Mohon tunggu...
Mita Karunia
Mita Karunia Mohon Tunggu... Freelancer - Menulis untuk menyapa semesta

email : mitakarunia40@gmail.com | https://twitter.com/mitakarunia

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Menjadi Terasing

10 November 2022   09:19 Diperbarui: 10 November 2022   09:28 423
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: freepoik.com

                                                                                         

Mereka bilang, ini rumahku. Tempat terbaik yang kupunya. Selalu, menjadi tujuan pulang. Tempat rindu mendarat dan mendekap.

Bagaikan cawan yang berisi anggur, bibirmu adalah kecup yang menyentuh sekujurku. Melepas dahaga yang mencekik diluar sana. Menyesap hangat ke dalam sukmaku.

Di tempat ini, di rumah ini, yang ku mau selalu ada. Termasuk, kamu. Tempatku pulang. Tempatku bercakap. Tempatku menetap. Tempatku berpijak. Apapun keadaannya. Karena yang kutahu, menujuku selalu kamu dan kepulanganku adalah kepadamu.

Di hari itu, entah mengapa semuanya berbeda.

Tempatku pulang menyisakan sesak.

Tidak ada hangat yang semestinya.

Rindu yang seharusnya, menghilang

Setiap cakap, tatap, tak lagi menetap.

Hanya engap, yang bersiap.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun