Mohon tunggu...
Hety A. Nurcahyarini
Hety A. Nurcahyarini Mohon Tunggu... www.kompasiana.com/mynameishety

NGO officer who loves weekend and vegetables

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Hari ke-25: Edisi Curhat Nulis di Kompasiana

8 Mei 2021   22:55 Diperbarui: 8 Mei 2021   23:12 214 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hari ke-25: Edisi Curhat Nulis di Kompasiana
Desain: Canva

Samber THR Kompasiana 2021 adalah ajang reuni saya dengan platform Kompasiana sejak 13 September 2019. Ya, 13 September 2019 adalah tanggal terakhir saya posting cerita di Kompasiana. Ter-la-lu. Udah lama juga, ya? Setahun delapan bulan, kira-kira. Makanya, enggak salah jika ada emoticon berwarna biru yang sedang tidak tersenyum di profil utama saya. Tanda saya masih Kompasianer 'debutan'. Serta, enggak ketinggalan ada poin (ya, demikian mereka menyebut angka-angka itu) yang jumlahnya jauuuh jika dibandingkan dengan Kompasianer yang kastanya sudah Junior, Taruna, Penjelajah, Fanatik, Senior, dan Maestro. Wuiw!

Walaupun begitu, saya selalu punya prinsip kalau menulis itu tentang pengalaman personal seseorang. Penilaian itu relatif dan tergantung jam terbang si penulis. Sebenarnya, enggak perlu terlalu dirisaukan, ya, kecuali motivasimu menulis adalah harta, lomba, dan juara haha! Jadi, kalau ada yang patah arang duluan karena merasa tidak pede atau 'jiper', hush-hush, kamu tidak akan pernah menulis seumur hidupmu. Percayalah!

Selain Kompasiana, sebenarnya saya juga punya 'anak' lain di platform Wordpress yang harus saya asuh. Sepede-pedenya saya menyebut diri sebagai 'blogger', menghidupi dua blog sekaligus enggaklah mudah. Salah satu momen yang saya gunakan untuk memotivasi menulis adalah sayembara menulis dengan durasi waktu dan tema yang sudah ditentukan. Ya, seperti Samber THR Kompasiana 2021 ini. 

Lewat Samber THR Kompasiana 2021 yang dimulai sejak 14 April ini, saya mulai 'bebersih' kembali akun Kompasiana yang mungkin udah mulai berdebu dan ada sarang laba-labanya. Dari mulai ganti foto profil, update bio, sampai intip-intip tulisan-tulisan lama saya. Ya, ampun, terharu! Saya pernah menulis di sini, lho!

Hari ini, 8 Mei 2021, terhitung hari ke-25 Samber THR Kompasiana 2021. Enggak nyangka juga, udah sejauh ini. Ibarat cabang olahraga, sayembara menulis berdurasi kayak gini mirip 'lari estafet'. Enggak cuma soal waktu siapa yang tercepat tapi juga bisakah membawa topik yang 'day by day' diberikan oleh panitia. Lelah? Pasti. Tapi model begini yang membuat kreativitas kita bertumbuh.  

Berikut suka-duka, serba-serbi, fun fact, dibalik layar, saya ikutan Samber THR Kompasiana 2021. Enggak ada manusia yang sempurna, juga tulisan. Ya, ya, ya ... #SamberTHRKompasiana

1. Ikutan menulis untuk healing (blogging as therapy).

HeEh, pandemi Covid-19 ini bikin kondisi badan campur aduk, ya mental, ya fisik. Salah satu kegiatan yang udah saya coba sejak tahun lalu adalah dengan menulis, blogging, journaling, catatan syukur, dan sebagainya (bahkan sekadar menulis to do list hal-hal yang menyenangkan, lho). Konon, ada yang bilang, menulis adalah salah satu aktivitas yang bisa dilakukan untuk menstrukturkan cara berpikir kita. It's a process. Ya, walau kenyataannya, ada aja yang bikin saya lama enggak nulis selama berbulan-bulan. Jadilah, nyoba one day one blog Samber THR Kompasiana 2021 yang udah ditentuin topiknya selama 31 hari. 

2. Bukan murid yang baik juga. Bolos 5 topik di bulan April karena harus membuat video serta ada topik yang menurut saya enggak sreg serta 'rumit'.

Again, nggak ada yang sempurna dalam proses belajar menulis. Udah berani menulis aja udah bagus sebagai momen untuk memvisualisasikan apa yang ada di kepala lewat kata-kata. Terhitung, saya udah bolos 5 topik di bulan April. Alasannya beragam, dari yang panitia minta peserta membuat video di Instagram (ini kan blogging ya, kenapa tetiba video, heu), syarat yang bisa saya penuhi, sampai topik tulisan yang membuat saya 'stuck'. Ya, saya akui, saya masih mengandalkan mood untuk menulis. Sekalinya, ada yang nggak sreg, ya bye.