Muhammad Yulian Mamun
Muhammad Yulian Mamun Karyawan Swasta

Laki-laki. 165 cm. Asal Banjarmasin dan merantau di Jakarta. Menggemari sejarah dan desain grafis. Pengasuh http://mryulian.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bola

Pogba Juga Turut Berdakwah

28 Mei 2018   14:30 Diperbarui: 28 Mei 2018   14:44 738 0 0
Pogba Juga Turut Berdakwah
Paul Pogba berdoa sebelum sepakmula. Foto:www.inews.id

Raja dari Mesir, Mohamed Salah muncul sebagai duta yang merepresentasikan citra ramah Islam di Liga Utama Sepakbola Inggris (EPL). Selain penampilan ciamik di atas lapangan jadi top scorer musim ini dengan 32 gol, keseharian Salah sebagai seorang yang santun dan muslim yang taat seakan antitesis dari sosok teroris yang sering mengganggu keamanan di Inggris dan belahan dunia lainnya.

Dengan jumlah gol sebanyak itu, kurang lebih sejumlah itu pula Salah melakukan sujud syukur selepas menjebol gawang lawan. Selain menunjukkan rasa terima kasih pada Tuhan yang Maha Kuasa, sujudnya Salah secara tidak langsung adalah sebuah deklarasi agama yang dianutnya. Selebrasi itu terekam jelas oleh kamera dan tersebar ke seluruh dunia mengingat secara superior siaran Liga Inggris telah menjangkau hampir 3 milyar pemirsa sejagat. Dakwah.

Terlepas dari adanya teori konspirasi di balik terorisme, tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak pihak yang memiliki stigma negatif terhadap Islam. Hal ini mengingat beberapa tersangka teroris disinyalir merupakan penganut Islam garis ekstrem. Fobia Islam (Islamophobia) atau ketakutan berlebih terhadap hal-hal berbau Islam masih didapati di Eropa di mana agama ini masih menjadi minoritas.

Keberadaan Salah dan para pesepakbola Muslim lainnya merupakan angin segar bagi dakwah Islam di Eropa. Menurut Abu Zainab, editor di blog berbasis komunitas Topislamic.com, setidaknya ada 53 pesepakbola muslim di EPL tahun 2018. Padahal seperti dilansir BBC, hanya ada satu pemain muslim pada saat EPL edisi perdana mentas tahun 1992 yaitu Mohammel Ali Amar alias Nayim. Pemain Spanyol keturunan Maroko ini bermain di Tottenham Hotspur selama 5 musim sejak 1988.

Husnuzhon Kepada si Urakan

Pemain muslim lainnya, Paul Pogba sempat menjadi pemain dengan nilai transfer termahal di dunia kala pindah tahun 2016 dari Juventus ke Manchester United. Fulus sebesar 105 juta Euro mesti digelontorkan tim Setan Merah untuk mengembalikannya ke gelanggang Old Trafford. Walau kemudian rekor ini disalip oleh harga transfer Coutinho, Ousmane Dembele, Kylian Mbappe dan Neymar di tahun-tahun berikutnya.

Mengenai status keislaman Pogba, memang tidak mencolok. Tapi orang tuanya---yang merantau dari Guinea di Afrika Barat ke Prancis tahun 60an ke Prancis---rupanya menanamkan nilai keislaman yang cukup kuat.

Pogba ini mungkin dianggap bukan sosok ideal untuk mendakwahkan Islam di sepakbola Eropa. Dibanding Salah, Pogba lebih ekspresif, gaul dan ekstrover. Jangan lihat potongan rambut warna-warni di atas batok kepalanya. Jangan hanya menengok gaya selebrasi golnya yang eksentrik, menari dab dan menyanyi ala musisi hip-hop. Jangan pula sekadar melihat fesyennya yang mencolok mata. Sekilas kasatmata, bagi orang tua ortodoks di Indonesia pada umumnya, Pogba terkesan urakan dan bukan menantu idaman.

Meski begitu, tidak tepat juga menyandingkan Pogba dengan pemain kontroversial seperti Balotelli atau Joey Barton. Pogba jarang terlibat dengan kegiatan kontroversial di dalam dan luar lapangan layaknya dua nama tersebut. Setidaknya begitulah citra yang dibentuk oleh Pogba melalui pemberitaan media dan perangainya di media sosial. Sifat Pogba mungkin lebih tepat dideskripsikan sebagai "gaul" dibanding "bengal".

Faktanya, meski tidak se-sholeh Salah, Pogba juga tidak canggung 'memamerkan' identitas Islamnya. Setiap sebelum pertandingan, Pogba selalu terlihat khidmat komat-kamit berdoa mengangkat kedua tangan. Ia juga beberapa kali mengunggah foto kegiatan religi seperti shalat di masjid. 

Sudah dua tahun berturut-turut ia terciduk melakukan ibadah Umrah di tanah suci. Yang terbaru di awal Ramadan ini ia menunggah video berlatar belakang Ka'bah di Mekkah, kota suci ummat Islam. Di tengah kemilau hidup pesepakbola modern yang glamor, apa yang dilakukan pria 25 tahun ini adalah sebuah oase penyejuk.

"Aku mendoakan kalian yang belum pernah ke sini (Mekkah) semoga bisa berkunjung ke tempat ini. Suasana di sini luar biasa, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata," ujarnya dengan gamis biru dan peci, kali ini tidak ada rambut warna jagung. 

Hal yang sama ia utarakan saat diwawancara oleh akun Instagram resmi  Pengelola 2 Masjid Haram (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) yang berada di bawah naungan Pemerintah Arab Saudi.  

Industri sepakbola yang menjadi sarang perputaran uang yang sangat besar. Di liga Inggris yang saat ini merupakan kompetisi paling 'bonafid' di dunia, musim lalu (2017/2018) total 1,8 milyar Poundsterling--menurut laporan Sportkeeda--dihabiskan oleh 20 tim pesertanya untuk transfer pemain. Ini belum termasuk pengeluaran gaji serta  pendapatan pembagian hak siar dan iklan. 

Tak heran jika status pemain sepakbola sebagai seorang pesohor, akan terus disorot oleh milyaran pasang mata. Oleh karena itu, adanya sosok muslim dalam diri Salah, Pogba dan pemain lainnya merupakan dakwah yang sangat berarti, bukan hanya mengenalkan agama ini kepada golongan di luar Islam tapi juga menginspirasi generasi muda muslim. Prof. Quraish Shihab pernah mengatakan bahwa pemain sepakbola yang salat lebih besar pengaruhnya daripada seorang kiai.

Kita tidak tahu apa yang diperbuat Pogba lepas dari bidikan kamera. Namun apa yang lihat dari berbagai perbuatan positif yang tercermin di media sosial cukuplah menjadi acuan kita bahwa orang segaul Pogba adalah orang sholeh.

Nabi Muhammad SAW menegaskan, "Nahnu nahkumu bi azh-zhawahir. Waallahu yatawwala as-saraair, wallahu ya'lamu bil batin (Hadist).  Artinya "Kita hanya menetapkan hukum berdasarkan fakta-fakta yg nyata (terlihat). Adapun Allah lah yang Maha tahu tentang rahasia (niat) seorang dalam hatinya.

Mesut Ozil mencium roti yang dilempar oleh penonton. Kolase oleh ilmfeed.com
Mesut Ozil mencium roti yang dilempar oleh penonton. Kolase oleh ilmfeed.com

Begitupun dengan pemain muslim seperti Ozil yang meski tatoan tapi juga pernah umrah. Beberapa waktu lalu dalam pertandingan Liga Europa Ozil juga terekam lensa memperlakukan dengan takzim sisa roti yang dilempar fans klub lawan padanya.  Bukankah ini adalah ajaran Islam (dan agama lainnya) agar tidak mubazir dan menghormati makanan?

Kita semua harus berprasangka baik, husnuzhon kepada si urakan dan tato sekalipun. Karena setiap orang pasti mempunyai sisi baik. Berpikiran positif dengan perasangka baik ini semakin diperlukan saat kondisi sosial kita rawan memanas akibat gesekan politik dan keamanan beberapa waktu belakangan.