Mohon tunggu...
Wisata

Setu Babakan, Wisata Khas Betawi yang Wajib di Kunjungi di Ibukota

13 Januari 2016   15:51 Diperbarui: 11 Juni 2016   13:27 1329 4 1 Mohon Tunggu...

 

image source by Google

 

Bosan berwisata ke mol atau ke tempat-tempat wisata yang biasa di Ibukota? Lalu, sudah pernahkah anda mengunjungi wisata khas Betawi di Jakarta? Ya, memang belum begitu banyak orang yang tahu, bahwa ada tempat berwisata khas Betawi dipinggir Jakarta ini, yaitu Setu Babakan yang terletak di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa,  Jakarta Selatan. Perkampungan yang terletak di pinggir Jakarta ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana khas pedesaan atau menyaksikan budaya Betawi asli secara langsung.

Tak hanya merupakan sebuah tempat wisata, Setu Babakan sebenarnya berfungsi sebagai pusat Perkampungan Budaya Betawi yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jakarta yang waktu itu dipimpin oleh Sutiyoso. Namun fungsi utamanya adalah sebagai penampung air resapan untuk selatan Jakarta.  Melalui SK Gubernur No. 9 tahun 2000, akhirnya Setu Babakan dijadikan sebagai cagar budaya Betawi yang diresmikan tepat dengan HUT DKI Jakarta ke-474 pada tahun 2004 silam, selain itu Pacifik Asia Travel Association (PATA) juga memilih Setu Babakan sebagai tempat kunjungan wisata bagi peserta konferensi PATA di Jakarta pada bulan Oktober 2002.

Sebelum memilih Setu Babakan sebagai Kawasan Cagar Budaya Betawi, Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso pernah berencana menetapkan Kawasan Condet, Jakarta Timur, sebagai kawasan Cagar Budaya Betawi sejak tahun 1996. Namun rencana tersebut dibatalkan karena seiring berjalannya waktu, kebudayaan Betawi di daerah tersebut semakin luntur.

Luas tanah Setu Babakan adalah 289 Hektar, dimana 65 hektar di antaranya adalah milik pemerintah namun yang baru dikelola hanya 32 hektar. Lingkungan alam dan  Budaya Betawi di Setu Babakan ini masih terjaga dengan baik.  Wisatawan yang berkunjung akan disambut dengan  pepohonan rindang dan rumah-rumah panggung berarsitektur khas Betawi yang masih dipertahankan keasliannya. Ada 3 macam rumah-rumah khas Betawi, pertama rumah Betawi gudang atau kandang, yang kedua ada rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan yang ketiga adalah rumah Joglo, yang hampir serupa dengan rumah khas Yogyakarta.

Perkampungan  ini dihuni sekitar 3.000 kepala keluarga.  Dimana Sebagian besar penduduknya adalah orang asli Betawi yang sudah turun temurun tinggal di daerah tersebut, dan  sebagian kecilnya adalah pendatang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dll yang sudah tinggal lebih dari 30 tahun di daerah ini. Masyarakat Setu Babakan mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi,  seperti dengan memancing, bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas Betawi. Dimana Masyarakat mempertahankan dan melestarikan budaya khas Betawi seperti Bangunan, Dialek Bahasa, Rutinitas Keagamaan, Jajanan, Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Drama dengan kuat dan murni. 

Wisatawan yang berkunjung ke Setu Babakan dapat menyaksikan pagelaran seni budaya Betawi, seperti Tari Cokek, Tari Topeng, Kasidah, Marawis, Seni Gambus, Lenong, Tanjidor, Gambang Kromong, dan Ondel-Ondel yang dipentaskan di sebuah panggung terbuka setiap hari Sabtu dan Minggu. Selain pagelaran seni, pengunjung juga dapat menyaksikan prosesi-prosesi budaya Betawi, seperti upacara pernikahan, sunat, akikah, khatam Al-Qur‘an, dan nujuh bulan, atau juga sekedar melihat para pemuda dan anak-anak latihan menari dan silat khas Betawi, Beksi.

Selain menyaksikan pertunjukan seni Betawi, wisatawan yang berkunjung ke perkampungan ini juga dapat berkeliling ke perkebunan, pertanian, serta melihat tanaman-tanaman khas Betawi yang ada di rumah-rumah penduduk. Tak jarang pengunjung akan dipetikkan buah sebagai tanda penghormatan, dan apabila wisatawan tertarik untuk memetik dan berniat membawa pulang buah-buahan tersebut, maka pengunjung dapat membeli dengan bernegosiasi harga terlebih dahulu dengan pemiliknya. Buah-buahan yang tersedia di perkampungan ini antara lain Belimbing, Rambutan, Jambu, Dukuh, Menteng, Gandaria, Mengkudu, Kecapi, Durian, Jengkol, dan masih banyak lagi. 

Penawaran wisata alam lainnya yang tak kalah menarik adalah wisata danau. dengan luas 32 hektar dan kedalaman 1,5 meter serta air yang berasal dari Sungai Ciliwung, Setu Babakan terdiri dari dua danau, yaitu Mangga Bolong dan Babakan, dimana wisatawan dapat memancing, bersepeda air, atau bersepeda mengelilingi tepian Setu. Dengan membayar Rp7.500,00 per orang dewasa dan Rp5.000,00 per anak, pengunjung sudah bisa berkeliling di sebagian danau buatan tersebut dengan sepeda.  Selain itu, wisatawan juga dapat menyewa perahu untuk menyusuri dan mengelilingi danau. Dan yang terfavorit adalah adanya dua jembatan gantung, sehingga pengunjung dapat menyinggahi pulau buatan di tengah Setu Babakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x