Mohon tunggu...
Nurul Mutiara R A
Nurul Mutiara R A Mohon Tunggu... Freelancer - Manajemen FEB UNY dan seorang Blogger di www.naramutiara.com

Seorang Perempuan penyuka kopi dan Blogger di http://www.naramutiara.com/

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Perubahan Iklim itu Nyata. Mari Mendukung Net-Zero Emissions Mulai dari Rumah!

24 Oktober 2021   22:10 Diperbarui: 24 Oktober 2021   22:50 717
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berdonasi pohon melalui platform online (Dok.Pri) 

Perubahan iklim bukanlah ilusi atau konspirasi yang dibentuk untuk menakut-nakuti. Ia memang nyata, hadir di antara kita semua dan mengancam kehidupan. Apakah ia sepele? Tentu tidak! Karena perubahan iklim-lah, kotaku Pekalongan tidak seperti dulu. Kotaku Pekalongan terancam tenggelam dan kehilangan binar kehidupannya.

***

Sore itu tak hujan. Cuaca cerah bahkan cenderung panas. Namun demikian, di bawah teriknya matahari yang menghitamkan kulit, terdengar kecipuk air, seolah ada orang tengah berjalan di antara genangan banjir. 

“Ah, mana mungkin banjir. Panas-panas kok banjir”? 

Tapi nyatanya memang demikian. Di Pekalongan dan beberapa kota pesisir lainnya, banjir lumrah terjadi ketika matahari bersinar dengan cerahnya, walau tanpa hujan sekalipun. 

Itulah yang dinamakan banjir rob, kondisi meluapnya permukaan air laut ke daratan karena beberapa faktor yakni penurunan muka tanah (land subsidence), gelombang pasang yang tinggi, abrasi pantai hingga perubahan iklim (global warming). 

Beberapa waktu lalu, ketika berkunjung ke kawasan edukasi dan restorasi bernama Mangrove Park, aku terkejut karena tempat tersebut terendam air cukup dalam, sekitar 10-30 cm. Padahal, sebelumnya jalanan menuju area utama kering kerontang.

Aku yang harus mencangking rok dan sepatu karena rob sudah mulai menggenang (Dok.Pri)
Aku yang harus mencangking rok dan sepatu karena rob sudah mulai menggenang (Dok.Pri)

Setelah bertanya pada pihak pengelola, beliau berkata bahwa Mangrove Park sering terendam air hingga ketinggian 30 cm. Tak heran, kondisi tersebut membuat pembangunannya menjadi terhambat, padahal rencananya tempat tersebut bakal dioptimalkan sebagai destinasi wisata edukatif oleh pemerintah Pekalongan.

Jalanan di sepanjang area Mangrove Park yang tergenang Rob, padahal tadinya kering (Dok.Pri)
Jalanan di sepanjang area Mangrove Park yang tergenang Rob, padahal tadinya kering (Dok.Pri)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun