Mohon tunggu...
Nindy Prisma
Nindy Prisma Mohon Tunggu... buruh di balik kubikel dan penikmat pertandingan olahraga

...Real Eyes Realize Real Lies...

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

14 Pemain Huni Tim Nasional Voli Indonesia untuk Asian Games 2018

5 Mei 2018   09:28 Diperbarui: 5 Mei 2018   19:36 0 5 6 Mohon Tunggu...
14 Pemain Huni Tim Nasional Voli Indonesia untuk Asian Games 2018
14 pemain yang terpilih masuk timnas voli putra Indonesia| Dokumentasi PBVSI

Kompetisi kasta tertinggi voli tanah air, Proliga 2018 memang sudah usai sejak 15 April lalu. Tim putra Surabaya Bhayangkara Samator dan tim putri Jakarta Pertamina Energi membuktikan diri sebagai tim terkuat dihadapan 6000 penonton yang memadati GOR Amongrogo, Yogyakarta. Namun berakhirnya Proliga tak lantas membuat geliat voli nasional juga turun meredup.

PBVSI selaku organisasi yang menaungi cabang olahraga voli langsung menggelar pemusatan latihan tim nasional untuk Asian Games 2018. Sebanyak 18 nama pemain putra dan putri serta ofisial tim mulai berkumpul dan menjalani latihan sejak 23 April 2018.

Pelatih tim putra, Samsul Jais dan pelatih tim putri, M. Anshori hanya beri waktu satu minggu untuk melakukan seleksi dan memutuskan 14 nama yang menjadi tim inti untuk menjalani latihan intesif menuju Asian Games 2018. Itu artinya 4 nama pemain putra dan putri lainnya harus tereliminasi dan kembali ke klubnya masing-masing.

Dari 18 pemain penghuni pelatnas tim putri, Anshori memutuskan untuk mencoret quicker Rika Dwi Latri dan setter Khaliza Azila Rahma yang sama-sama berasal dari klub Gresik Petrokimia, selain itu pemain asal klub Wahana Bandung, Putri Andya juga turut dipulangkan. Sementara, quicker Yolla Yuliana telah lebih dulu mengajukan pengunduran diri sejak awal pelatnas dimulai karena sedang hamil.

Timnas Voli Putri Indonesia| Dokumentasi PBVSI
Timnas Voli Putri Indonesia| Dokumentasi PBVSI
Keputusan mengejutkan justru datang dari timnas putra. Tiga pemain yakni outside spiker Agung Seganti, quicker Antho Bertiyawan dan setter Dio Zulfikri diluar dugaan terdepak dari Padepokan Voli Sentul.

Tereliminasinya ketiga pemain tersebut tentu tak disangka-sangka oleh para penggemar voli tanah air, terutama mengingat ketiganya menjadi tim inti yang membawa Indonesia merebut peringkat 4 di Kejuaraan Asia Putra 2017 dan mempersembahkan medali perak di SEA Games 2017.

Agung Seganti, yang tahun lalu didaulat sebagai kapten mengaku kecewa ketika namanya disebut sebagai pemain yang tereliminasi dari timnas putra, "Kecewa sudah pasti, tapi saya harus ikhlas, mungkin pelatih menilai saya kurang layak untuk kembali membela Indonesia dan ke depannya saya harus introspeksi diri lagi untuk jadi lebih baik," ujarnya saat dihubungi pada Rabu, 2 Mei 2018 lalu.

Pemain asal Lampung ini mengaku, jika tampil di Asian Games 2018 menjadi targetnya. Meski kecewa karena tak mampu mewujudkan target tersebut, pemain yang sudah menjadi penggawa timnas sejak SEA Games 2009 lalu ini tetap berharap rekan-rekannya mampu memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

"Persiapan yang hanya 3 bulan ini harus maksimal, apalagi targetnya masuk 4 besar. Mereka harus berjuang dan memberikan penampilan yang terbaik, tidak boleh keok di kandang sendiri," tambahnya.

Selain tiga nama diatas, pemain junior Okky Damar Saputra juga harus angkat koper lebih dahulu. Keputusan untuk mencoret keempat pemain tersebut menurut pelatih Samsul Jais berdasarkan dari pengamatan di kompetisi Proliga 2018 dan seleksi di Padepokan Sentul.

Samsul mengaku jika pengamatan tak hanya dilakukan oleh jajaran tim pelatih, tapi juga oleh Badan Tim Nasional yang melakukan penilaian di semua aspek, baik teknis dan non teknis.

Kini 14 nama sudah dipastikan akan membela Indonesia di Asian Games 2018. Dari nama-nama yang telah dirilis, hadirnya beberapa pemain muda seperti Yuda Mardiansyah, M Malizi, Galih Bayu, Nizar Julfikar yang akan memulai debutnya di timnas senior ini diharapkan mampu menjadi energi baru yang membuat timnas menjadi lebih kuat dan solid.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2