Mohon tunggu...
Nada GhinaNailah
Nada GhinaNailah Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswi

carilah hobby yang menguntungkan dalam hidup, serta dapat membuat orang lain bahagia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pentingnya Pendidikan bagi Masyarakat

27 Mei 2021   01:49 Diperbarui: 27 Mei 2021   01:54 94
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Jika berbicara tentang pendidikan, semua orang beranggapan sangat penting untuk ditingkatkan. Pendidikan awal, berasal dari rumah, orang tua terutama ibu berpengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan seorang anak. Serta lingkungan sekitar juga dapat berpengaruh besar terhadap pendidikan tingkah laku seorang anak. 

Jika diahami lebih dalam, maka pendidikan tidak hanya terfokus pada teori serta rumus. Pendidikan juga bisa di dapat dari interaksi dan pengalaman yang dapat menjadikan seseorang lebih berintelektual.

Di Indonesia dulu banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan tidak begitu penting bagi perempuan. Sebab perempuan pada akhirnya hanya akan mengurus rumah, kasur, kamar, dapur, rutinitas dan kewajiban seorang ibu. 

Tidak hanya dikalangan kaum hawa, bapak-bapak dan remaja laki-laki pun ada pula yang putus sekolah. Dengan alasan yang paling sering ialah karna keuangan, serta kurangnya minat untuk lanjut sekolah. 

Maka dari itu, di daerah saya bisa dikatakan hampir 40% ibu rumah tangga yang tidak tamat SMA, bahkan ada yang tidak tamat SD. Meskipun demikian, di daerah saya sudah dibuka sekolah paket, sehingga masyarakat yang putusa sekolah, dapat menambah ilmu serta ijazah. Antusias masyarakat pun tinggi untuk mendapatkan ijazah sampai paket c yang setara dengan SMA.

Di dalam keluarga saya, pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Karena jika dapat menempuh ilmu lebih tinggi lagi kenapa tidak. Prinsip ini diterapkan langsung oleh kakek saya. 

Dengan demikian anak cucunya minimal harus menempuh jenjang S1. Meskipun ada beberapa yang tersendat di tengah jalan, seperti kakak sepupu saya yang kerja terlebih dahulu baru melanjutkan ke perguruan tinggi, atau kakak dari ibu saya yang awalnya hanya tamatan D3, lalu melanjutkan ke jenjang S1. 

Banyak kendala yang dihadapi saat menempuh pendidikan serjana ini, misalnya keuangan yang kurang memadai, lingkungan yang mendesak untuk cepat nikah, lingkungan sosial yang kurang mendukung, serta mental yang naik turun dalam menjalankan perkuliahan. Meskipun banyak rintangan yang mencoba menghalangi untuk menuntaskan pendidikan minimal S1, suport dari kluarga lah yang dapat mendorong untuk maju dan bertahan dengan cobaan, yaa walaupun kadang kala ada sedikit keinginan untuk putus asa yang menghampiri lubuk hati yang paling dalam, namun akal sehat tetap akan menang jika kita berfikir positif.

Di lingkungan sekitar rumah saya, sekarang orangtua sudah open minded. Anak itu sangat butuh ilmu. Tidak hanya pedidikan di sekolah, ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam, ilmu tenologi, dan mata pelajaran di sekolah saja yang harus di pelajari anak. Sekarang orang tua sudah banyak yang memasukkan anaknya ke TPA / MDA untuk memperdalam ilmu agama anak. 

Tidak hanya itu, di mesjid sudah ada membuka tempat tahfidz Al-Quran. Hal ini juga dapat membuat masyarakat senang dan bangga. Jika ada perlombaan MTQ atau pun tahfidz, maka masyarakat senang jika ada beberapa warganya yang juara serta menjadi perwakilan daerah.

Jadi, jika dibandingkan dulu dan sekarang, masyarakat sekarang terutama orangtua sudah open minded. Karena anak merupakan infestasi yang paling berharga di dalam keluarga. Jika seorang anak dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi, maka keluarga besar akan bangga dan senang dengan pencapaian anak tersebut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun