M Yusuf Alamudi
M Yusuf Alamudi Peneliti

menulis untuk mencerahkan umat

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Mewaspadai Penyakit dari Makanan Pedas

13 Maret 2018   12:50 Diperbarui: 13 Maret 2018   13:05 468 0 0
Mewaspadai Penyakit dari Makanan Pedas
kuliner pedas. (Tribunnews.com)

Wisata kuliner Indonesia merupakan masakan yang menjadi pilihan banyak orang. Masakan Indonesia tidak hanya disukai oleh orang-orang yang ada di dalam negeri saja, tapi para turis yang berasal dari negara-negara tetangga juga menyukai masakan Indonesia.

Hal ini dikarenakan masakan Indonesia memiliki cita rasa dari rempah-rempahnya. Oleh karena itu, Indonesia dijuluki sebagai negara yang kaya akan hasil rempah-rempahnya.

Selain terkenal dengan rempah-rempahnya, masakan Indonesia juga terkenal dengan rasanya yang pedas. Rasa pedas dari hasil masakan tentunya menjadi cita rasa dan membuat orang lebih bersemangat untuk makan. Jika didalam masakan tidak memiliki cita rasa yang pedas, tentunya membuat orang yang suka dengan rasa pedas ibarat makan tanpa garam.

Ada yang bilang cita rasa masakan khas suatu daerah merupakan representasi dari karakter warga yang mendiami wilayah itu. Warga penyuka masakan yang bercita rasa pedas biasanya punya gaya bicara yang lugas, tidak kenal basa basi dan langsung menuju ke pokok pembicaraan. Percaya atau tidak, hampir semua daerah di Indonesia memiliki masakan pedasnya masing-masing.

Rasa panas dan menyengat di lidah dipercaya makin membangkitkan selera makan orang yang menyantapnya. Makin pedas makin lezat. Penggemar masakan pedas tersebut bukan hanya warga lokal, namun juga mereka yang tinggal berkilo-kilometer jauhnya dari kampung halaman. Ada banyak manfaat yang terkandung dalam cabai misalnya menambah nafsu makan, sebagai sumber vitamin C, mengendalikan pencemaran mikroba, mencegah kanker dan sebagainya tetapi jika terlalu banyak makan cabai juga bisa mendatangkan efek buruk bagi kesehatan.

Efek samping yang bisa timbul apabila terlalu banyak makan cabai/pedas antara lain Gastritis (inflamasi atau peradangan yang terjadi pada lambung. Biasanya gastritis atau yang biasa disebut dengan maag ini disebabkan karena bakteri tetapi terlalu banyak makan cabai juga bisa menjadi salah satu penyebabnya karena makanan pedas dipercaya dapat menurunkan kemampuan lapisan pelindung lambung. Lapisan ini berfungsi melindungi lambung dari asam lambung.

Penyakit lain yang muncul akibat makanan/masakan pedas adalah penyakit refluks asam lambung atau naiknya asam lambung ke kerongkongan atau yang biasa disebut sebagai penyakit GERD (gastroesophageal reflux sickness). Asam lambung yang naik ke kerongkongan memiliki beberapa gejala seperti rasa terbakar pada kerongkongan, sakit di dada, batuk, merasakan ada cairan yang naik ke kerongkongan. Refluks asam lambung kronis dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti kanker throat, pneumonia dan gigi rusak karena asam lambung. Abnormalitas akibat masakan pedas juga dapat mengakibatkan menurunnya kepekaan lidah. Ini disebabkan semakin lama orang terbiasa mengkonsumsi makanan yang pedas maka kepekaan lidahnya menurun.

Bagi orang lain satu sendok sambal sudah sangat pedas tetapi bagi orang yang terbiasa maka hanya sedikit merasakan pedas. Ini tidak hanya berlaku pada rasa pedas saja tetapi juga berpengaruh terhadap pengecapan rasa lainnya seperti manis, asin, asam dan pahit. Menurunnya indera pengecapan ini tidak jauh berbeda pada berkurangnya pendengaran orang berada dilingkungan bising, keduanya mempunyai akibat yang permanen. Bahaya lainnya mengkonsumsi makanan yang pedas setiap harinya akan mengalami susah tidur saat malam hari. Rasa pedas yang ada pada cabai maupun merica bisa menyebabkan otak mengirimkan sinyal kepada hormon norepinefrin agar tetap terjaga. Sinyal yang diberikan otak tersebut akan membuat orang yang mengkonsumsi makanan pedas setiap harinya terus merasakan cemas, gelisah dan juga sleep deprivation.

Dampak lain masakan pedas terhadap kesehatan adalah kerongkongan yang terbakar dan panas juga diare. Berdasarkan hasil penelitian orang yang suka mengkonsumsi makanan pedas akan lebih rentan terkena radang tenggorokan. Penyebabnya adalah zat capsicum yang ada pada cabai akan melalui kerongkongan manusia sebelum akhirnya masuk ke lambung dan saluran pencernaan manusia. Zat tersebut mampu mengiritasi kerongkongan sehingga kerongkongan terasa seperti terbakar dan juga panas.

Zat capsicum yang ada pada cabai juga dapat membuat usus menjadi teriritasi sehingga usus tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Usus yang kinerjanya benar-benar terganggu adalah bagian usus besar.

Usus besar adalah bagian usus yang sangat penting dimana terjadi penyerapan cairan makanan di dalam kotoran manusia sehingga saat dikeluarkan bentuknya tidak terlalu cair. Jika kinerja usus besar terganggu maka penyerapan cairan di dalam usus besar joke tidak berjalan maksimal sehingga kotoran yang dikeluarkan masih banyak cairannya atau lembek sehingga menyebabkan diare.

Makanan pedas tidak hanya berbahaya bagi masyarakat biasa saja namun makanan pedas juga sangat berbahaya bagi ibu hamil. Dampak makanan/masakan pedas pada ibu hamil antara lain memicu rasa mulas berlebihan.

Mulas yang berlebihan tidak bagus dialami oleh ibu yang sedang hamil muda sebab bisa menganggu pertumbuhan dan perkembangan janin yang ada di dalam kandungan ibu hamil. Selain rasa mulas yang berlebihan, makanan/masakan pedas juga dapat menyebabkan diare pada ibu hamil, diare pada ibu hamil ini sangat tidak bagus sebab jika diare terus-terusan ibu hamil akan kehilangan banyak cairan sehingga menyebabkan dehidrasi.

Ada banyak sekali bahaya dehidrasi yang harus diwaspadai salah satunya adalah menyebabkan kinerja organ terganggu dan darah menjadi pekat. Jika darah ibu hamil menjadi pekat atau kental akibatnya adalah janin yang ada di dalam kandungan tidak memiliki asupan darah dan oksigen yang cukup sehingga janin bisa mati di dalam kandungan.

Dampak masakan/makanan pedas yang ketiga adalah kontraksi dini. Ibu hamil yang suka sekali mengkonsumsi makanan pedas akan mengalami kontraksi dini yang diakibatkan oleh terlepasnya hormon prostaglandin. Pelepasan hormon ini akan mendorong otot-otot halus yang ada di dalam rahim sehingga terjadi kontraksi.

Ibu hamil yang suka mengkonsumsi makanan pedas di saat usia kehamilannya belum cukup matang harus berhati-hati sehingga kontraksi dini dapat dicegah. cerdas dalam memilih makanan sangat dibutuhkan terutama berhubungan dengan kesehatan. ini disebabkan mengobati sebuah penyakit akan mengeluarkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan mencegah. selain itu, dengan berpola makan yang sehat akan melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan untuk mensejahterahkan indonesia.Salam Kenali-Cegah-Obati-Eradikasi