Mohon tunggu...
Muthia dwicandtika
Muthia dwicandtika Mohon Tunggu... Mahasiswa

Kesejahteraan sosial

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Karena Covid-19, Kebijakan Pemerintah Berdampak pada Perekonomian Masyarakat Indonesia

12 Mei 2020   13:04 Diperbarui: 12 Mei 2020   13:06 36 0 0 Mohon Tunggu...

Wabah virus corona masih terus menghantui sejumlah negara di dunia. Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middel East Respiratory Syndrom (MERS) dan Servere Acute Respiratory Syndrome (SARS). 

Coronvirus jenis baru ini ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19. Virus ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Yang kemudia menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. 

Di Indonesia awal mula kasus ini ditemukan pada dua warga Depok pada tanggal 14 Februari 2020, pasien terinfeksi virus corona yang berdansa dengan WNA jepang. 

Pasien berusia 31 tahun ini memang bekerja sebagai guru dansa dan WNA asal jepang ini juga merupakan teman dekatanya. Selang dua hari yakni 16 Februari 2020 pasien terkena sakit batuk. Kemudian pasien melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat namun saat itu pasien masih dibolehkan untuk kembali ke rumah atau rawat jalan. 

Hingga pada 26 Februari 2020, pasien dirujuk lagi ke rumah sakit dan diinta untuk menjalani rawat inap. Pada saat itulah, batuk yang diderita pasien mulai disertai sesk nafas. Pada 28 Februari 2020, pasien mendapat telpon dari temannya yang di Malayasia yang mengnformasikan jika WNA jepang yang merupakan temannya itu positi terinfeksi virus corona. 

Mengetahui informasi tersebut, pihak rumah sakit langsung memasukkan pasien dalam status pemantauan terkait virus corona., setelah menjalannkan tahapan pemeriksaan di rumah sakit lama, pasien kemudia melakukan tahapan pemeriksaan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) dan dinyatakan postif terinveksi virus corona.  Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Sejak kasus pertama diumumkan, angka kasus positif COVID-19 terus mengalami lonjakan. Bahkan hingga Sabtu (9/5/2020) terdapat 108.699 kasus dengan specimen diperiksa, 95.054 kasus Negatif ,13.645 kasus konfirmasi ,959 kasus meninggal, 2.607 kasus sembuh 10.079 kasus dalam perawatan ,246.847 jumlah ODP ,29.690 jumlah PDP. 

Melihat banyaknya kasus di Indonesia yang cukup besar membuat presiden Indoneisa Joko Widodo dalam pidatonya menginstruksikan masyarakatnya untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan menggantinya dengan system work form home dan melakukan kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan secara daring juga saat ini Presiden Joko Widodo menertibkan Peraturan pemerintah tentang Pembatasan Berskala Besar atau PSBB. 

Perpu yang dikeluarkan pemerintah ini mengakibatkan berhentinya beberapa aktivitas ekonomi seperti  seketor pariwisata, hotel-hotel, serta beberapa pabrik yang terpaksa harus dihentikan yang berpengaruh kepada perusahaan okupansi yang kekurangan pemasukan, bahkan membuat para pedagang kecil, supir angkutan umum, pedagang kaki lima kehilangan mata pencariannya dan kebingungan untuk meyambung hidup yang berakibat kepada permasalahan sosial. 

Bertambahnya pengangguran, kemiskinan meningkat, dan banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan karena mereka tidak bekerja.Peraturan pemerintah terkait PSBB yang berdampak besar terhadap aktivitas eknomi di Indonesia membuat pemerintah memberikan bantuan ekonomi kepada masyarakat di tengah pandemic virus corona ini seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin juga kepada mereka-mereka yang kehilangan pekerjaan di masa pandemic ini. 

Kebijakan pemerintah dalam memutuskan peraturan PSBB ini sangat berdampak pada semua sektor bisnis di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah harus menyiapkan strategi di sektor ekonomi untuk menghadapi dampak dari pembatasan-pembatasan yang telah dijalankan tersebut. sigap menyiapkan bantuan kepada masyarakat miskin, menyiapkan lapangan kerja.

VIDEO PILIHAN