Mohon tunggu...
Mutia Senja
Mutia Senja Mohon Tunggu... Penulis - Pembelajar

Salah satu hobinya: menulis sesuka hati.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Gubuk Juang

9 Mei 2019   12:12 Diperbarui: 9 Mei 2019   12:23 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

bukankah dua istilah ini mengandung huruf yang sama?

jangan, jangan koyak isi hatiku!

ah, ponorogo! mega malam yang gemintang!

biarkan aku mengadunya dengan rindu di sepanjang jalan pulang

sebelum sajak-sajakku menghablur jadi debu

kau telah menjadi lukisan bagi bening bola mataku

gubuk bagi kenangan yang ingin mengulang mekarnya harapan

kita satu dalam pusaran kegilaan semesta yang bimbang;

ketika sebuah cerita menjadi doa:

"tuhan, jangan izinkan bertemu. sebelum sungguh tangguh tenagaku

menampung arak rindu", kataku sambil membisik tawa

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun