Mohon tunggu...
Nabila Putra
Nabila Putra Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

saya lebih suka membaca buku non fiksi dan menulis karya ilmiah

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Hi-Tech

Pentingnya Kreativitas Mahasiswa Menyosong Era Society 5.0

1 Oktober 2022   17:21 Diperbarui: 3 Oktober 2022   15:00 377 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Indonesia Hi-Tech. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

  • Keterbukaan informasi dan kemudahan dalam berkomunikasi memberikan dampak yang lebih luas pada sektor Pendidikan. Era Digital menuntut generasi muda agar dapat bersaing secara global dengan memanfaatkan kemudahan informasi dan data. Tuntutan kreativitas selalu menjadi bagian terpenting bagi mahasiswa dalam menuju masa depan yang lebih baik.Kreativitas tidak dapat terpisahkan oleh pemikiran mahasiswa, dimana kreativitas merupakan sebuah kemampuan yang dapat menghasilkan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Proses agar dapat menghasilkan hal baru tersebut berasal dari proses imajinatif dari penciptanya sendiri, dan juga dapat berasal dari informasi dan pengalaman yang telah didapatkan sebelumnya terkait hal yang akan dikembangkan.. Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk berfikir kreatif dan inovatif, yaitu kreatif dalam menemukan ide-ide baru dan inovatif dalam mencari cara-cara baru untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.Kreativitas merupakan bagian yang tak dapat terpisahkan oleh pemikiran mahasiswa, dimana kreativitas merupakan sebuah kemampuan yang dapat menghasilkan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Proses agar dapat menghasilkan hal baru tersebut berasal dari proses imajinatif dari penciptanya sendiri, dan juga dapat berasal dari informasi dan pengalaman yang telah didapatkan sebelumnya terkait hal yang akan dikembangkan.. Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk berfikir kreatif dan inovatif, yaitu kreatif dalam menemukan ide-ide baru dan inovatif dalam mencari cara-cara baru untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.Seiring berjalannya waktu, teknlogi yang dibuat oleh manusia berkembang dengan pesat. Salah satunya adalah Society 5.0 yang digagas oleh negara Jepang. Komponen utama dari society 5.0 adalah manusia yang dapat menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi yang dapat meminimalisir dengan adanya kesenjangan pada manusia dan masalah yang akan terjadi. Konsep ini dapat digunakan sebagai ilmu pengetahuan yang berbasis modern (AI, Robot, Iot) sebagai kebutuhan manusia yang bertujuan untuk membuat kehidupan manusia lebih nyaman. Society 5.0 baru saja .Menurut Drevdahl (Hurlock; 1978 : 3) kreativitas dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan yang dapat mengolola komposisi dan gagasan-gagasan baru yang dapat mewujutkan aktivitas imajinatif atau sentesis yang bisa melibatkan pembentukan pola-pola baru dan juga merupakan sebuah gabungan dari pengalaman masa lalu yang dihubungkan dengan situasi yang sudah ada pada masa sekarang.Sekarang berada di era serba digital dimana teknologi telah menawarkan fasilitas yang mudah dan memungkinkan seperti pada urusan dapur sampai dengan urusan pendidikan dan pelayanan semuanya berkaitan dengan teknologi, karena sebagai generasi muda dituntut agar dapat bersaing secara global di era sekarang ini. Mahasiswa yang memiliki potensi untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu teknologi yang telah didapatkan di perkuliahan, harus memperhatikan perkembangan teknologi yang telah terjadi, dan akan menghadapi era society 5.0.Pada Era Society 5.0 masyarakat bisa menyelesaikan berbagai tantangan dan masalahan sosial yang ada dengan cara memanfaatkan berbagai inovasi yang ada di era Revolusi industri 4.0 contohnya seperti internet untuk segala sesuatu (Internet on Things), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), data dalam jumlah besar (Big Data) dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Society 5.0 juga dapat diartikan sebagai konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan yang berbasis teknologi.ada beberapa kemampuan literasi dasar yang dibutuhkan dalam Menghadapi era society 5.0 ini seperti literasi data yaitu kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital. Kemudian ada literasi teknologi yaitu memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, machine learning, engineering principles, biotech). Dan yang terakhir yaitu literasi manusia yaitu humanities, komunikasi dan desain.Pada era persaingan seperti sekarang, sebagai mahasiswa sangat penting untuk berfikir kreatif supaya dapat menjalani persaingan di dunia kerja nantinya. Mahasiswa bisa membuat inovasi yang baru degan berfikir secara kreatif, karena kreativitas adalah suatu kemampuan yang sangat penting. Dengan adanya kemampuan kreativitas dapat mengembangkan suatu hal yang baru berupa pikiran atau karya nyata. Daya cipta atau kreativitas adalah sebuah proses mental dimana gagasan dan konsep baru atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada akan muncul.Kita sebagai mahasiswa memiliki peranan penting dalam society 5.0 yaitu sebagai agen of change sekaligus menjadi generasi penerus bangsa, dan harus memberikan perhatian lebih terhadap kondisi negara saat ini, mahasiswa harus berperan sebagai pemimpin supaya bisa menghasilkan kreativitas dan inovasi dengan memperkaya literasi serta mempunyai wawasan yang lebih luas dengan adanya perkembangan teknologi.Kesiapan dalam menghadapi perubahan dan perkembangan jaman yang semakin berkembang pesat, dimana sekarang berada di era revolusi 4.0 yang beralih ke era society 5.0. dimana banyak sekali terjadi perubahan-perubahan yang tidak dapat dihindari. Potensi yang ada pada mahasiswa akan menjadi penentu kualitas bangsa di masa yang akan datang, maka dari itu indonesia harus bisa memanfaatkan potensi mahasiswa yang baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Sebagai mahasiswa harus memiliki banyak potensi agar bisa menjadi modal penting dalam menghadapi Era Society 5.0. Dalam era society 5.0 ini nilai karakter harus dikembangkan, empati dan toleransi juga harus dijaga seiring dengan berkembangnya kompetensi yang berfikir kritis, kreatif dan inovatif.dalam 10 tahun ke depan ada 23 juta lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia akan digantikan secara otomatis oleh lulusan perguruan tinggi, sementara pekerjaan yang akan dimasuki hilang dalam waktu yang semakin lama semakin cepat perubahanya. Pekerjaan dan aktivitas manusia akan difokuskan pada human centered yang berbasis teknologi dan pengetahuan. Maka dari itu society 5.0 masih sama dengan era disrupsi. Era disrupsi merupakan era yang terjadi perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan bisnis ke taraf yang lebih baru. Seperti pisau bermata dua yaitu pada satu sisi dapat menghilangkan lapangan pekerjaan yang sudah ada, namun disisi lain dapat menciptakan lapangan kerja baru.Karena berada di era revolusi 4.0 dan menuju era society 5.0 yang diharapkan itu adalah nilai karakter pada mahasiswa harus dikembangkan, dan sifat empati juga toleransi harus ditanamkan pada diri seiring dengan perkembangan kompetensi yang secara langsunng dapat berfikir kritis, kreatif dan inovatif. sebagai mahasiswa yang kreatif diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan 10 kemempuan yang releven untuk menghadapi era society 5.0 yaitu mampu memecahkan masalah yang komplek, berpikir kritis, kreatif, dapat memanajemen manusia, bisa berkoordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, bisa menilai dan mengambil keputusan, berorientasi mengedepankan pelayanan, bisa bernegosiasi dan fleksibilitas kognitif.Banyak isu yang tersengar di masyarakat bahwa suatu saat nanti manusia akan tergantikan oleh teknologi, serta semua bidang dan sektor lapangan kerja akan tergantikan fungsinya dengan teknologi. Maka dari itu, sebagai mahasiswa harus mempergunakan teknologi dengan sebaik-baiknya supaya dapat mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik menjadi satu dan juga harus rajin belajar, selalu siap beradaptasi dengan melakukan inovasi yang akan berpotensi membuka pekerjaan baru yang semakin banyak.Transformasi digital menuntut kompetensi dan kreativitas generasi muda terutama mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat. Perkembangan peradaban dan teknologi harus disertai dengan kompetensi leadership, komunikasi, dan adaptasi teknologi terkini. Peran Mahasiswa tentunya sangat penting dalam menyongsong era society 5.0. Mahasiswa baru harus menyiapkan keterampilan abad 21 agar mampu bersaing pada tingkat global.Oleh karena itu, dalam era ini manusia diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Jika revolusi industri 4.0 menggunakan AI (Artifical Intelligence) dan kecerdasan buatan sebagai komponen utama, Society 5.0 menggunakan teknologi modern yang mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya untuk membantu Dunia Pendidikan.Mahasiswa sebagai bagian dari pendidikan dan pembawa perubahan dalam kehidupan di depan diharapkan dapat memiliki kemampuan utama dalam menghadapi Society 5.0, antara lain adalah 4C, yakni creativity, critical thinking, communication, dan collaboration. Selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki knowledge, skills, attitude, dan value yang dapat digunakan untuk menghadapi era Society 5.0.Sebagai mahasiswa yang memiliki peranan penting dalam society 5.0 maka diharapkan mampu menghasilkan kreativitas dan inovasi dengan memperkaya literasi serta mempunyai wawasan yang lebih luas dengan adanya perkembangan teknologi agar dapat bersaing secara global untuk masa depan cerah.

Referensi

Monovatra Predy Rezkya, Joko Sutartob, Titi Prihatinc, Arief Yuliantod, Irajuana Haidare.2019. Generasi Milenial yang Siap Menghadapi Era Revolusi Digital (Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0) di Bidang Pendidikan Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia. Universitas Semarang

Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Hi-Tech Selengkapnya
Lihat Indonesia Hi-Tech Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan