Mohon tunggu...
Nabil Azra
Nabil Azra Mohon Tunggu... Desainer - penyuka desain dan menulis

Memaknai desain-Sebuah dunia tanpa batas

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Menjadi Burung Finch yang Tersisa

25 Juli 2022   03:31 Diperbarui: 25 Juli 2022   04:32 922
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apa yang menarik dari Teori Evolusi dan Seleksi Alam Charles Darwin?. Meski menyadari tidak sepenuhnya setuju, mengenai teori Evolusi dalam buku Tentang Asal Usul Spesies Melalui Cara Seleksi Alam (On the Origin of Species by Means of Natural Selectio-1859), yang fenomenal, tapi kisah tentang burung Finch sangat menarik.

sumber gambar: burung finch galapagos-memenangkan.com
sumber gambar: burung finch galapagos-memenangkan.com

Ketika Darwin mempelajari kehidupan burung  finch di Kepulauan Galapagos, ia menemukan bahwa terdapat burung kecil  ber-genus pipit berevolusi. Burung-burung finch yang berukuran sedang, ternyata perlahan-lahan memperkecil paruhnya untuk mendapatkan aneka jenis biji-bijian. 

Perubahan ini mulai terjadi sekitar duapuluh tahun setelah kedatangan burung pesaing mereka yang berukuran lebih besar, dan memperebutkan sumber makanan yang sama.

Fakta itu sangat menarik, dan bisa menjadi analogi tepat ketika kita bicara tentang gerakan wirausaha muda dalam mengikuti perubahan dan bertahan dengan  tantangan yang ada dalam merintis bisnis.

baca juga : Inilah jaminan Ivestasi Anti Bodong!

Pedagang atau Entrepeneur?

sumber gambar: analisa.io
sumber gambar: analisa.io

Terlepas dari faktor kekuatan modal, kemampuan mengembangkan usaha, ada dua perbedaan penting ketika kita berpikir sebagai pedagang atau sebagai seorang pengusaha.

Sebuah notifikasi motivasi bisnis bijak dari Instagram masuk. Visualisasinya cukup berkesan. Kontennya menyebut, "Jika kita bisa menjual pisang seharga Rp.2000, menjadi Rp.2.500 berarti kita memiliki pola pikir pedagang, tetapi jika kita bisa menjual pisang seharga Rp.2000, menjadi Rp.17.500, kita adalah seorang pebisnis-entrepeneur!".

Mengelola sebuah bisnis kecil hingga menjadi kerajaan bisnis, membutuhkan banyak jalan, karena memang banyak jalan menuju Roma, yang artinya jika kita gagal di satu jalan kita bisa mengikuti jalan lain menuju sukses.

Kekuatiran bisnis sering karena sebab ketersediaan modal, yang umum dipahami sebagai  "uang". Padahal modal bisa berarti skill atau keahlian, keterampilan manajerial, kemampuan mengendalikan atau mengelola orang untuk bekerja sama , atau kemampuan bernegosiasi.

Ini Semua Tentang Perubahan

sumber gambar; usatoday.com
sumber gambar; usatoday.com

Ketika bisnis berjalan lambat, masalah berikutnya adalah "seleksi alam". Dalam bisnis dibutuhkan semangat, disiplin, keuletan, ketekunan, kerjasama, jaringan, dan kemampuan untuk mengembangkan bisnis.

Bisnis tanpa navigasi, hanya mengandalkan perkiraan, tanpa survei, dan sistem tata kelola yang tidak dilengkapi dengan bantuan sistem manajemen operasional dan keuangan dapat berdampak buruk walaupun kecil. Hal paling sederhana dalam manajemen, adalah kemampuan kita memisahkan antara bisnis dan operasional harian pribadi, jika tak ingin  bisnis kolaps.

Ketika kehilangan disiplin manajemen, kualitas pelayanan atau produktivitas menurun, berdampak pada konsumen yang menjadi basis bisnis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun