Mohon tunggu...
Muhammad Wislan Arif
Muhammad Wislan Arif Mohon Tunggu...

Hobi membaca, menulis dan traveling. Membanggakan Sejarah Bangsa. Mengembangkan Kesadaran Nasional untuk Kejayaan Republik Indonesia, di mana Anak-Cucu-Cicit-Canggah hidup bersama dalam Negara yang Adil dan Makmur --- Tata Tentram Kerta Raharja, Gemah Ripah Loh Jinawi. Merdeka !

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Cincin Kawin (Features)

10 April 2012   23:40 Diperbarui: 25 Juni 2015   06:46 306 0 2 Mohon Tunggu...
Cincin Kawin (Features)
13341003002081106624

(1)

Impian indah tentang Cinta, Sex, dan Keluarga --- konsep-konsep itu tidak datang, muncul tiba-tiba --- konsep-konsep itu, coba kenang kembali. Ia datang bersama pengalaman dan usia, berangsur-angsur.

Cincin kawin, kawin, dan berpasangan ?Lho tersenyumlah, ada kenangan lucu di sana.

Gadis sebaya, pintar --- Farida namanya. Sekolah kami berbeda, tetapi sore hari kami mengaji di Madrasah yang sama. Di madrasahlah, ukuran prestasinya menjadi bench-mark.

Ia pintar ---ia murid terpandang, ia pandai berpidato, setiap acara Hari Besar Islam pasti ia tampil sebagai pembicara. Mungkin saat itu kami berumur 10-11 tahun.

Suatu saat penulis pun tampil berpidato bersama Farida.

Konyol sekali --- apakah cinta monyet ?Ingin selalu melewati rumahnya dengan otopet (?) , sehari bisa berkali-kali.

(2)

Remaja SMA, aktif di Perpustakaan USIS, belajar bersama di Taman-taman kota, bertualang, kegiatan seni drama dan menulis --- tidak pernah sekali pun terkenang kembali masalah cincin kawin.

Perhatian tertuju pada cincin kawin itu pertama sekali, tahun 1950. Tante yang paling cantik, yang dipanggil Bu Sah. Menikah dengan pemuda yang sangat ganteng, pejuang muda dalam Perang Kemerdekaan. Dipanggil Mamak Aziz.

Itulah pesta perkawinan yang paling mengesankan semasa anak-anak --- di depan pelaminan Bu Sah dan Mamak Aziz saling memasukkan cincin ke jari manis pasangannya.

Cincin Kawin !

(3)

Memilih seorang gadis, perempuan yang akan menjadi pasangan hidup --- telah mantap (cincin kawin belum terpikir).

Mengapa ia terpilih dari sekian banyak gadis-gadis lawan pacaran dalam hidup ? Hanya satu alasannya. Ia tiap hari setia menulis surat --- karena kami terpisah jauh, antar pulau.

Suatu saat, mungkin antara 5-6 bulan sebelum acara pernikahan --- baru masalah cincin kawin menjadi pembicaraan. Sayang pada masa itu design dan cerita romantis cincin kawin atau pertunangan belum seluas saat ini. Tidak dikenal cincin ala Lady Di atau Catherine Middleton --- tidak ada berita Selebritiskawin dengan pertukaran cincin kawin ……………. Kemudian bercerai.

Kalau bercerai atau terpisah oleh kematian --- ke mana cincin-cincin kawin itu ?

(4)

Contoh cincin kawin banyak di toko --- walaupun perkawinan akan dilangsungkan di kota kecil, terpuruk menyelip di peta.Tetapi kota ini terkenal karena strategis dalam Perang Kemerdekaan --- perkembangan industrisemasa Orde baru.Kota yang penting di dalam dunia industri kehutanan dan perkayuan.

Kota ini terkadang memang terlintas menarik hati, untuk menjadi pijakan karier di masa-masa kuliah --- tidak dinyana jodoh bertemu pula di sana.

Cincin kawin di-design sendiri --- bentuk belah rotan tipis bersegi, lebar. Tidak ada yang menyamai.

Cincin kawin yang unik !Ada pula permainan warna.Konon sangat mengagumkan dan menarik hati keluarga calon istri.

(5)

Ternyata cincin kawin bisa sangat menyita perhatian pribadi --- tidak terpikir masalah cinta, sex dan keluarga yang akan dibina.

Teken surat nikah (sampai sekarang masih terlihat baru) --- satu surat nikah diteken berdua. Ejaan kata dan kalimatnya masih Ejaan Soewandi-kah ?

Surat Nikah, foto-foto, senyum-tawa teman, krabat-keluarga tidak sama sekali mengesankan --- duduk berdampingan di pelaminan. Tidak mengesankan.

Yang luar biasa mengesankan adalah pemasangan cincin kawin --- itulah puncak“statement”, proklamasi pernikahan.

(6)

Bangga dan bahagia memakai cincin kawin.

Bekerja di tempat kotor dengan bahan-bahan yang kotor --- tidak mengesankan, cincin kawin disisihkan --- disimpan.Istri masih memakai cincin kawinnya, nama suaminya --- pengikat tali perkawinan.

(7)

Belasan tahun bahkan melebihi 20 tahunan cincin kawin itu tidak pernah di kenakan lagi --- ukurannya sudah tidak sesuai.

Perkawinan anak-anak juga men-design cincin perkawinan mereka sendiri-sendiri.

Kalau kumpul-kumpul atau berjumpa teman lama, termasuk bekas-bekas pacar --- jari mereka kalau dilirik, juga tidak mengenakan cincin kawin --- jari manis mereka makin tua makin tambun.

Berjumpa dengan Farida di Pedalaman Riau --- ia sudah tua, tetap seorang Ustadzah yang setia pada profesinya --- berdakwah ke kampung-kampung, ke desa di pinggir hutan, ke Kebun-kebun sawit di Pelalawan, dari Buatan sampai Taluk Kuantan.

Farida belum menikah --- ia tidak mengenakan cincin apapun.

[MWA] (Features -43)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x