Ceritaramlan

Pro-Kontra Larangan Sahur On The Road

18 Mei 2018   00:54 Diperbarui: 18 Mei 2018   05:49 258 0 0
Pro-Kontra Larangan Sahur On The Road
https://www.netralnews.com

Saat Bulan Ramadhan, banyak orang berlomba-lomba ingin melakukan kebaikan. Diantaranya dengan membagikan makanan sahur untuk kaum dhuafa atau tidak mampu yang hidup di jalanan, yang lebih popular dengan istilah Sahur On The Road. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh komunitas atau sekelompok masyarakat, berkonvoi bersama dengan kendaraan baik motor atau mobil sambil membagikan sahur gratis. 

Meski Sahur On The Road bertujuan positif, membantu orang yang tidak mampu dan mempererat silaturahmi, namun ada beberapa yang berdampak negatif sehingga mengganggu masyarakat.

Salah satu dampak negatifnya, berdasarkan insiden Ramadhan tahun lalu, sebagaimana dimuat dalam berita,  terjadi tawuran antara dua kubu peserta Sahur On The Road pada hari Minggu tanggal 18 Juni 2017  di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat. 

Akibatnya salah seorang peserta terluka. Sahur On The Road yang awalnya berupa konvoi sepeda motor yang damai, berubah menjadi tawuran saling serang menggunakan batu, petasan hingga senjata tajam. Tawuran ini berlangsung setelah polisi menggelar operasi cipta kondisi. Hal-hal seperti itulah yang tidak diinginkan warga.

Munculnya pelarangan Sahur On The Road oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto dilakukan guna mencegah terjadinya tawuran atau kemungkinan gangguan ketertiban umum. Hal ini sepatutnya didukung warga Bekasi demi keamanan serta ketertiban warganya. 

megapolitan.kompas.com
megapolitan.kompas.com

Sebagaimana dilansir dari Kompas pada tanggal 17 Mei 2018, hal senada juga disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Argo Yuwono, yang menyerukan kepada masyarakat untuk tidak melakukan Sahur On The Road. Seruan ini didukung Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, yang menyatakan jangan lagi ada Sahur On The Road yang konvoi-konvoi itu.

megapolitan.kompas.com
megapolitan.kompas.com

Pro-Kontra Larangan Sahur On The Road

Larangan ini dapat menimbulkan pro-kontra dimasyarakat. Masyarakat yang mendukung larangan ini, dikarenakan mereka merasakan dampak negatif dari konvoi Sahur On The Road (SOTD) ini. Misalnya, terganggunya masyarakat karena kebisingan yang disebabkan konvoi gerombolan SOTD. Tetapi kemungkinan ada juga yang tetap menolak larangan ini karena tetap ingin membantu kaum marginal seperti pengemis, anak jalanan, tukang becak dan sebagainya.

Tidak dipungkiri, keinginan untuk berbagi terhadap sesama semakin meningkat di Bulan Ramadhan. Perwujudan rasa ingin berbagi ini diantaranya dengan memberikan makanan secara gratis untuk berbuka puasa atau sahur kepada kaum yang membutuhkan. 

Namun, alangkah lebih baiknya jika pemberian sahur gratis lebih terkoordinir dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Caranya, dapat menyumbang melalui badan amal, masjid-masjid terdekat, atau lembaga swadaya masyarakat.

Dipenghujung tulisan, mohon maaf bila ada kata-kata yang salah atau kurang berkenan.

Apakah Anda termasuk yang pro atau yang kontra dengan Larangan Sahur On The Road?

Pilihan ada ditangan Anda :)