Mohon tunggu...
Muhammad Wislan Arif
Muhammad Wislan Arif Mohon Tunggu...

Hobi membaca, menulis dan traveling. Membanggakan Sejarah Bangsa. Mengembangkan Kesadaran Nasional untuk Kejayaan Republik Indonesia, di mana Anak-Cucu-Cicit-Canggah hidup bersama dalam Negara yang Adil dan Makmur --- Tata Tentram Kerta Raharja, Gemah Ripah Loh Jinawi. Merdeka !

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Gerakan Hidup Sederhana , diperlukan Indonesia [Tajuk Ide - 18]

4 September 2010   00:42 Diperbarui: 26 Juni 2015   13:28 222 0 0 Mohon Tunggu...

Bangsa Indonesia akan ambruk dengan ide-ide pemborosan --- apabila tidak secara sistematis dan keras membasmi Korupsi --- kerusakan moral makin menggelora, usaha dan upaya yang krusial mengulur-ulur waktu, sehingga memboroskan pula waktu, pikiran dan enerji nasional.

Menyaksikan performance Manajemen Pemerintahan dan Birokrasi Indonesia, maka ke depan terlihat beberapa Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) --- rendahnya kemampuan mengatasi Kemiskinan, Pengangguran, Kedaulatan Pangan, dan Kedaulatan Negara. Rendahnya kemampuan itu berpusat pada pengembangan Investasi, Kebijakan Fiskal (APBN) dan Partisipasi Sosial (Social Power).

Performance Pemerintahan dan Birokrasi harus dijuruskan pada Reformasi yang radikal sampai 2014, harus tuntas --- agar secara operasional manajemen di masa mendatang benar-benar bisa fokus mengatasi ATHG  yang nyata itu.

 Bagi politisi di pemerintahan dan di dalam Lembaga-lembaga Negara, kini janganlah melihat kepentingan kelanggengan kekuasaan semata --- tetapi bagaimana kesinambungan politik yang menjamin terlaksananya tujuan konstitusi : Kesejahteraan Rakyat dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat.

Kapasitas Sumber Daya yang telah riil harus sepenuhnya ditujukan untuk investasi yang difokuskan untuk mengatasi kemiskinan, Kesempatan Kerja, dan Kedaulatan Pangan --- yang berarti pula memperkuat ketahanan Kedaulatan Negara.

Kebijakan Fiskal harus menitik beratkan pada menggerakkan kapasitas ekonomi yang terpasang --- sedang investasi dititik beratkan pada infra struktur dan Sektor Pertanian dan Industri Pertanian.  Efisiensi linkage pertumbuhan industi baik pendekatan ke hulu maupun ke hilir.  Setiap kemampuan dana Pemerintah dan Swasta harus ditujukan pada pertumbuhan pada investasi, belanja Negara, dan pendapatan masyarakat (yang memelihara daya beli mereka)

Tiap Rupiah yang dikuasai Pemerintah kini harus benar-benar dianggarkan dan dibelanjakan dengan hemat dan cermat --- tidak bisa lain.  Anggaran Belanja Negara harus diperkirakan mempunyai Efek Multiplier yang menggairahkan pendapatan masyarakat --- yang dituju daya beli masyarakat yang mendorong fungsi konsumsi.

Lantas bagaimana tingkat Inflasi ?  Efisiensi pemungutan pajak harus dikendalikan, saat ini banyak volume pemungutan tersendat di titik pemungutan --- kalau volume itu dapat diatur oleh pemerintah dalam rangka penurunan suku bunga --- bagus. Tetapi itu disinyalir menjadi peluang koruptif di titik pemungutan, dan peredaran di masyarakat bersifat inflatoir.

Kalau Belanja Negara dan kebijakan fiskal serta moneter dapat sinkron, akan dicapai efisiensi pembelanjaan --- di pemerintah dan masyarakat, maka inflasi bisa dikendalikan --- dan suku bunga bisa lebih rendah untuk mendorong Sektor Riil.

Reformasi Birokrasi harus digerakkan dengan sistematis --- agar terkesan tindakan supervisi yang keras dari hirarchi lebih tinggi. Kenaikan Gaji PNS dan TNI/Polri harus di-ikuti tindakan disipliner yang tegas --- hukuman administratif segera diberlakukan kepada dua tiga tingkat organisasi --- apabila terdapat penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, suap menyuap, dan penghambatan administrasi.  Performance setiap PNS dan TNI/Polri harus diawasi.  Untuk menciptakan sistem ekonomi yang berbiaya rendah --- agar daya saing Indonesia meningkat dan kondusif untuk investasi.

Semua organisasi pemerintahan dan birokrasi melakukan penghematan dengan cermat --- setiap organisasi agar menggerakkan pola hidup sederhana ---  yang secara sosial  akan tercermin  dalam sikap dan perlakuan tehadap sumber-sumber daya.

Gerakan Hidup Sederhana (GHS) harus dimulai dan dikomandokan oleh PresidenRI, ini tindakan-nya :

1.    Menegakkan dan revitalisasi Instruksi Presiden (atau Peraturan Pemerintah atau apa kriteria hukumnya) yang masih berlaku.  Seperti penghematan Enerji dan Listrik yang pernah ditentukan (Sampai di mana penghematannya Bapak Presiden ? --- berapa ratus rupiah yang dihemat, atau malah telah over sekian persen kini !)

2.      Dalam jajaran Birokrat dan Organisasinya yang bertanggungjawab --- diberlakukan Reward dan Punishment  yang tegas. Tidak ada promosi bagi yang gagal,  secara lateral sekali pun.

3.      Semua peralatan kerja dan atribut harus buatan dalam negeri --- semua fasilitas kerja harus menyesuaikan dengan iklim setempat, terutama menjurus pada suasana tropis. Hemat enerji dan melindungi lingkungan. Pembatasan dan pengaturan yang tegas terhadap setiap tingkat dan eselon dalam organisasi, di bidang fasilitas dan enerji.

4.      Tertibkan mobil dinas, orientasi mobil dinas hanya pada status jabatan dan operasional --- harga dan jumlah unit harus diperhitungkan cermat.  Umpamanya kelas status jabatan mobil dinas Menteri yang sekarang, cukup satu kelas dengan Gubernur --- di bawah jabatan itu menyesuaikan baik kelas mau pun jumlahnya.  Manajemen Transpor harus diterapkan --- mobil pegawai tingkat tertentu disinkronkan dengan public transport agar mengurangi beban lalulintas. (penghematan enerji dan mengendalian polusi)

5.      Batalkan semua pelaksanaan Anggaran dalam APBN dan APBD 2010-2011 dan seterusnya yang tidak sesuai dengan Gerakan Hidup Sederhana --- Hemat Cermat dalam penggunaan Sumber Daya yang dikuasai. Sebagai contoh, anggaran pembangunan Gedung DPR harus disesuaikan dan re-schedule kembali.  Cegah pemborosan Dana dan Enerji yang terbatas ini.

6.      Komando Gerakan Hidup Sederhana ditetapkan PresidenRI terhitung mulai tanggal 1 Januari 2011.



Gerakan moral ini agar menyadarkan semua pejabat dan PNS/TNI-Polri serta segenap masyarakat bahwa, Republik Indonesia adalah Negara Sedang Berkembang dan Miskin --- Hari Depan Rakyat Indonesia dalam Masyarakat Gemah Ripah Loh Jinawa dan Tata Tentrem Kerta Raharja --- nun masih jauh di sana………..

Syukur kalau dapat dicapai 35 tahun lagi !

“Langit berkelikir, bumi bertemberang, salah-salah pikir jadi hamba orang” ---angan-angan dan pikiran yang menurutkan hawa-nafsu itu akhirnya membawa kehinaan jua.

Terima kasih Nenek-moyang-ku !

 

 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x