Mohon tunggu...
Nabilla Pratya Augustin
Nabilla Pratya Augustin Mohon Tunggu... Student in Agribusiness Diponegoro University

nabilapratyaa.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Mahasiswa Undip Gerakkan Program "Botol Bekas Hidroponik" sebagai Alternatif Menumbuhkan Minat Bertanam di Perkotaan

10 Agustus 2020   19:38 Diperbarui: 10 Agustus 2020   19:54 19 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa Undip Gerakkan Program "Botol Bekas Hidroponik" sebagai Alternatif Menumbuhkan Minat Bertanam di Perkotaan
(KKN -- Pelaksanaan sosialisasi program kerja botol bekas hidroponik) | dokpri

Palembang, Sumatra Selatan -- Pandemi COVID 19 mengakibatkan mahasiswa Universitas Diponegoro yang mengambil mata kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata) melaksanakan kegiatannya di rumah masing-masing, hal ini tentu berbeda dengan sebelumnya. Perbedaan letak geografis dan keadaan lingkungan masyarakat yang tidak sama di setiap wilayah menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan program kerja. 

Nabilla Pratya Augustin (21) salah satu mahasiswi S-1 Agribisnis yang berasal dari Palembang melangsungkan kegiatan KKN-nya di  Kelurahan Talang Kelapa Kota Palembang dengan menjalankan program kerja sosialisasi terkait pemanfaatan botol bekas untuk hidroponik. Melihat keadaan bahwa tidak ada lahan bertanam di perkotaan, hidroponik menjadi ide untuk tetap bertanam di rumah. 

Selain ramah lingkungan karena memanfaatkan bahan plastik yang tidak lagi dipakai, hidroponik ini menjadi salah satu solusi menekan biaya yang digunakan untuk membeli sayur serta mengisi waktu luang warga di masa pandemi COVID 19. Tidak hanya itu, bibit yang dipilih dalam sosialisasi yaitu pakcoy karena masyarakat masih belum banyak yang tahu dan harga pakcoy yang relatif mahal di pasar.

Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan di RT 07, RT 05 dan  RT 20 Kelurahan Talang Kelapa, Kota Palembang. Kegiatan dimulai dengan meminta perizinan ketua RT setempat, membagikan brosur, memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan serta berbagai macam budidaya hidroponik, pembagian modul dan diakhiri dengan memberikan alat dan bahan kepada ibu-ibu untuk dipraktikkan di rumah masing-masing. 

Perizinan dengan ketua RT dilakukan secara online via whatsapp dan berdisuksi mengenai jumlah warga yang ikut serta mengingat pentingnya jaga jarak untuk meminimalisir penyebaran COVID 19. Brosur terkait sistem budidaya hidroponik yang akan dicontohkan dibagikan dengan metode door to door dua hari sebelum kegiatan dilaksanakan, serta modul yang diberikan berisi manfaat hidroponik dan sistem lain dalam ber-hidroponik ke arah yang lebih menguntungkan.

Harapannya, masyarakat memiliki minat untuk bertanam di rumah masing-masing, dapat terus mengembangkan kegiatan bertanam di perkotaan dengan memanfaatkan pekarangan rumah, tetap menjaga kesehatan selama COVID 19 dengan mengonsumsi sayuran hijau tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk membeli serta mengarah kepada wirausaha nantinya. 

Sosialisasi sistem budidaya hidroponik ini juga ingin memberi alternatif usaha bagi masyarakat baik yang terdampak COVID 19 atau tidak sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Hal ini didukung oleh kementerian pertanian yang menyatakan bahwa memanfaatkan pekarangan rumah dimasa COVID-19 tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan di tingkat rumah tangga namun dapat juga mengurangi pengeluaran bahkan meningkatkan pendapatan rumah tangga jika dikelola secara maksimal.

VIDEO PILIHAN