Budi Hartono
Budi Hartono

Lahir dari keluarga sederhana. Menjalani masa kecil di Jakarta, bersekolah di Yogya dan kuliah sampai akhirnya tinggal di Bandung. Mengagumi Bapak (alm) yang sanggup melihat masa depan yang lebih baik...

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Kelompok Kriminal Bersenjata, Teroris, Gerombolan, Separatis?

7 Desember 2018   13:32 Diperbarui: 7 Desember 2018   14:05 470 0 0
Kelompok Kriminal Bersenjata, Teroris, Gerombolan, Separatis?
Sebby Sambom, Tokoh OPM (Sumber : Tempo)

Beberapa hari ini kita dijejali dengan peristiwa tragis, penembakan sejumlah pekerja di Papua, ketika mereka sedang membangun jembatan di sana. 

Sebanyak 31 pekerja dieksekusi dengan cara ditembaki oleh orang-orang yang disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata. Ingat, KKB atau Kelompok Kriminal Bersenjata..jangan salah menyebutnya.

Publik kemudian terhenyak dengan istilah baru tersebut. Bagaimana tidak? Ada 31 pekerja tewas diberondong senjata api, salah satu korban dilaporkan adalah anggota TNI. Dalam wawancara di TV, seorang mantan pejabat menyebutkan kenapa pemerintah menyebutnya KKB dan bukan lainnya. 

Pertama, peristiwa ini dianggap sebagai kriminal biasa. Kedua, penyebutan KKB untuk menegaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam hal keamanan di Papua sehingga diharapkan tidak mengganggu investasi di Papua. 

Apakah memang sesederhana itu? Sementara pada kesempatan itu, mantan pejabat itu pun menyebutkan bahwa gangguan keamanan selalu saja terjadi sepanjang tahun dan bukan hal yang baru.

Kenapa KKB? Kenapa tidak disebut Teroris? Kenapa bukan Gerakan Separatis? Kenapa tidak disebut Ekstremis? Sudah pasti setiap istilah memiliki makna dan kita menjadi tahu kenapa penyebutan itu dilakukan. 

Kelompok kriminal bersenjata yang berani menyerang pos TNI tentunya bukan sekedar kriminal biasa. Mereka jelas-jelas membunuh untuk tujuan tertentu. Jika ekonomi yang dicari, memangnya dapat apa dengan membunuh para pekerja dan anggota TNI? Sudah pasti mereka bermaksud menyebar ketakukan bagi orang lain dan layak disebut sebagai teroris.

Beberapa media massa, baik televisi maupun cetak, bahkan terang-terangan menyebut kelompok tersebut sebagai OPM, Organisasi Papua Merdeka. OPM...iya, tidak salah, organisasi yang menuntut kemerdekaan bagi wilayah Papua. 

Organisasi yang memang sejak dulu menjadi duri dalam daging bagi Pemerintah Indonesia, yang berulang kali membuat ulah tidak hanya di Papua, tetapi juga di lingkup internasional. Pesannya jelas, mereka ingin memberitahu dunia bahwa mereka masih ada, bahwa mereka bisa memberikan peringatan keras bagi Pemerintah Indonesia. Maka hanya ada satu pesan dari Pemerintah bagi mereka "Menyerah atau Mati !!!"

Masih layakkah dianggak kelompok kriminal biasa?