Mohon tunggu...
Mutia AH
Mutia AH Mohon Tunggu... Penyuka fiksi

Fiksi adalah petualangan tanpa batas. Menulis fiksi bukan berarti mendramatisir kehidupan, tetapi mencari hikmah dari setiap kejadian.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan

6 Januari 2021   00:44 Diperbarui: 6 Januari 2021   00:47 117 13 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hujan
couple-4602505-480-5ff4a51d8ede486cab715852.jpg

Hujan

hujan turun deras
halte penuh, orang berteduh
seorang anak berlari mendekati kerumunan
kemudian mengantarkan seorang pemuda ke cafe seberang jalan

"hujan itu berkah," ucap anak itu, saat menerima upah dari sang pemuda yang tengah tersenyum mengenang mantan.

"Sial!" umpat seorang bapak yang berteduh di emperan kafe. Sambil nelangsa menatap dagangan cendolnya. membuat anak itu berlari, kembali mencari rezeki di bawah hujan sore ini.

Tiiiiin!
Klakson mobil van hitam melengking saat sang Anak menyeberang sembarang
membuat sang pengemudi muntah sumpah serapah, teringat banjir menggenangi rumah semalam

"Alhamdulillah," bisik hati sang Anak mendapat diri selamat hampir tertabrak

Ah, hujan
di jalan ibukota
ragam makna
menguliti jiwa-jiwa manusia

Gambar Pixabay

Ruji, 06 Januari 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x