrasi orang jawa Indonesia. Adanya bahasa Jawa di Belandapun karena banyaknya pelajar yang berminat menguasai bahasa asli Indonesia ini. Terdapat juga kampong jawa di Singapura tepatnya di tepi sungai Rochor. Disana tempat pemukiman orang jawa pertama di Singapura.

Meskipun bahasa Jawa telah menjadi bahasa yang diakui dunia, namun jika pelestarian bahasa ini dalam lingkup masyarakat jawa sendiri  tidak ada, maka penggunaan  bahasa jawa akan pudar. Dilansir dari Tribun Jogja.com, Sutrisna Wibawa pakar filsafat jawa yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta mengatakan, fungsi dari bahasa Jawa pun juga diyakini tidak akan diganti dengan bahasa Asing atau bahkan bahasa Indonesia sendiri, yang merupakan bahasa nasional Indonesia.  Selama pendidikan bahasa jawa masih lestari, begitupula tradisi bahasa jawa sendiri. Walaupun, banyak masyarakat kita tidak menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa harian.

Peran pendidikan juga sangat menentukan nasib bahasa jawa itu sendiri. Karena dunia pendidikan mempunyai jam pelajaran yang tertata, dan juga pengajar yang jelas. Walau pada kenyataannya waktu disekolah terbatas untuk mempelajarinya. Nah, disinilah tugas guru berperan. Yakni membiasakan muridnya untuk menggunakan bahasa jawa dalam kesehariannya.

Namun juga tidak dapat dipungkiri, peran masyarakat dalam melestarikan bahasa jawa. Melalui upacara adat atau tradisi lain yang tetap menggunakan bahasa jawa, merupakan salah satu upaya dalam mempertahankan fungsi bahasa jawa di lingkungan masyarakat.

Nah, peran pemuda zaman now juga sangat berpengaruh dalam mempertahankan bahasa jawa sebagai warisan nenek moyang. Terutama pemuda -- pemuda jawa, harus bisa menjaga kelestarian bahasa nasional sekaligus bahasa internasional ini. Dengan cara, memakainya sebagai bahasa percakapan setiap hari.