Mohon tunggu...
Rodhotul NabilatunNisak
Rodhotul NabilatunNisak Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa ekononomi dan bisnis

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Hambatan Ekspor dan Impor Antar Negara akibat Covid-19

27 Januari 2021   08:12 Diperbarui: 28 Januari 2021   11:58 92 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hambatan Ekspor dan Impor Antar Negara akibat Covid-19
pengaruh covid-19 terhardap perekonomian. | hijauku.com

Oleh : Rodhotul Nabilatun Nisak

Pandemi covid-19 saat ini telah melanda dunia, sehingga menimbulkan berbagai aspek kehidupan kesehatan, ekonomi, termasuk dalam perdagangan internasional. Dalam kondisi saat ini, virus corona bukanlah wabah yang dapat diabaikan begitu saja. 

Perkembangan penularannya yang cukup relavan, karena penyebarannya yang sudah mendunia dan seluruh negara sudah merasakan dampaknya termasuk Indonesia. Untuk mengantisipasi dan mengurangi jumlah penderita virus covid-19 di Indonesia dan beberapa negara lainnya pemerintah memberikan kebijakan dengan membatasi berbagai aktifitas di luar rumah, termasuk kegiatan ekspor dan impor antar negara yang harus dibatasi.

World trade organization (WTO) mencatat 80 negara telah menerapkan pembatasan ekspor. Dari sisi penawaran (supply), kebijakan lockdown dan bekerja dari rumah mengakibatkan berkurangnya tenaga kerja yang terlibat dalam aktifitas produksi. Kebijakan ini juga mengharuskan pemerintah untuk menutup pelabuhan air dan udara yang menghambat distribusi barang antar negara. Dari sisi permintaan (demand), perubahan preferensi konsumesi akibat pandemi mengakibatkan ketidakcocokan antara penawaran dan permintaan.

Selain itu, kebijakan lockdown mengharuskan pemerintah menutup pasar tradisional sehingga membatasi akses konsumen terhadap bahan pangan yang mengakibatkan peningkatan food waste atau makanan yang terbuang sia-sia. Sektor ekspor dan impor Indonesia mengalami penurunan akibat efek dari pandemi, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan non fiskal untuk mengurangi dampak negatif dari wabah tersebut. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap kegiatan ekspor dan impor Indonesia.

Seperti yang dapat di ketahui, kegiatan ekspor dan impor Indonesia mengalami penurunan pendapatan. Penurunan ini terjadi akibat berkurangnya kegiatan ekspor dan impor. Efek negatif dari covid-19 juga berdampaak pada kerjasama perdagangan dengan beberapa negara lain tidak dapat berjalan dengan baik. 

Apabila masalah ini tidak diatasi dengan baik, maka akan menimbulkan resesi ekonomi. Disrupsi perdagangan internasional juga membuat upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di masa resesi menjadi problematik. Perlu diakui bahwa, Indonesia masih sangat bergantun pada impor untuk memenuhi kebutuhan yang di perlukan di masa pandemi seperti pangan, energi, obat-obatan, dan perlengkapan kesehatan.

Dampak perdagangan yang tehambat karena adanya Virus Covid-19 menurt Kepala Badan Pusat Statistik belum ada dampak signifikan terhadap pandemi Virus Covid-19, namun saya melihat sampai dengan akhir 2020 Pandemi Covid-19 berdampak sangat signifikan terhadap perdagangan di Indonesia, salah satu contohnya banyaknya perusahaan yang tutup dan melakukan PHK masal terhadap karyawannya karena tidak mampu membayar gaji karyawan karen turunnya omzet penjualan perusahan-perusahaan tersebut akibat adanya pandemi Covid-19 ini dan paling menyedihkan adalah ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 2,97% saja dikarenakan adanya pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, pemerintah perlu segera melakukan langkah strategis untuk meminimalisir dampak disrupsi perdagangan sekaligus mencegah krisis kesehatan menjadi pangan. Besar harapan saya semoga di tahun 2021 pandemi Virus Covid-19 segera berakhir dan dengan demikian Indonesia bisa bangkit lagi baik disektor ekononomi dan perdagangan.

VIDEO PILIHAN