Mohon tunggu...
Mutia aprianti
Mutia aprianti Mohon Tunggu... Guru - Guru

Lagi belajar nulis

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Serunya Memahami Kosakata Baru Melalui Permainan Detektif Bahasa

8 Desember 2022   11:32 Diperbarui: 9 Desember 2022   12:00 512
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

"Apa yang dapat kamu simpulkan dari teks yang kamu baca tadi?"

"Engga tahu, bu." 

Begitulah selalu respons peserta didik setelah membaca sebuah teks, disertai dengan gelengan kepala. Sebagai seorang guru bahasa Indonesia, malu rasanya kalau saya menyerah. Di sekolah, persoalan literasi membaca dan menulis selalu diserahkan kepada guru bahasa Indonesia. Apapun yang berkaitan dengan bacaan, tulis-menulis, guru bahasa Indonesialah yang paling tahu!

Mari sejenak kita tinggalkan persoalan peringkat negara kita tercinta dalam urusan literasi dan nilai PISA. Terlalu luas jika kita bicara tentang seluruh peserta didik dari Sabang sampai Merauke dengan kondisi lingkungan yang sudah pasti berbeda-beda. Saya akan bicara dalam lingkup sekolah tempat saya mengajar. Sekolah SMP Negeri 19 Kota Tangerang Selatan yang letaknya di tengah-tengah kota, dihimpit perumahan elite dan hiruk pikuk kota besar. Bagaimana literasi membacanya? Jawabannya sama seperti jawaban peserta didik saya (ketika ditanya apa isi buku yang dibacanya), gelengan kepala! Mungkin sedikit ditambah hembusan nafas yang cukup panjang dari saya.

Saya lalu berpikir, cara apa yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan keterampilan membaca peserta didik saya? Paling tidak mereka paham makna kata yang mereka baca. Percayalah, meskipun sehari-hari mereka berbicara bahasa Indonesia, tetapi masih banyak kosakata yang mereka tidak tahu maknanya. Saya berpikir keras untuk menjawab pertanyaan saya sendiri, sekeras saya berpikir untuk menjawab pertanyaan teman-teman saya ketika saya mengambil kuliah jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,

"Mau ngapain jadi guru bahasa Indonesia? Kan sehari-hari udah ngomong bahasa Indonesia?"

Penemuan 

Mungkin dulu saya tidak mampu menjawab pertanyaan teman-teman saya untuk apa menjadi guru bahasa Indonesia? tapi saya harus siap menjawab dengan pasti dan mantap ketika peserta didik saya menanyakan untuk apa belajar bahasa Indonesia? bahasa Indonesia, sama dengan bahasa-bahasa lain di dunia, masuk ke segala aspek kehidupan, termasuk profesi seseorang. Jadi dokter, jadi guru, polisi, pemain sinetron, selama masih di Indonesia, mereka kan akan bicara dengan bahasa Indonesia.

Sambil terus berpikir, saya teringat beragam tingkah peserta didik saya yang beragam. Ada yang tidak bisa diam, banyak bicara, ada juga yang pemalu. Ah, kelak mereka akan menjadi orang-orang hebat. Mereka akan dapat pekerjaan yang halal dan baik. Ya, saya selalu mendoakan pekerjaan yang halal dan baik untuk mereka, sebab sekarang makin marak kasus-kasus dari profesi yang keren keren, tapi belum tentu halal dan baik. Kasus yang dengan cepat dipecahkan oleh netizen, tapi lambat dipecahkan penegak hukum. Netizen memang detektif luar biasa.

Detektif? Bagaimana kalau detektif?

 Tiba-tiba saja profesi itu terngiang-ngiang dipikiran saya. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, jarang sekali menyinggung profesi detektif, paling sering profesi penulis dan penyair.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun