Mohon tunggu...
Journalist From Indonesia🇮🇩
Journalist From Indonesia🇮🇩 Mohon Tunggu... Jurnalis - Kerja-Belajar-Liburan🌷

Mengerti aku dalam aku

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Kebersihan Toilet Untuk Membangun Kesehatan Masyarakat

31 Agustus 2022   11:16 Diperbarui: 31 Agustus 2022   11:19 169 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Potret warga ambil air bersih untuk memenuhi kebutuhan dan kesehatan,  sumber foto: Dokpri

Nusa Tenggara Barat - Kebersihan merupakan tanggung jawab setiap warga negara atau masyarakat yang berada di lingkungan dan wilayahnya, lingkungan yang bersih mencerminkan kualitas hidup masyarakat, kesehatan terjaga, tidak tercemar dengan bakteri-bakteri yang ada dalam sampah dan sisa-sisa kotoran. Apalagi tempat tinggal yang kumuh, tentu mendatangkan berbagai persebaran penyakit, selain buruk untuk kesehatan penghuninya juga tak sedap di pandang mata oleh orang-orang yang melihat nya.

Kebersihan seperti itu sangat krusial untuk dilakukan, dan yang sangat krusial ialah bagaimana menjaga toilet supaya bersih ketika sudah melakukan Buang Air Besar(BAB) atau Buang Air Kecil(BAC). Setelah melakukan hal tersebut, sangat di anjurkan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran ataupun cairan yang ada di toilet, tentu bertujuan untuk menjaga kebersihan, kesehatan bagi masyarakat.

Toilet yang tidak rajin dibersihkan akan membuat bakteri dan kuman nyaman untuk bersarang dan bertebaran. Sehingga kuman-kuman di toilet bisa menyebabkan terjangkitnya berbagai penyakit, utamanya penyakit yang menular lewat air. Contohnya Salmonella listeria dan Bacillus yang menyebabkan keracunan makanan.

Sehingga diperlukan Sanitasi yang baik menjadi tantangan buat masyarakat. Meski terlihat banyak dari masyarakat yang melakukan BAB dimana-mana (sembarangan) seperti di sawah, pantai, danau. Tentu hal itu dilakukan dikarenakan beberapa faktor, seperti belum adanya tempat jamban dirumahnya, kekurangan air. Sehingga untuk menciptakan sanitasi, air yang banyak sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menciptakan sanitasi yang layak, pola hidup bersih, dan kesehatan.

Sesuai dengan target Sustainable Development Goals 6.2, hingga akhir tahun 2024 pemerintah Indonesia menetapkan target 0 persen buang air sembarangan, 90 persen akses sanitasi dan 15 persen sanitasi aman hingga akhir tahun 2024. Untuk itu perlu komitmen berkelanjutan dari berbagai daerah dan masyarakat untuk mendeklarasikan stop buang air besar sembarangan serta penyediaan fasilitas sanitasi dan air bersih dan banyak yang mudah diakses di berbagai daerah untuk masyarakat yang akan melakukan BAB yang tersedia.

Ada lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang digulirkan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Makanan dan Minuman Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah dan Pengelolaan Air Limbah yang memenuhi syarat.

STBM ini didorong pemerintah sebagai upaya untuk membangun lingkungan yang sehat guna mencegah penyakit infeksi. Pemimpin daerah dan masyarakat menjadi nahkoda dalam menjalankan kendaraan STBM serta menjadi bagian penting untuk mewujudkan rasa sehat dan Kabupaten/Kota yang sehat.

Jumlah khasus kematian terbanyak disebabkan oleh penyakit dan penyakit kerap timbul dilingkungan. Beberapa karna menyepelekan kebersihan, sehingga bakteri muncul dan bersarang di area sekitar. Lantas hal tersebut membuat masyarakat cendrung terkena penyakit, cendrung untuk mengabaikan pola hidup sehat. Sehingga menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan tempat mandi, tempat tidur, tempat pembuangan adalah hal yang paling penting untuk dilakukan guna menjauhkan diri pada penyakit dan bakteri.

Masyarakat dan kita semua perlu menghindari hidup jorok. Maka dari itu mulai membangun dan terapkan pola hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan.  

Citra Maulida

Jurnalis dari Nusa Tenggara Barat dan penulis di kompasiana.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan