Mohon tunggu...
Nabila Arfani Fadhilah
Nabila Arfani Fadhilah Mohon Tunggu... Jurnalistik Baru

Hello! i'm a college student.

Selanjutnya

Tutup

Teknologi

Podcast Membawa Industri Konten Audio Menuju Popularitas Zaman Sekarang Ini!

19 April 2021   14:00 Diperbarui: 19 April 2021   14:04 54 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Podcast Membawa Industri Konten Audio Menuju Popularitas Zaman Sekarang Ini!
fmbankil.com

Jakarta - Kata ‘Podcast’ tak lepas dari kelahiran iPod buatan Apple pada 2001. Kata ini muncul sebagai singkatan dari ‘iPod Broadcasting’ atau siaran lewat iPod. Sebuah konten audio digital dengan isi beragam, beraneka format, dan tanpa batasan durasi.

Meski sempat tergerus arus teknologi, podcast pun kini dianggap sebagai konten audio yang membawa menuju sebuah Popularitas.

Kehadirannya kian ramai kembali diminati banyak pengguna internet, dari konten audio podcast yang disajikan dalam bentuk drama, yaitu The Most Shocking Love Story dari gagasan Ruang Siar Juara dan Gadis Pramugari yang diproduksi oleh Kaskus.

Konten audio tersebut membuat Kaskus ketagihan membuat drama audio, karena drama audio Gadis Pramugari yang diproduksinya berhasil menarik banyak pendengar baru.

“Bulan Januari lalu kami sudah persiapan 2 Doa 1 Dunia. Kami ingin membuat drama audio karena bulan Ramadhan adalah momen yang paling tepat. Di bulan Ramadhan banyak orang yang kangen dengan drama audio yang biasanya diputar di radio,” kata Gonzaga Jalu Jagad, selaku produser Kaskus Podcast.

Albertus Magnus Prestianta selaku pengamat dan pengajar media digital dari Universitas Multimedia Nusantara mengatakan, tak heran pada awal era tahun 2000-an konten drama audio pada radio kian tergerus, mengingat banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya durasi yang terbatas, juga radio yang lebih menyediakan slot untuk iklan dibandingkan untuk konten.

"Kalau dalam podcast, tidak ada batasan durasi jadi bisa didengarkan kapan pun, fleksibel, yang pegang kendali adalah pendengar. Kekurangannya hanya satu, konsistensi jaringan internet di Indonesia," kata Albertus.

Menurut produser Kaskus, pendengar drama audio ini tiga kali lebih banyak ketimbang konten reguler Kasus Podcast bertema sejarah. Namun,  jumlah pendengarnya masih sama jika dibandingkan dengan konten reguler bertema horor.

Albertus optimis ini bisa menjadi jalan drama audio untuk populer kembali. Podcast sebagai medium audio bisa menjadi peluang besar untuk drama audio. Meskipun tidak akan sehebat drama audio pada dekade 1980-an sampai 1990-an. Namun, ia yakin drama audio di podcast akan memiliki pendengar yang banyak.

Kemudian Albertus Magnus Prestianta juga mengingatkan pentingnya ekosistem agar terciptanya model bisnis yang bagus dalam industri audio. Karena menurutnya ekosistem podcast di Indonesia dinilai belum maksimal, begitu juga dengan bisnisnya. Dengan ekosistem yang berjalan dengan baik diharapan para Podcaster dapat membuat konten audio atau konten berbiaya besar lainnya.

"Kalau ekosistem sudah berjalan baik, podcaster terus membuat konten berbiaya besar, seperti drama audio, dan pendengar terpuaskan. Bila tidak, hanya pemodal besar dan perusahaan media yang bisa membuat konten berbiaya besar," kata pernyataan Albertus

VIDEO PILIHAN