Mohon tunggu...
Mutia AdeSyafitri
Mutia AdeSyafitri Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

haiii

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pendidikan di Masa Pandemi

8 Desember 2021   14:04 Diperbarui: 8 Desember 2021   14:15 169 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pendidikan tentunya merupakan bagian dari kegiatan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Karena itu kegiatan pendidikan merupakan perwujudan dari cita-cita bangsa. Karena itu kegiatan pendidikan nasional perlu diorganisasikan dan dikelola sedemikian rupa agar pendidikan nasional sebagai suatu organisasi dapat menjadi sarana untuk mewujudkan cita-cita nasional.

Pendidikan merupakan usaha etis dari manusia, untuk manusia dan untuk masyarakat manusia, sesuai dengan demokrasi. Dengan Pendidikan seseorang dapat mengembangkan bakat sampai pada tingkat optimal dalam batas hakikat individu, dengan tujuan supaya tiap manusia bisa secara terhormat ikut serta dalam pengembangan manusia dan masyarakatnya terus menerus mencapai martabat kehidupan yang lebih tinggi.

Pendidikan tentunya tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan, mulai dari pada saat kita didalam kandungan hingga beranjak dewasa kemudian tua, manusia mengalami proses Pendidikan. Pendidikan bisa diibaratkan dengan cahaya, yaitu cahaya penerang yang menuntun manusia dalam menentukan arah ,tujuan , dan makna kehidupan ini.

Menurut bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara, beliau mengatakan pendidikan merupakan permintaan dalam kehidupan anak-anak. Intinya yaitu bahwa pendidikan mengarah semua kekuatan yang ada di alam agar peserta didik sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan yang tinggi dan kebahagiaan hidup.

Pendidikan adalah usaha membina dan mengembangkan kepribadian manusia baik itu dalam rohani maupun dalam jasmani. Beberapa orang ahli mengartikan pendidikan adalah suatu proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam mendewasakan melalui pengajaran dan latihan. Dengan pendidikan kita belajar agar lebih dewasa karena pendidikan memberikan banyak dampak positif bagi kita, dan juga dengan pendidikan kita bisa memberantas buta huruf dan akan memberikan keterampilan, kemampuan mental, dan lain sebagainya.

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting bagi masyarakat, karna maju mundurnya kualitas masyarakat atau bangsa sangat bergantung pada pendidikan yang ada pada rakyat bangsa tersebut. Harahap dan Poerkatja berkata bahwa pendidikan adalah usaha yang secara sengaja dari orang tua yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya.

Pada saat ini dunia sedang melawan wabahnya virus corona yang berasal dari cina tepatnya di Kota Wuhan. Seperti yang kita ketahu sejak pada bulan oktober 2019, virus corona meluluh lantahkan Cina, kemudian dalam sekejap sudah merebak ke seluruh penjuru dunia. Virus covid merupakan bencana non alam yang memaksa dunia masuk pada tatanan sosial baru, termasuk dunia Pendidikan. Kebijakan seluruh sekolah didunia yang menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dimana hal tersebut melarang peserta didik untuk belajar disekolah demi menekan meningkatnya wabah. Tentunya hal tersebut merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh semua guru, semua murid, bahkan oleh orang tua. Karena bagaimanapin kondisinya, pembelajaran harus tetap berlangsung bagaimanapun kondisinya demi mencapai target pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.

Selama masa pandemic COVID-19 pembelajaran dirumah atau online menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan karna tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka langsung. Hal ini memberikan tantangan kepada jenjang Pendidikan termasuk guru untuk mempertahankan kelas tetap aktif meskipun sekolah telah ditutup.

Berbagai aplikasi media pembelajaran pun sudah disediakan , baik pemerintah maupun swasta. Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9/2018 tentang Pemanfaatan Rumah Belajar. Beberapa pihak sekolah pun menyuguhkan bimbingan belajar online seperti ruang guru, Zenius, Klassku, Kahoot, dan lainnya. Akses-akses tersebut dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan. Sangat diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena keberhasilan pembangunan negara salah satu tolak ukurnya adalah keberhasilan pendidikan. Melalui pendidikanlah Indonesia akan melahirkan generasi penerus yang cerdas intelektual maupun emosional, terampil, dan mandiri untuk mencapai pembangunan bangsa ini.

Namun tentunya hal ini tentu saja terasa berat bagi pendidik maupun peserta didik. Terutama bagi pendidik, karena pendidik dituntut lebih kreatif dalam penyampaian materi melalui media pembelajaran daring. Ini perlu disesuaikan juga dengan jenjang pendidikan dalam kebutuhannya. Dampaknya akan menimbulkan tekanan fisikmaupun psikis (mental). Pola pikir yang positif dapat membantu menerapkan media pembelajaran daring, sehingga menghasilkan capaian pembelajaran yang tetap berkualitas. Belajar di rumah dengan menggunakan media daring mengharapkan orangtua sebagai role model dalam pendampingan belajar anak.

Ketidaksiapan guru dalam menghadapi perubahan teknologi, termasuk rendahnya kemampuan guru dalam menguasai teknologi merupakan tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan saat ini. Ketidakmampuan guru dalam menggunakan teknologi informasi pada saat pembelajaran menjadi penghambat sekolah untuk memperbarui media pembelajaran. Guru tidak segera menyesuaikan diri dan belum mampu memotivasi diri untuk terus belajar dengan laju perkembangan dan pengetahuan yang kian berkembang cepat seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka kewibawaan guru sebagai sosok yang diguguh dan ditiru akan sirna. Hal itu terjadi disebabkan oleh peserta didik lebih menguasai perkembangan teknologi dan informasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan