Mohon tunggu...
Nabilah Salsabila
Nabilah Salsabila Mohon Tunggu... REBORN

YOUR TIME IS LIMIT!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

HI Islam Vs Barat, Apa Bedanya?

30 Oktober 2019   19:07 Diperbarui: 30 Oktober 2019   19:09 880 0 0 Mohon Tunggu...

Jika dilihat daripada judul diatas, sudah jelas jawabannya tentu ada perbedaannya. Dari segi pemikirannya sudah beda karena memiliki sumber pemikiran yang berbeda. Namun secara umum untuk definisi HI sendiri sama yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar manusia.

Ciri khas dalam dalam HI barat, teori yang berdasarkan pada rasional dan empiris. Bahkan dengan melihat pengalaman mereka yang memiliki sejarah kelam dan terus menerus mengalami masa peperangan, akhirnya studi HI muncul pasca Perang Dunia. Sedangkan dalam HI islam adalah untuk menjaga hubungan antar manusia agar tidak tejadi ketidakseimbangan dalam tatanan masyarakat.  Ciri khasnya, bahwa ajaran islam sesuai dengan zamannya, baik dimanapun dan kapanpun.

Dengan melihat dari segi sumber pandangannya, Barat melihat berdasarkan rasionalitas mereka sehingga melahirkan pandangan-pandangan yang selalu melahirkan kritikan, seperti yang terjadi pada Great Debate yang membawa perdebatan-perdebatan pada setiap tokoh. Sedangkan dalam islam, sumber hukumnya berdasarkan pada wahyu yang otentitasnya memiliki kebenaran multak, karena Al-Qur'an berasal dari Allah. Namun, pembahasan dalam Al-Qur'an tidaklah rinci, hanya memberikan gambaran umum yang secara pasti terjadi bahkan akan terjadi. Sehingga pemahaman utama dalam hukum islam berupa Al-Qur'an dan hadits.

Dalam islam, terdapat konsep-konsep framework islami yang seharusnya kita pahami sebelumnya dengan dapat melihat pada artikel sebelumnya. Sehingga itu menjadi alasan mengapa HI dalam islam dikaitkan dengan worldview islam. Dengan tujuan untuk memfilter teori barat yang tidak sejalan dengan risalah ketuhanan.

Kelemahan teori barat mereka tidak dapat menjelaskan segala sesuatu yang bersifat metafisik, karena mereka harus membuktikan segalanya secara rasio dan empiris, dan hanya dapat menjelaskan manusia baik atau buruk. Namun pada perkembangannya, adanya teori kostrutivis yang membahas identitas dapat mempengaruhi segala aspek.

HI dalam barat berangkat dari peperangan yang tiada akhir, terutama di Eropa yang menekankan mereka pada perdamaian dengan bentuk kerjasama (contohnya seperti UE) dan untuk mencapai kesetaraan dengan kerja sama. Sedangkan dalam islam, konsep perang menjadi konsep yang terakhir ketika ketiadaan kesetaraan yang membuat keadaan berkonflik, dan perang untuk menjaga perdamaian itu sendiri bukan untuk menciptakan perdamaian.

Dalam konsep islam, perbedaan itu bukan menjadi alasan untuk bertikai, namun dijadikan alasan untuk didekatkan bukan untuk dipertentangan sehingga tercapainya kesetaraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x