Nabilla Desyalika Putri
Nabilla Desyalika Putri Freelance writer & mompreneur wannabe

S.H., M.H. | a stay-creative-at-home-mom | freelance writer & I'm currently running on my fashion business | blogging at www.bundabiya.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Pilu di Masa Lalu Mengantarkanku pada Maybank Syariah

14 Januari 2018   17:50 Diperbarui: 14 Januari 2018   23:55 296 1 0
Pilu di Masa Lalu Mengantarkanku pada Maybank Syariah
Maybank Syariah memudahkanku dalam mewujudkan impian keluarga kecilku

Pelajaran dari Luka Masa Lalu

Berbicara mengenai perencanaan masa depan, aku selalu teringat dengan quotes dari Confucius yang berbunyi "study the past if you would define the future"atau jika diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi "pelajarilah masa lalu jika ingin menentukan apa yang terjadi di masa depan". Aku juga jadi teringat petuah Imam Al Ghazali bahwa masa lalu adalah perkara yang paling jauh, tetapi tetap saja hikmahnya harus menjadi pelajaran agar kehidupan di masa depan menjadi lebih baik.

Perihal yang sangat menguji mentalku selama 3 tahun belakangan ini adalah perkara utang. Setelah menikah dengan suami, aku mengetahui bahwa orang tua suamiku terlilit utang yang sangat besar, sampai-sampai seluruh tabungan suami tidak sanggup untuk melunasinya. Lelakiku ini selalu berkisah, kadang dengan mata yang berkaca-kaca, tentang ia dan adiknya yang di masa remajanya harus dengan tegar menghadapi para penagih utang. Kadang bapak dan ibu mampu melunasi, kadang juga hanya bernegosiasi. 

Namun tidak jarang mereka memilih untuk beraktivitas diluar agar tidak berhadapan dengan si penagih. Pola tersebut terus menerus terjadi, seperti lagu milik Rhoma Irama: gali lubang tutup lubang. Setelah kami telisik, alasan yang membuat utang tidak pernah surut adalah orangtua suami berutang ke rentenir (di desa kerap disebut sebagai bank tithil). 

Dana besar serta proses yang sangat mudah memang menggiurkan, tetapi bunga yang membuncit dengan cepat membuat mertuaku tercekik. Kurangnya edukasi serta sifat konsumtif yang tinggi baik untuk personal maupun untuk bisnis keluarga menjadi alasan mereka untuk mengambil pinjaman. Alih-alih bisnis lancar, yang ada utang semakin menggunung dan bisnis pun gulung tikar.

Sebagai akibatnya, aku dan suami harus merelakan tabungan keluarga kecil kami untuk melunasi tunggakan orang tua. Puncak rasa pilu itu datang ketika rumah orang tua hampir disita lantaran sudah melampaui batas dari tenggat waktu yang ditentukan. Tiga tahun kami hidup dalam kengerian luar biasa karena kami bisa sewaktu-waktu menggelontorkan uang dalam jumlah yang cukup banyak. Tentu saja perihal ini membuat perencanaan keuangan keluarga kami menjadi kacau balau. Sebagai pasangan muda, kami sering terpontang panting dalam bekerja dan mencari strategi terbaik dalam mengatur keuangan untuk membantu orang tua serta untuk kepentingan masa depan anak dan keluarga kecil kami.

Aku dan suamiku tidak mudah tumbang dalam mengedukasi orang tua mengenai bahaya sifat konsumerisme dan utang dengan bunga tinggi tanpa dilandasi prinsip syariah. Alhamdulillah, perlahan tapi pasti upaya kami membuahkan hasil. Butuh waktu 2 tahun untuk bisa menutup utang di bank tithil dan 3 tahun lamanya untuk membuat mereka  berkenan mengubah mindsetakan pentingnya memiliki tabungan dan membatasi perilaku konsumtif.

Memilih Perbankan Syariah untuk Mendukung Perencanaan Keluarga

Sebelum menikah, aku termasuk perempuan yang kurang pandai dalam mengatur serta merencanakan keuangan. Satu-satunya hal yang aku pahami adalah aku harus menabung, tetapi tidak aku rutinkan dan seringkali uang tabungan mudah sekali aku keluarkan untuk konsumsi. Maklum, masa itu aku tinggal di Sidoarjo kemudian berpindah ke Malang dan Jogja untuk kuliah. 

Terasa sekali gaya hidup urban yang berkembang terkadang menjadi penentu layak atau tidaknya bergabung dengan lingkaran pertemanan. Tidak jarang, beberapa temanku memaksakan diri untuk memenuhi lifestyleyang mahal itu agar memperoleh status sosial yang lebih tinggi.

Berbekal pengalaman pahit tersebut, aku dan suami memutuskan untuk menjauhi gaya hidup konsumtif yang berlebihan. Kami menjadi sangat anti terhadap utang (khususnya yang mengandung riba), memilih untuk hidup sederhana, dan menggunakan dana yang kami miliki untuk menabung serta berinvestasi di masa depan. Pengalaman getir di kedua keluarga besar kami, membuat aku dan suami mantap untuk pelan-pelan memilih syar'i lifestylesebagai gaya hidup sehari-hari dan mencakup ke semua aspek, termasuk ke aspek keuangan keluarga.

Kami ingin agar anak-anak kami tidak terbebani dengan keburukan kami di masa depan, dan tentu saja layaknya orang tua lainnya, kami ingin agar anak-anak kami memperoleh masa depan yang lebih baik. Mengetahui alangkah besar biaya pendidikan untuk anak, kami memilih untuk mempersiapkan itu semua sejak dini. 

Jika sebelumnya tabungan kami prioritaskan untuk tanggungan orang tua, kali ini kami memilih untuk menabung dan berinvestasi secara syar'i bagi kebutuhan pendidikan anak, azam untuk mengumrahkan orang tua, serta impian kami di masa depan. Perkara yang paling penting dari itu semua adalah aku membutuhkan ketenangan lahir dan batin, yakni dimana aku dapat mempercayakan tabungan dan perencanaan keuanganku dalam prinsip-prinsip yang sesuai syariat Islam.

Ilustrasi prinsip Maybank Syariah (sumber: website Maybank)
Ilustrasi prinsip Maybank Syariah (sumber: website Maybank)

Maybank Syariah Pilihanku

Saat ini, aku memiliki tabungan di beberapa bank konvensional dan satu bank syariah. Pertama, aku membuka rekening di bank konvensional dengan tujuan untuk bertransaksi bisnis. Tetapi aku sama sekali tidak melakukan investasi maupun membuka kartu kredit, tidak peduli seberapa intens tawaran itu datang. Kedua, aku memiliki sebuah tabungan di salah satu bank syariah di Indonesia.

 Buku tabungan tersebut bukan aku sendiri yang membuat, melainkan sebuah hadiah dari ibuku saat aku kuliah S1, sehingga aku pikir tidak ada salahnya jika aku lanjutkan dan sesekali menabung disana. Tetapi semakin aku dewasa dan bertambahnya kebutuhan, aku tidak merasa cocok dengan tabungan yang aku pegang saat ini lantaran aksesibilitas yang kurang user friendly dan kurangnya produk perbankan sebagaimana yang aku butuhkan.

Sering aku sampaikan kegundahanku dengan suami, "Sebaiknya dimana ya kita menabung untuk rencana-rencana masa depan kita?" Sebagai istri sekaligus Menteri Keuangan di keluarga, aku ingin agar semua kebutuhan dapat terencana dan dilayani di satu bank syariah saja agar lebih praktis. Terutama kebutuhan untuk menabung reguler, tabungan perencanaan, serta tabungan anak. Memang sih, kami bisa menabung di rumah. Tapi aku sendiri kurang yakin akan aman dari godaan perkakas murah, diskon buku, diskon kosmetik, dan lain sebagainya.

Menabung secara mandiri di rumah betul-betul harus memiliki tekad yang kuat. Kalau kata istilah Jawa, harus bunder seser atau bulat sempurna. Aku dan suami memilih main aman, agar masa depan kami tidak terganggu dengan kekhilafan kami di masa kini.

Tiba-tiba saja suami mengirimi aku pesan singkat via whatsapp. Isinya ia memintaku untuk membuka sebuah link. Ia juga memberikan satu kalimat yang membuatku penasaran, "Ini dia bank syariah yang kita cari."

Link itu rupanya terhubung ke layanan syariah di Maybank Syariah. Halaman pertama Maybank Syariah memberikan sebuah pengantar yang singkat dan jelas, dipercantik dengan tampilan website yang cepat dan user friendly, membuat aku makin curious tentang apa saja produk perbankan syariah yang dimilikinya. Maybank Syariah memiliki semangat "keuangan syariah untuk semua" serta memegang komitmen untuk mengelola dana yang transparan sesuai prinsip syariah, sistem bagi hasil yang adil, kemitraan yang setara untuk tumbuh bersama, serta produk dengan fitur dan layanan yang didukung oleh semua fasilitas Maybank. 

Aku makin tertarik sebab Maybank Syariah benar-benar menjawab semua yang aku butuhkan. Mulai dari tabungan reguler, tabungan perencanaan, tabungan qurban, tabungan anak, dan perencanaan umrah. Masya Allah paket komplit!

Secara garis besar Maybank Syariah memiliki Produk Pendanaan Syariah, Produk Pembiayaan Syariah, Layanan Maybank Syariah, dan Layanan Zakat, Infaq, dan Sadaqah. Aku terpikat pada beberapa produk pendanaan syariah, seperti Tabungan MyPlan Syariah atau MyPlan iB, yakni produk tabungan yang memudahkan aku untuk mewujudkan berbagai rencana seperti pendidikan anak, perjalanan umrah, tabungan untuk uang saku dalam rencana sekolah S3 suami nanti, dan lain sebagainya. Menurut Maybank Syariah, produk MyPlan Syariah ini dikelola dengan menggunakan akad mudharabah mutlaqah sesuai dengan prinsip syariah. 

Salah satu keuntungannya adalah nasabah akan mendapatkan perlindungan asuransi jiwa plus kecelakaan diri. Nasabah juga bebas menentukan setoran rutin bulanan sesuai dengan kebutuhan dan memampuan serta bebas mau menggunakan mata uang Rupiah atau USD. Selain itu, bebas pula untuk menambahkan dana sewaktu-waktu diluar setoran rutin, bebas menentukan jangka waktu menabung mulai dari 6 bulan hingga 18 tahun, dan bebas biaya autodebet dari rekening sumber untuk setoran rutin bulanan. Segala manfaat dan fasilitas yang sangat menggoda tentang tabungan MyPlan Syariah bisa dilihat langsung di link ini.

Selain tabungan MyPlan Syariah, hatiku juga terpaut pada produk Maybank Syariah yang lain. Tabungan Syariah Pijar iB dengan akad mudharabah adalah incaranku selanjutnya. Perihal yang membuatku tertarik dengan produk ini adalah jaringan akses ATM terluas baik di dalam maupun luar negeri, akses internet banking, akses mobile banking, bebas biaya administrasi bulanan, setoran awal yang hanya Rp 20.000 saja itupun masih ditambah dengan persyaratan yang mudah, serta poin manfaat lainnya yang tersedia di link ini.

Selain dua produk diatas, Tabungan Syariah Superkidz iB juga mencuri perhatianku sebab tabungan ini dapat menjadi salah satu media terbaik untuk menabung dengan prinsip syariah kepada anakku Mahira. Sebagai seorang Ibu, ada tawaran menarik dari Maybank Syariah yang susah ku tolak, yaitu adanya program istimewa dimana pemilik Tabungan Syariah Superkidz dapat menikmati program menarik selama masa promosi. 

Ada pula Kado Tahun Baru yang diberikan oleh Maybank Syariah berupa tambahan bagi hasil dari setiap penambahan saldo rata-rata bulanan dibandingkan dengan bulan sebelumnya dengan S&K yang berlaku. Terakhir, bebas biaya administrasi. Jika nanti tabungan telah memadai, akupun ingin memiliki apartemen atau ruko yang aku beli sendiri dengan sistem sesuai syariat. 

Tentu saja aku sudah membayangkan akan mengajukan akses melalui Maybank Rumah Syariah iB. Selain produk diatas, Maybank Syariah membuka Layanan Zakat, Infaq dan Sadaqah yang bekerja sama dengan beberapa lembaga yang amanah di Indonesia.

Nah, yang bikin aku berdecak kagum adalah formulirnya bisa di download secara online. Jadi lebih efektif dan efisien. Ah, aku merasa Maybank Syariah ini bisa membaca pikiranku. Kok bisa begitu memahami kebutuhan pasangan muda macam aku ini ya?

Setelah berselancar di website Maybank Syariah, aku tidak ragu membalas whatsapp suamiku, "Oke sayang, hari senin aku siap ke Maybank Syariah."


Link share artikel:

https://twitter.com/NabillaDP/status/952584497890865153

https://www.facebook.com/nabilladp?hc_ref=ARSynWfZNnXdTSeeGKwotuumC10vdbkK1Z3AvO1Cd8BD-7FbhDF2d7QRdSXzsnx5yEw&fref=nf