Mohon tunggu...
Abdul Hama
Abdul Hama Mohon Tunggu... Tenaga Kesehatan - Pekerja Serabutan

Terimakasih sudah berkenan singgah. Semoga bahagia dan sehat selalu.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Selamat Pulang

23 November 2021   22:55 Diperbarui: 25 November 2021   00:30 168 40 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi: Andrew Neel/unsplash.com

Selamat Pulang

Selamat pulang, Pejuang!
Jalan hidupmu mestilah menantang
Pastilah amat panjang,
bergelombang, penuh lubang
Iya, bukan?

Sampai-sampai
puluhan petang berlalu
cuma uangmu saja yang masih
sempat berjalan pulang

Sekarang aku senang
ternyata kamu masih ingat
ke jalan mana dirimu
harus pulang

Itu,
di ruang tamu
Ibu dan adik-adik kecilmu
sekian lama berlumut rindu
menunggu dirimu,
bukan uangmu.

E, tapi sebelum kamu
mengetuk pintu
Sini,
Kesatkan dahulu
telapak kaki berlumpurmu itu
di perutku yang berbulu.

***

Ketika Rumput Bertanya kepada Kursi yang Bergoyang

"Tuhan bosan atau tidak
Alam enggan atau tidak
Itu bukan urusan kamu
Biarkan saja mereka
sibuk bertanya-tanya
Jangan bengong begitu
Ayo, lanjutkan lagi
goyanganmu"

***

Lemari dan Buku

Kita bukan warisan
hanya kenangan
yang sengaja
dilupakan

Kita bukan warisan
hanya kenangan
yang sengaja disingkirkan
dalam pengap lembab
gelap rayap

Kita bukan warisan
hanya kenangan
yang sengaja dibiarkan
Lapuk dipeluk rindu

***

(Pantura, 2021)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan