Mohon tunggu...
Nada Pertiwi
Nada Pertiwi Mohon Tunggu... blog tugas kuliah

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Media

Analisis Media Tribunjogja Berdasarkan Kode Etik Jurnalistik

19 Mei 2020   09:39 Diperbarui: 19 Mei 2020   10:01 23 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Analisis Media Tribunjogja Berdasarkan Kode Etik Jurnalistik
Tangkapan layar dari halaman TribunJogja.com

Nama       : Nada Pertiwi

NPM        : 170906460

ANALISIS BERITA TRIBUNJOGJA.COM "KELUARGA SI PREDATOR SEKS REYNHARD SINAGA DIKENAL BERADA DAN PUNYA JIWA SOSIAL TINGGI" BERDASARKAN KODE ETIK JURNALISTIK

Pada bulan Januari lalu, Indonesia diramaikan dengan berita seorang warga negara Indonesia yang menjadi pelaku kasus pemerkosaan terhadap 48 pria di Manchester, Inggris. Tersangka tersebut adalah Reynhard Sinaga yang telah tinggal di Inggris sejak tahun 2007. Pengadilan Manchester menjatuhi Reynhard hukuman seumur hidup akibat 159 kasus perkosaan dan 48 kasus serangan seksual yang terbukti dilakukannya.

Analisis berita TribunJogja.com berjudul “KELUARGA SI PREDATOR SEKS REYNHARD SINAGA DIKENAL BERADA DAN PUNYA JIWA SOSIAL TINGGI” berdasarkan kode etik jurnalistik (dewanpers.or.id):

1) Pasal 1: Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Pelanggaran yang terjadi dalam pasal ini yakni diragukan bahwa berita yang diterbitkan TribunJogja.com merupakan berita yang akurat dan benar terjadi. Hal tersebut karena Ketua RT 03 RW 011 selaku sumber informasi dalam berita tersebut mengatakan “Cuma, kalau menyangkut pemberitaan di Manchester Inggris saya belum tahu pasti, apakah itu anak dari Pak Saibun Sinaga (pemilik rumah) karena si Reynhard Sinaga ini saya belum pernah bertemu.”

2) Pasal 2: Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Pelanggaran yang dilakukan dalam pasal ini yakni wartawan merilis berita terkait rumah keluarga Reynhard Sinaga sebelum terbukti kenyataan sebenarnya. Selain itu, sumber informasi yang digunakan tidak jelas karena narasumber tidak meyakni kebenaran pernyataannya. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan “Kalau saya ajukan 17-an dia (ayah Reynhard Sinaga) memberikan sumbangan. Karena sebelum di sini, saya kenal dia orangnya punya jiwa sosial” dan “Cuma, kalau menyangkut pemberitaan di Manchester Inggris saya belum tahu pasti, apakah itu anak dari Pak Saibun Sinaga karena si Reynhard Sinaga ini saya belum pernah bertemu.”

3) Pasal 3: Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x