Mohon tunggu...
Muhammad Wislan Arif
Muhammad Wislan Arif Mohon Tunggu... profesional -

Hobi membaca, menulis dan traveling. Membanggakan Sejarah Bangsa. Mengembangkan Kesadaran Nasional untuk Kejayaan Republik Indonesia, di mana Anak-Cucu-Cicit-Canggah hidup bersama dalam Negara yang Adil dan Makmur --- Tata Tentram Kerta Raharja, Gemah Ripah Loh Jinawi. Merdeka !

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Apa untungnya Bagi Indonesia; Singapura pasti Untung [Polhankam – 17]

9 Juli 2011   07:49 Diperbarui: 26 Juni 2015   03:49 204 0 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
1310196723615742431

Dalam perundingan Ekstradisi Indonsia-Singapura.  Ada topik krusial yang sangat sukar untuk diratifikasi, yakni klausule persetujuan  ekstradisi dikaitkan dengan klausule 32.000 hektar tanah kawasan latihan militer di Baturaja, Sumatera Selatan --- dulu sebelumnya juga Singapura meminta Zona Latihan di Laut Natuna (kalau Rakyat tidak protes, jangan-jangan Pemerintah telah menandatangani persetujuan tukar guling itu).

 

Tukar guling Perjanjian Ekstradisi dengan Wilayah Kedaulatan Indonesia dijadikan --- konon tempat latihan militer Indonesia dan Singapura. Perhitungan yang Irrational.

 

Sedang latihan Angkatan Udara Singapura yang selalu di adakan di Riau, dengan basis di Pekanbaru --- Rakyat banyak yang muak melihat gelagat militer Indonesia dan Singpura siang malam berkelindan --- maklum  Orang Indonesia lemah, mudah lengah.  Apa lagi kalau telah bertemu dengan “Secret Weapon”. Jadi minder, seperti nenek moyangnya dulu menghadapi Portugis, Belanda atau Inggris.

 

Sejarah bisa berulang !

 

Pemerintah Indonesia jangan lengah --- memberikan Wilayahnya untuk tujuan apa pun kepada Pemerintah Asing.  Jangan korbankan Kedaulatan Nasional dengan Perjanjian apa pun.  Rakyat atau DPRRI harus waspada ini !

 

Indonesia cinta Damai, tetapi lebih Cinta pada Kemerdekaan !  ( Jenderal Besar A.H. Nasution )

 

Indonesia cinta Kedaulatan dari pada Uang sebesar nilai apa pun !

 

Kriminal dan Pidana Luar Biasa apapun --- Nara Pidana atau Pengkhianat Kelas Kakap  apa pun tidak berarti apa-apa bagi Indonesia.   Karena kepentingan kita itu, berasal dari ---  Penegakkan Hukum lemah, Pemerintah dan Aparat Indonesia yang harus melakukan Cegah dan Tangkal --- kalau sudah lolos ke Singapura --- carilah Kebijakan yang cerdas.  Banyak Instrumen dan Norma Hukum Internasional yang bisa digunakan.

 

Atau pergi belajar ke Israel --- Operasi ala Entebbe, atau baru-baru ini  Operasi di Emirat Arab.  Malu ke Israel, belajar ke Pentagon --- bagaimana “Menyelesaikan”  Ben Ladin  ala CIA.

 

Cegah tangkal Pidana Korupsi, Pelarian Modal, Pemindahan Aset, Pencucian Uang --- itu semuanya sangat tergantung Management Pemerintahan, kebijakan fiskal atau moneter,  di Indonesia. Bukan di tempat lain.

 

Begitu saja kok repot.

 

Ingat Pepatah Nenek Moyang :

“Bagai Belanda  minta Tanah” ; “Seperti kompeni minta Tanah, Beroleh sehasta hendak sedepa; diberi sejengkal hendak sehasta, diberi sehasta hendak sedepa”.

 

Tidak kapok kamu, he ?

 

Ingat pula Pepatah Jowo : “Londho-londho Walang Sangit nggendhong Kebo” --- jinak-jinak belalang sangit yang menumpang di punggung kerbau.

 

Mau jadi Kerbau, he !? [MWA]

 

[caption id="attachment_118880" align="alignleft" width="300" caption="Orang Miskin nasibnya seperti Negara Miskin --- jadi bulan-bulan-an."][/caption] *)Foto ex Internet

Mohon tunggu...

Lihat Konten Keamanan Selengkapnya
Lihat Keamanan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan