Mohon tunggu...
Mutiara Em
Mutiara Em Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi

Selamat berkarya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Tradisi "Pengucapan Syukur" Suku Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara

21 Oktober 2021   21:10 Diperbarui: 21 Oktober 2021   21:42 263 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Asal Mula Tradisi Pengucapan Syukur

Pengucapan syukur merupakan salah satu tradisi turun-temurun dari nenek moyang suku Minahasa. Tradisi ini awal mulanya berasal dari tradisi "Foso Rumages", "Foso" yang berarti "ritual" dan "Rumages" berarti "persembahan yang diberikan dengan keutuhan atau ketulusan hati untuk Tuhan Yang Maha Besar." 

Jadi tradisi "Foso Rumages" merupakan ritual untuk mempersembahan hasil panen sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Para leluhur akan melakukan tradisi "Foso Rumages" pada saat selesai melakukan panen, terutama panen padi, masyarakat akan merayakan tradisi "Foso Rumages" sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diberikan Tuhan yang Maha Besar. 

Dalam pelaksanaan tradisi "Foso Rumages" juga terdapat berbagai bentuk persembahan yang dilakukan seperti bernyanyi dan menari bersama, kemudian memasak di dalam bambu yang dikhususkan untuk persembahan kepada leluhur sebagai tanda hormat.

Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman tradisi "Foso Rumages" mulai hilang atau ditinggalkan, hal itu dikarenakan agama Kristen mulai masuk di tanah Minahasa membuat tradisi atau ritual "Foso Rumages" ini semakin hilang, dan juga disebabkan beberapa ritual yang bertentangan dengan agama Kristen, melihat pada saat itu penduduk lokal yang dulunya menganut kepercayaan shamanisme mulai berpindah ke agama Kristen. 

Tradisi mempersembahkan hasil panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa hingga saat ini masih dilakukan oleh masyarakat suku Minahasa yaitu lewat perayaan pengucapan syukur, walaupun perayaan tradisi tersebut sudah tak sama lagi dengan tradisi "Foso Rumages".

Namun maksud dan tujuan dari perayaan pengucapan syukur tetaplah sama yaitu untuk mempersembahkan hasil panen kita kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk rasa bersyukur kita atas hasil panen yang telah diberikan oleh-Nya. Itulah awal mula tradisi pengucapan syukur ini dapat terbentuk, dan menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahunnya.

Tradisi Pengucapan Syukur

Pengucapan syukur dilakukan pada saat masa panen pertama, jadi hasil panen pertama akan dibawa ke rumah ibadah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen berupa padi, cengkeh, pisang, dan hasil panen lainnya. 

Sehubungan dengan penduduk suku Minahasa yang sebagian besar menganut agama Kristen maka salah satu bentuk perayaan tradisi ini yaitu dengan datang beribadah ke Gereja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan